Tiba-tiba sopir gue merasa punya hak buat bawa mobil orang seenaknya ke Jawa tanpa izin. Pas gue tanya, โNgapain bawa mobil saya?โ alasannya buat jemput anaknya di pondok karena lagi sakit.
Maksud gue, WOY, itu mobil kita! Ngapain dipakai seenaknya tanpa izin, apalagi dibawa sampai ke Jawa? Dulu waktu kita belum punya mobil, kita juga sewa, bukan asal pinjam mobil orang sana-sini. Kok sekarang enteng banget pakai mobil kita tanpa izin? ๐ก
Yang bikin makin kesel, pas mobilnya balik, kondisinya kotor banget dan berantakan. Abu rokok di mana-mana, puntung rokok juga berserakan.
Sumpah, pengin ngomong kasar banget! ๐ค
@B3doel___ dari atas sampai bawah, kok orangยฒ dg mental perampok banyak yah. korupsi, menjarah, ambil lahan orang, ambil jalur orang (lawan arah), jarah fasum, jarah hak orang, buang sampah sembarangan, rokok sembarangan, pungli, palak, bully ... dll. Duh Gusti, selamatkan bangsa ini ....
Jatuh ke Jurang Oli Malah Dijarah, Sopir Memohon Minta Warga Jangan Ambil Muatan
Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itu gambaran yang paling pas untuk nasib sopir truk boks N-9481-UV ini.
Saat membawa 20 ton oli dari Tangerang menuju Surabaya, truk mengalami rem blong di turunan ekstrem Alas Roban hingga terjun ke jurang, tetapi penderitaan belum selesai karena sejumlah warga yang datang malah sibuk mengangkut muatannya.
Kecelakaan bermula ketika truk boks N-9481-UV membawa muatan sekitar 20 ton oli dalam perjalanan dari Tangerang menuju Surabaya pada Selasa (6/10/2026).
Ketika melintasi turunan tajam jalur Daendels di kawasan Alas Roban, Kabupaten Batang, truk mengalami rem blong sehingga lajunya tidak lagi dapat dikendalikan.
Kendaraan tersebut akhirnya hilang kendali dan terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Pasca kecelakaan, sejumlah warga berdatangan ke lokasi dan melihat puluhan dus serta botol oli berserakan di dasar jurang.
Alih-alih membantu korban atau mengamankan barang, beberapa warga justru mengambil oli tersebut dan memasukkannya ke dalam karung maupun kardus.
Aksi itu bahkan sempat direkam oleh sopir menggunakan kamera ponsel hingga videonya kemudian beredar luas di media sosial.
Dari rekaman tersebut terdengar sang sopir berkali-kali meminta warga berhenti mengambil barang yang bukan milik mereka dan mengingatkan agar tidak memanfaatkan musibah orang lain.
Namun teguran tersebut sempat tidak digubris dan warga masih terlihat membawa sejumlah kemasan oli dari lokasi kecelakaan.
Situasi akhirnya berubah setelah personel Satlantas Polresta Batang tiba dan melakukan penanganan serta mensterilkan area kecelakaan.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan karena di saat seorang sopir sedang menghadapi musibah, sebagian orang justru memilih mengambil kesempatan dari barang yang berserakan.
@tijabar Ina Liem hanya makelar pendidikan, bukan ahli. Latar belakang pendidikannya saja desain interior dan bisnis tetapi sok tahu tentang pendidikan luar negeri.
Semakin terang Wapres ngga lulus diploma UTS Insearch.
Klo gibran lulus, pasti ada sertifikat kelulusan & lanjut S1 ke UTS. Ini malah ke Singapura ngulang lagi ambil Diploma di MDIS.
Dua diploma:
UTS Insearch: ngga lulus.
MDIS: lulus.
Sertifikat attendance-nya mending dibuang.
Omongan senator Bali yang merendahkan wisatawan lokal mulai berdampak.
Orang ini dukung Bali, sering ngonten tentang Bali dan bikin event akhirnya kecewa karena direndahkan dan memilih liburan bukan ke Bali tapi Vietnam.
Mana nih @KemenPariwisata kenapa dibiarkan wisata Indonesia dirusak oleh satu orang anggota @DPDRI .
Yth. Pak Senator yang Teramat Mulia dan Sangat Mencintai Bule.
Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kuliah "etika berwisata" serta wejangan "introspeksi diri" yang sangat mencerahkan bagi kami, para turis lokal nan jelata ini. Sungguh sebuah analisis yang sangat visioner ketika Anda menjelaskan bahwa keramahan di tanah air sendiri ternyata ada tarifnya: lembaran uang tip!
Maafkan kami, warga negara Indonesia yang kurang beretika ini, karena saat liburan di negeri sendiri hanya membawa uang pas-pasan dan bukannya menghujani pelayan dengan tip melimpah ala bule pujaan Anda. Kami memang sungguh tidak tahu diri karena sempat-sempatnya menawar harga dan punya banyak kemauan, padahal status kami hanyalah "turis lokal" yang tidak bikin siapapun exciting untuk melayani.
Terima kasih juga sudah menegaskan betapa pentingnya pasang badan untuk melindungi jutaan bule asing, sementara warga sendiri disuruh sadar posisi dan jangan banyak nuntut.
Sungguh pengabdian yang luar biasa, Pak! Mulai sekarang, kami sadar diri: sebelum berani menginjakkan kaki di tempat wisata, kami harus menukar uang ke Valas dulu dan latihan membungkuk lebih rendah daripada wisatawan mancanegara.
Semoga dedikasi Anda dalam mengagungkan turis asing dan mengerdilkan bangsa sendiri selalu membawakan tip yang melimpah.๐คง
@keluhkesahkonoh denda setinggi-tingginya saja. di kepala mereka kosong, songong, arogan, gak peduli merugikan orang lain. sodaraยฒ saya banyak yg ngerokok, tapi bisa taat aturan, kalo dapat kamar no smoking, maka ngerokok di luar. hidup harus punya tenggang rasa.