sedikit bodoamatan itu perlu, buat kebaikan diri sendiri juga.
entah itu bodoamat dg omongan/pemikiran orang lain terhadap diri sendiri, maupun bodoamat untuk yg ga pernah peduli sama kita.
makin dewasa rasanya harus bisa memilih, mana yg harus dipedulin & yg harus dibodoamatin.
Tidak perlu repot-repot mencari definisi rumah, sebab jalan pulang paling benar adalah dirimu sendiri. Hanya dirimu sendiri yang tau sebagaimana sakitmu, lukamu, sedihmu, hancurmu serta yang tau bagaimana menyembuhkan sendiri. Now start loving and caring for yourself.
boy candra pernah berkata:
kalau kamu memang tidak mau memperjuangkan seseorang, tidak mau membangun komitmen dengannya. jangan beri dia harapan. sebab, satu hal yang membuat hati seseorang akan patah teramat parah adalah harapan yang telah dibangun setinggi mungkin, lalu seolah tidak merasa ada hal apapun
aku gampang cut off laki-laki dalam hidupku, bukan karena aku sok cantik tapi aku tau value ku. aku perempuan bucin yang semua love language aku borong, aku ga ada riwayat selingkuh dan aku punya feedback, jadi kalo ada laki-laki yang ga bersyukur, bye aku ga butuh.
Jaga solat korang, please. Even though kita bukan orang yang baik. Jangan tinggal solat ya. Solat is our priority. Doesn't matter how hard, never skip it. Kalau ada solat yang tertinggal, buat solat qada. Hutang dengan Allah wajib dibayar. Reminder to everyone including myself.
makin dewasa, makin susah nyari pasangan, bukan karena pemilih atau banyak kriteria, tapi lebih ke jangan sampai salah pilih.
hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan orang yg cuma mikirin cinta saja dan ga punya planning yg jelas.
satu lagi, komitmen ga sebercanda itu!
Tetaplah menjadi wanita yang keras kepala dan sedikit ngegas. Tidak ada yang perlu diubah, kekuranganmu akan tetap menjadi kebahagiaan bagi seorang pria yang memang betul menginginkanmu.
pacaran sama orang yang setara in term of mindset, jokes, and way of thinking tuh menyenangkan sih.
seperti bicara dengan bahasa yang sama, gak perlu over explaining karena dia paham, gak perlu repot-repot tone it down karena dia akan paham.
knp ya tiap sakit hati sama orang malah gw yang selalu mikirnya “mungkin gw yang baperan” “gw yang terlalu sensitif” padahal “your feelings are valid” kan?