@maman1965@JNE_ID Terjemah buku karya james borg yang isinya tentang bagaimana memahami bahasa tubuh. Kenapa membuat jatuh cinta, dengan memahami lawan bicara melalui gerak tubuh diharapkan bisa terjadi komunikasi yang baik dan setara tidak ada ketimpangan dan dominasi...
@maman1965@JNE_ID Resolusi 2026 membudayakan hidup sehat dengan olahraga bagi fisik dan membaca bagi otak dengan target 1 bulan bisa punya 1 buku baru biar mengingat kaya jaman kuliah dulu #JNEConectingHappiness
Sesekali pandanglah wajah istrimu. Perhatikan dengan seksama garis halus di keningnya. Jangan berhenti sampai kau temukan senyum kecil di ujung bibirnya.
Lalu ucapkan dengan berlahan “Suwun yo, wes gelem nerimo lanangan koyok aku” 😁
Pengangguran Massal 😥
Yoshua Bengio, salah satu bapak pendiri kecerdasan buatan (AI) modern dan penerima penghargaan Turing, mengeluarkan peringatan keras. Bahwa hampir semua pekerjaan manusia akan lenyap karena AI. Bukan lagi soal “mungkin” atau “jauh di masa depan”, tapi hanya tinggal menunggu waktu.
Menurutnya, pekerjaan kantoran seperti administrasi, penulisan laporan, analisis data, hingga coding akan menjadi yang pertama hilang karena AI sudah mampu melakukannya lebih cepat dan murah.
Bahkan anak muda Generasi Z yang baru lulus kuliah saat ini sedang kesulitan mencari pekerjaan entry-level karena banyak perusahaan sudah menggantinya dengan software AI.
Banyak orang berpikir pekerjaan manual atau fisik seperti tukang ledeng, tukang listrik, atau montir akan aman lebih lama. Namun Bengio menegaskan bahwa itu hanya penundaan sementara. Robot-robot di pabrik dan gudang semakin canggih, mengumpulkan data besar-besaran yang membuat AI belajar melakukan tugas fisik dengan sangat presisi.
Pada akhirnya, bahkan pekerjaan yang butuh tangan manusia pun bisa digantikan sepenuhnya. Ini berbeda dari revolusi industri sebelumnya, di mana mesin menghapus pekerjaan lama tapi menciptakan pekerjaan baru, kali ini, AI bisa melakukan hampir segala yang manusia lakukan, bahkan lebih baik.
Peringatan Bengio ini seperti alarm darurat bagi kita semua. Dia sendiri menyesal tidak menyadari risiko ini lebih awal dan kini aktif mendorong pengembangan AI yang aman.
Masyarakat dan pemerintah perlu segera mempersiapkan solusi, seperti pelatihan ulang tenaga kerja, pendapatan dasar universal, atau aturan ketat terhadap perusahaan teknologi. Jika tidak, kita bisa menghadapi pengangguran massal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Intinya, masa depan di mana manusia tidak lagi perlu bekerja sudah di depan mata. Pertanyaannya, apakah kita siap menyambutnya dengan bijak?
https://t.co/4X3gtXYZo7
Info Baru lur
Ada 57 budaya asal Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025 meliputi:
Ratiban Pandansari
Horog-Horog
Batik Jepara
Grebeg Tanjungsari
Tata Rias Pengantin Srimpi Priyayi
Tahok
Manganan Janjang
Wukon Warga Adat Kalikudi
Sedekah Bumi Banjarwaru
Ilir-Ilir
Baratan Kalinyamatan
Pindang Serani
Memeden Gadhu
Sop Snerek
Kesenian Brendung
Kesenian Manongan
Laesan Lasem Kabupaten Rembang
Kriya Seni Tatah Sungging Wayang Kulit Sonorejo Sukoharjo
Gempol Pleret Sukoharjo
Bedhaya Duradasih
Bedhaya Sukoharjo
Canthik Kyai Rajamala
Lagu Bengawan Solo
Pengantin Basahan Gaya Surakarta
Srimpi Lobong
Tari Adaninggar Kelaswara
Tari Golek Lambangsari Pura Mangkunegaran
Bangilun
Arab Pegon Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu
Ukir Kaligrafi Jepara
Kaligrafi China Semarang
Tradisi Bubur Samin Masjid Darussalam Surakarta
Bubur India Koja Semarang
Tradisi Ambeng Desa Tieng
Lam Koan
Sidekah Kupat
Guyang Cekathak
Syawalan Lopis
Sego Megono Pekalongan
Barongsai Semarangan
Wingko Babad Semarangan
Ganjel Rel
Batik Rifa’iyah
Perlon Unggahan Masyarakat Adat Banokeling
Buncisan
Wayang Gagrag Banyumas
Reog Naluri Brijo Lor
Kethoprak Pati
Gong Cik
Selametan Giling Tebu Pabrik Gula Sragi
Gendukan
Jemparingan Surakarta
Kembar Mayang Surakarta
Srimpi Gandakusuma
Tari Prawira Watang Surakarta
Wayang Kedu Gagrag Wonosaban
Mie Ongklok
(Pd/Ul, Diskominfo Jateng)