Tahukah Anda bahwa dalam 50 tahun terakhir, Sumatera telah melakukan trik sulap terbesar dalam sejarah peradaban kita, di mana jutaan hektare hutan rimbun diubah menjadi kebun monokultur dan tanah gersang—tanpa suara, tanpa jejak, dan sering kali dianggap legal berkat secarik kertas bernama izin. Akibatnya, harimau kehilangan rumahnya lebih cepat daripada kita kehilangan integritas dalam menjaga paru-paru dunia.
Penulis: ET Hadi Saputra, (12-12-2025)
Mari kita bicara santai sejenak. Anggap saja kita sedang duduk di kedai kopi, menyeruput robusta Lampung, sambil memandang peta hutan Sumatera—bukan peta wisata.
Jika Anda melihat infografis tutupan hutan Sumatera dari 1975 hingga 2025, Anda tidak sedang melihat data, melainkan obituari: surat kematian massal. Warnanya berubah drastis—from hijau tua menjadi kuning, cokelat, hingga botak plontos, mirip kepala pejabat yang kebanyakan mikir proyek.
Lima puluh tahun cukup singkat bagi umur bumi, tapi cukup lama bagi kita untuk menghabisi warisan jutaan tahun. Dulu Sumatera disebut "The Emerald of the Equator", Zamrud Khatulistiwa. Kini lebih pantas "The Palm Oil of the Equator".
Saya tertawa miris karena ironinya terasa pahit di lidah.
Secara hukum, kita punya segudang aturan tebal dan canggih: Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Lingkungan Hidup, istilah seperti Sustainable Development, Green Economy, hingga Intergenerational Equity. Membacanya, mahasiswa hukum semester satu pasti mengira negara ini surga ekologis.
Faktanya? Nol besar.
Hukum tajam ke penebang liar yang cari nafkah, tapi tumpul—bahkan patah—saat berhadapan dengan korporasi pemegang HGU. Hutan lindung disulap statusnya lewat "alih fungsi lahan"—bahasa halus untuk pemusnahan fungsi alam.
Di mata hukum administrasi, perizinan adalah raja. Membabat ribuan hektare jadi prestasi ekonomi: pendapatan daerah naik, devisa naik. Tapi biaya sebenarnya—banjir Bengkulu, longsor Sumatera Barat, asap Riau—tidak pernah masuk neraca perusahaan sawit atau bubur kertas. Yang bayar? Rakyat kecil.
Pasal 33 UUD 1945 menyatakan bumi dan air dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat—artinya dijaga, bukan diobral. Jika hutan habis dan rakyat kebanjiran, di mana kemakmurannya? Hanya untuk segelintir orang yang punya akses stempel basah di Jakarta?
Kita juga lupa hukum adat. Masyarakat adat menjaga hutan ratusan tahun sebelum negara berdiri, dengan kearifan lokal yang melarang tebang sembarangan. Kini dilindas ekskavator atas nama investasi. Hukum positif sombong, menganggap hukum adat kuno dan menghambat pembangunan. Padahal hutan adat masih utuh, sementara hutan negara gundul. Aneh, bukan?
Polanya menjijikkan: tebang hutan (cuan pertama), tanam sawit (cuan kedua), tinggalkan tanah rusak (bencana buat rakyat). Aktivis lingkungan yang protes dituduh anti-pembangunan.
Sarkasme terbesar: merayakan Hari Lingkungan Hidup dengan tanam seribu pohon di halaman kantor gubernur, sementara sejuta pohon ditebang di belakang.
Kita butuh revolusi hukum. Hukum tak boleh lagi jadi stempel legalisasi kerusakan. Pendekatan ultimum remedium dalam kasus lingkungan harus dibuang; pidana harus di depan untuk kerusakan masif: sita aset, miskinkan pelaku, pulihkan alam.
Berani? Saya ragu. Terlalu banyak kepentingan dan amplop di bawah meja.
Jadi, 50 tahun hilangnya hutan Sumatera bukan takdir, melainkan pembunuhan berencana—pelakunya keserakahan yang berselingkuh dengan kekuasaan, dinikahkan oleh hukum lemah syahwat.
Jika tren ini berlanjut, 50 tahun lagi anak cucu kita tak akan tahu Harimau Sumatera selain dari video YouTube lawas. Mereka tak akan rasakan sejuknya Bukit Barisan—hanya panas, debu, dan dongeng tentang pulau hijau yang dulu ada.
Cerita tragis karena kita terlalu sibuk menghitung laba sampai lupa cara bernapas.
#hutanSumatera #deforestasi #hukumlingkungan #bencanaekologis #kritis #ethadisaputra #majalahforumkeadilan #sumatra #lingkunganhidup #saveforest
Pak Presiden @prabowo saat ini (setelah bencana banjir longsor lumpur, kayu gelondongan) sudah tidak relevan lagi memilah yg Legal dan Ilegal.Melihat masifnya kerusakan, kehancuran lingkungan, infrastruktur, kematian kehidupan, rakyat yg kehilangan ayah ibu anak saudara, flora fauna hancur. STOP penebangan sekarang.
Berapa uang Negara dapat selama ini dr penebangan hutan? Sawit? Tambang? Berapa kerugian Negara setelah bencana ? Berapa kerugian masyarakat material & immaterial ? Pasti tidak berimbang. Dengan segala hormat, mohon hentikan dengan kuasa Bapak Presiden @prabowo sebagai pimpinan tertinggi di NKRI.🙏🙏🙏🙏
Saya yg bodoh tidak berpendidikan jadi dong dan mengerti setelah dapat share dr kawan : hitungan Alumni ITB jur matematik menganalisa kenapa terjadi banjir di Sumatra..👇
Terumbu karang di dekat pulau yang jadi area penambangan di Raja Ampat, ditemukan dalam kondisi rusak parah, menurut hasil investigasi LSM konservasi Auriga Nusantara dan Earth Insight.
Hampir 25 tahun mengikuti Inter dan ini merupakan pertandingan paling seru selama babak semifinal Liga Champions!!
Barca good game
Tapi maaf Inter mental Juaraa !! 🏆
#InterBarca
Tehnik Marketing Jualan Lukisan hingga berlipat2 harganya dalam Kontroversi Pembatalan sepihak Pameran Lukisan dari Yos Suprapto.
Modus bisnis lukisan terbaru di Indonesia berkedok kontroversi politik.
Residu Pilpres 2024 dimanfaatkan semaksimal oleh ybs 😁
Bahas Yuk ?
yang nyelewengkan dana CSR politisi, kok yang dibesar-besarkan nggeledah ruangan Gubernur BI?
ada proyek politik, apa ya?
mosok Gubernur BI nangani urusan sekian level di bawahnya?
semoga kebrengsekan politisi terungkap, termasuk yg berkaitan dengan rehabilitasi pascatambang.
guys jangan lupa juga yaa, ada masalah genting di dalam negara kita sendiri. ayo bantu tanda tanganin petisinya, dan share ke sosial media kalian.
1. https://t.co/zYHOvVp82B
2. https://t.co/k0kCltmSLt
ALL EYES ON PAPUA
ALL EYES ON PAPUA
#Alleyesonpapua#Alleyesonpapua
Film ini recommended buat kamu yang doyan film "mengandung bawang". Dan juga khususnya bagi mereka yang akhirnya akan Pulang.
Film PULANG bisa ditonton di link ini. Siap2 pipi basah berlebihan aja di 5 menit terakhir 🥹
https://t.co/CK7pHaWna5
8,5 / 10
Suksma pak, dengan statement bapak ini sudah mengubur semua impian adik2 kami dan rejeki para pelaku usaha di Bali 💔. Sampunang meneng manten pak, siup arake sambilang mesaut !
Tgl 28 Maret pagi2 tiba2 Tsunami Isu itu datang dengan statement Koster yang mengirim pesan yg paling ditakutkan oleh Bule : kalo Bali Trauma dengan Bom Bali di Legian..
Pernyataan dari seorang Kepala Daerah atas Wilayah Sentral di Negeri yaitu Bali memberikan pesan khusus
Tgl 28 Maret pagi2 tiba2 Tsunami Isu itu datang dengan statement Koster yang mengirim pesan yg paling ditakutkan oleh Bule : kalo Bali Trauma dengan Bom Bali di Legian..
Pernyataan dari seorang Kepala Daerah atas Wilayah Sentral di Negeri yaitu Bali memberikan pesan khusus
Lini Masa Piala Dunia U-20 2023!🇮🇩🥹, Written by @GOAL_ID
• Oktober 2019 : Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 dalam Rapat Dewan FIFA di Shanghai, mengalahkan kandidat lain seperti Peru dan Brasil.
• Desember 2020 : Pandemi Covid-19 membuat Piala Dunia U-20 2021 dibatalkan. Namun, Indonesia tetap diputuskan FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Jadwal baru turnamen ditentukan, menjadi 20 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023.
• Juli 2022 : Israel kalah dari Inggris di final Euro U-19 2022. Sebagai runner-up, Israel berhak tampil di Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia
• Oktober 2022 : Tragedi Kanjuruhan terjadi. Sempat terancam, tapi status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tidak berubah.
• Februari 2023 : Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa. Piala Dunia U-20 2023 jadi fokus utama Erick Thohir.
• 14 Maret 2023 : Gubernur Bali I Wayan Koster menolak kehadiran Israel. Penolakan juga diserukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga partai politik dan ormas.
• 25 Maret 2023 : Undian Piala Dunia U-20 2023 yang sedianya akan digelar 31 Maret dibatalkan. Muncul kekhawatiran turnamen juga akan batal diselenggarakan di Indonesia.
• 29 Maret 2023: FIFA resmi membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Keputusan ini dikeluarkan otoritas tertinggi sepakbola dunia itu di tengah gejolak penolakan terhadap Israel sebagai salah satu peserta turnamen.
NT🇮🇩💔🥹
📝@GOAL_ID