Wajah pelaku sangat jelas hajar nenek 60 tahun di pekanbaru
hingga tewas
Pembunuhan peserta
perampokan
Jalan kurnia 2
Kelurahan Limbungan baru
Pelaku masi buron.
Update terbaru guys........
Akhirnya OJK buka suara
OJK telah memanggil Direksi dan manajemen BNI
untuk meminta penjelasan
secara menyeluruh
berarti suara kita di dengar nih
hari sabtu padahal
kita apresiasii
kawal sampe tuntas
Sumber : https://t.co/paTgWedOCH
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
*Laki² merkosa cewe pas malem*
"Cewe jangan keluar malem"
*Laki² merkosa cewe berpakaian ga nutup semua bagian tubuh*
"Makanya cewe tutup aurat"
*Laki² pake AI utk nelanjangin foto cewe*
"Cewe jangan post foto"
Semua dibebanin ke cewe, ga pernah tegas ngatur laki²
Pada 25 Des 2025, adik saya buka dagangan/jualan seperti biasa di gerbang belakang perumahan cipinang indah, deket jembatan BKT jakarta timur. Saya seperti biasa drop adik2 saya jualan dilokasi diatas, setelah saya selesai buka, saya seperti biasa pulang dan hanya 2 adik saya yg jaga jualan.
Sekitar 3 km saya meninggalkan lokasi jualan, adik saya vc sudah dalam keadaan hidung berdarah. Tanpa pkir panjang saya putar balik menuju tkp.
Berdasarkan keterangan adik saya (korban), mereka sedang duduk menunggu dagangannya, tiba2 2 org pria menghampiri mengaku pemegang wilayah (preman), kemudian meminta uang jatah sebesar 20.000 rupiah, dan adik saya menolak karna kondisi bru buka belum ada uang.. Adik2 saya berjualan di lokasi tsb tida pernah seharian full, hanya dari 06.00 pagi s/d jam 10.00 atau jam 11.00 siang mereka sudah tutup jualan. Tapi ke 2 preman tsb memintain jatah disana ratakan seperti org2 lain yg jualan seharian full.
Adik saya menolak memberi uang full, atau hanya ingin membayar setengah dari yg diminta (10.000) preman2 tsb menolak dan melempar plastik teh yg diminumnya ke wajah adik saya, adik saya tidak Terima, terjadilah pengeroyokan thd adik2 saya, sehingga salah satu adik saya mengalami luka dihitung dan berdarah, bahkan salah salah satu dari premen tsb (pria tua ubanan) mencabut pisaunya dan mencoba menusuk adik saya yg sudah berlumur darah hidungnya, beruntungnya adik saya dapat menangkis pisau tsb, alhasil tangan adik saya bengkak, dan ada bukti visum serta rontgen tangannya.
Dihari yg sama saya sebagai abang, tidak ingin kasus ini berhenti disitu karna perlakuan 2 preman tsb sangat membahayakan ke 2 adik saya, maka -+pukul 08.00 saya menuju polsek terdekat (polsek duren sawit Jaktim) melaporkan peristiwa tsb, kemudian melakukan visum ke RS terdekat (RS HARUM). Saya melakukan sesuai ketentuan hukum, tanpa melakukan hal2 yg diluar hukum.
Akan tetapi sejak tgl 25 des 2025 sampai hari ini saya posting berita ini tgl 30 des 2025, tidak ada tindak lanjut mengenai laporan yg sudah saya buat secara lengkap di polsek terkait.
Betapa mirisnya negeri ini, DPR yang hanya bekerja 5 tahun sudah dapat pensiunan seumur hidup, beliau yg sudah mengabdikan diri selama 34 tahun cuma diangkat PPPK paruh waktu, beliau mengabdi di sekolah SMK kab. Bima,
Beliau hanya menikmati status PPPK PW 7 hari dan tgl 29 Desember 2025 dia pensiun.
Gajipun tak seberapa hanya merasakan jd ASN cuma 7 hari, setelah itu selesai tanpa uang pensiun.😢😢
Beliau seharusnya yg lebih pantas dapat pensiun daripada anggota DPR yg bisanya cuma habisin uang rakyat.