Realita jualan di alun-alun kidul Jogja
1. Izin resmi dari keraton
2. Pungli parkir kendaraan 2.5jt/hari di nego 1jt/hari
3. kasih makan 10 orang preman
4. DISURUH KASIH MAKAN TIGA POLISI 🤡🚩
5. Mau pake listrik bayar lagi
Jogja loh wes umr kecil, banyak pungli 😤👎
Buat yang masih ga paham kenapa Purbaya dipecat
> Kemenkeu punya dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) yang merupakan cadangan fiskal. Ini Sri Mulyani jadi buffer fiskal kalau APBN meleset.
> Sama Purbaya ditransfer 200T ke Himbara buat disalurin jadi kredit. Himbara bingung nyalurinnya gimana. SAL setelah pindah ke Himbara, ga gampang narikinnya lagi.
> Purbaya yes man sama Prabowo. MBG dan KDMP bikin fiskal jebol. Padahal sudah dianggarkan oleh DPR. SAL sudah tidak ada.
> Menutupi kesalahan dia soal SAL, Purbaya majakin daerah. Soalnya kalau majakin rakyat, citranya rusak wkwk.
> Dana bagi hasil daerah (DBH yg kemarin ribut sama Pram) itu dipotong. Padahal DBH ini haknya daerah. Kalau sampe daerah dipajakin tinggi tapi timbal balik pusatnya kecil, negara bisa bubar.
> Anaknya trader. Kombinasi conflict of interest yang sangat berbahaya di mata investor.
Gimana? Masih kemakan citra pejabat gabisa kerja tapi banyak gaya? 😂
Nah, mumpung ada yang nulis soal ini, sekalian saya lempengin biar nggak jadi drama. Di sinilah masalah muncul. Agaknya Pak Purbaya telah menyampaikan informasi tidak benar ke DPD RI. Terhadap 40 perusahaan pajak ini bahkan sudah diproses, baik SP2DK, pemeriksaan, bukper, hingga penyidikan. Dan ini bukan barang baru. Ini hasil kerja teman2 DJP mengkonstruksi kasus dari lapangan.
Ini yang saya heran, kenapa seorang Menteri mesti menjelekkan jajaran ke publik, padahal faktanya tidak demikian. Apakah karena ada Sengkuni? Terlalu percaya inner circle? Bagi saya, nothing personal. Saya hanya berkepentingan institusi jangan dirusak. Yang jahat dan busuk buang. Kalau mau reform, pakailah cara2 yang baik dan benar.
Stop wak....✋️✋️✋️
KALIAN HARUS TAHU INI!!!
MILITER DI PUSARAN PU, ADA APA?
Kedzaliman Menteri Fir'aun kader partai biru selama 2 tahun masa jabatannya. Begini cerita yang awak dapatkan silahkan dibaca💔🥀
Izin kak beberapa hal yang dilakukan pak menteri pu dalam 2 tahun ini 🙏, ini yang kami rasakan selama beliau menjabat😔😭
1. Event seremonial biasa kyk pelantikan cpns ataupun event yang mungkin menurtnya kurang ada perhatian media biasanya diwakili wamen saja (padahal di zaman pak bas sangat mengayomi)
2. Lobby kementerian dilarang dilewatin asn (di zamannya pak bas sangat terbuka)
3. Di basement banyak tentara/polisi yang nginap di kantor kementerian
4. Melantik dirjen sumber daya air yang seharusnya backgroundnya sipil bendungan irigasi dll malah melantik dari militer, padahal internal PU banyak yang berkompeten dalam bidang ini
5. Info A1, gaboleh ada muka wamen di postingan postingan unit kerja di kementerian pu, pernah ada case postingan like wamen lebih gede dan diminta takedown dan begitu juga video profil harus banyak mukanya, dan bahkan di buku ini mukanya menteri ada dimana-mana termasuk mukanya bu wamen sangat jarang, bocoran dari internal beliau mau isinya banyak mukanya
6. Pernah ada kasus ASN kementerian pu yang sedang studi di luar negeri viral karena mengkritisi mbg, sekarang atasan dari asn tersebut (direktur perencanaan bina marga) dimutasi ke papua dan jabatannya hanya sebagai pelaksana teknis (turun grade), kabarnya direktur tersebut membela staf tersebut sehingga sang menteri mencopot jabatannya dan dimutasi ke papua
7. Sekjen PU dikabarkan setelah menyelesaikan masalah surat delegasi yang bocor ini akan dimutasi ke papua dan diturunkan dari jabatan sekjen
8. Ada sekitar 8 pegawai PU yang dimutasi ke daerah-daerah kyk Papua, Maluku, NTT, dll sebagai pelaksan imbas surat yang bocor padahal pelakunya tidak ditemukan, pegawai-pegawai ini sebelumnya bertugas sebagai komunikasi publik dan bagian kerja sama luar negeri dan bahkan ada yang sudah berkarir 27 tahun akhirnya dimutasi ke daerah-daerah “jauh”
9. Pada anggaran PU (sistem anggaran internal) menteri sering sewa pesawat dimana sekali jalannya sekitar 60 juta++
10. Seluruh pegawai beberapa waktu lalu dimintakan akun sosmed aktif dan dikabarkan sebagai bentuk controlling jika ada hal-hal yang viral
11. Sekarang dalam pengajuan Cuti di kementerian PU harus persetujuan menteri, ini samgat merusak birokasi yang biasanya cukup eselon 2 yang apprve tapi sekarang harus approve hingga tingkat menteri 🥲
12. Masih banyak lagi sebenarnya, entah kenapa di pu sekarang banyak militer yang datang ke kantor kita entah itu mobil dinas pejabatnya dll,
Jangan Normalisasi Ciuman atas Nama Barokah
Belakangan ini viral video seorang Gus yang tampak terlalu akrab menciumi anak-anak kecil, bahkan yang masih berusia di bawah tiga tahun. Dalam salah satu rekaman, ia membujuk seorang anak yang menolak dicium agar mau dicium. Di video lain, ia menciumi pipi seorang balita dengan cara yang tampak seperti “sucking”.
Banyak yang menertawakannya, menyebutnya sebagai bentuk “gemas” atau “barokah”. Namun perilaku seperti ini tidak boleh dinormalisasi — ini justru menjadi contoh penting dalam pendidikan tentang perlindungan anak dari pelecehan dan pedofilia terselubung.
Untuk para orang tua dan pendidik, mari menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat: batas tubuh anak adalah suci dan harus dihormati. Tidak ada alasan religius, sosial, atau budaya yang membenarkan orang dewasa mencium, memeluk, atau menyentuh anak tanpa kepantasan, apalagi dengan intensitas yang mengganggu. Tugas kita bukan hanya melindungi, tapi juga mendidik anak agar berani berkata “tidak” ketika merasa tidak nyaman—bahkan kepada figur yang dihormati.
Menjaga kehormatan anak adalah tanggung jawab setiap orang tua, yang kelak pasti akan diperhitungkan di akhirat
Kepada tokoh publik seperti Gus yang viral, inilah saatnya berhenti dan bercermin. Tindakan menciumi anak kecil berulang kali bukan bentuk kasih sayang, tapi pelanggaran etika, adab, dan potensi pelecehan.
Dalam kajian psikologi, perilaku semacam itu bisa dikategorikan sebagai grooming behaviour—yakni upaya membangun kedekatan dengan anak untuk menormalisasi kontak fisik yang tidak pantas. Ini berbahaya, baik bagi anak maupun bagi masyarakat yang menonton dan menirunya.
Rasulullah dikenal penuh kasih terhadap anak-anak, namun beliau tidak pernah melampaui batas kesopanan. Kasih sayang beliau diwujudkan lewat doa, perhatian, dan sentuhan hati.
Anak-anak bukan objek kegemasan; mereka amanah yang harus dilindungi. Pendidikan perlindungan anak dimulai dari kesadaran kita sendiri—bahwa setiap bentuk pelecehan, sekecil apa pun, tidak boleh diberi ruang di rumah, sekolah, ataupun panggung keagamaan.
Tabik,
Nadirsyah Hosen