dibalik semua yang terjadi, kadang aku masih sering tanya ke Tuhan.
"kalo memang akhirnya ga bisa bareng kenapa 'dia' yang harus ditunjuk untuk menyakiti aku? kenapa 'dia' yang diizinkan Tuhan untuk menghancurkan aku? padahal aku sesayang itu sama dia"
kalo aja kemarin ga salah pasangan selama itu pasti hidupmu ga sberantakan sekarang.
yang ngehancurin enak enak masih bergaul, yang dihancurin repot nata hidup lagi.
kalau aja keluargaku tau, berapa kali aku pingin selesai sama hidup ini.
kalau aja mereka tau, aku kecapekan sampe aku kewalahan "ngatur nafasku".
kalau aja mereka tau aku hidup sampe saat ini karena aku memang cuma masih hidup.
aku dibilang sebab utama mamaku punya penyakit.
aku yang ga pernah merepotkan, aku yang mengusahakan segalanya sendiri, aku yang ga pernah di fasilitasi kaya kakak adikku, aku yang akhirnya selalu milih maklumin semuanya dengan diem karena pendapatku selalu dibilang bantahan.
Aku kasih bocoran dikit.
Kalau ada cewek nangis karena tidak diperlakukan baik oleh cowoknya, percayalah dia tidak sedang menangisi cowoknya itu. Dia menangisi nasibnya sendiri, karena di kehidupan yang sekali ini, mengapa dia harus menjadi perempuan yang tidak dihargai dan tidak diusahakan.
Dan yang paling menyakitkannya lagi, dia bukan kehilangan seseorang, melainkan menyadari bahwa hati, waktu, dan ketulusannya diberikan kepada orang yang tidak mampu menghargainya. Karena setiap perempuan pada dasarnya hanya ingin dicintai dengan layak, dihargai keberadaannya, dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.