@Prampox@Zhang_Hendy@G_minton Ya endingnya memang balik ke FFBAd, tinggal mereka mau fair-fairan atau pake sisi kemanusiaan ceunah. Kalo fair-fairan, Popov lebih pantas, karena dari rank yang bener mereka qualified.
@Prampox@Zhang_Hendy@G_minton 9. FFBAd mengajukan buat nambahin spot MD ke BWF, karena mikir polemik ini karena kesalahan BWF dari awal.
Di sini, kubu Labar/Corvee nggak terima KARENA MEREKA PIKIR MEREKA YANG QUALIFIED (BASED ON WRONG VERSION)
@Prampox@Zhang_Hendy@G_minton 5. BWF SADAR KALO MEREKA SALAH
6. Lalu diperbaiki, dan Popov jadi QUALIFED
7. LABAR/CORVEE merasa NGGAK TERIMA KARENA SEHARUSNYA MEREKA YANG QUALIFIED
@Prampox@Zhang_Hendy@G_minton Komenmu keluar konteks.
Gini ane jelasin, ya.
1. BWF salah ngitung
2. Karena kesalahan itung ini (poin Sudirman Cup) ada kesalahan posisi di sektor ganda
3. Lucas/Labar DIUNTUNGKAN awalnya
4. Sampai sebelum BEC, secara matematis, HARUSNYA LUCAS/LABAR yng QUALIFIED
@Prampox@Zhang_Hendy@G_minton Untuk periode yang lama; satu tahun, Corvee/Labar di-PHP poin palsu. Andai BWF bener ngitungnya; or at least sadarnya nggak terlalu lama, Corvee/Labar bakal lebih menerima kalo yang dipilih Popov.
@Zhang_Hendy@G_minton Ditambah petisi dari Delrue yang meminta FFBAd buat memilih Corvee, tentu kubu Popov nggak terima karena Popov lah yang harusnya lolos.
@Zhang_Hendy@G_minton Ya nggak mengubah, tapi posisi FFBAd jadi "sulit" karena kedunguan BWF.
Andai sejak awal BWF bener dalam mengkalkulasi poin, FFBAd bisa DENGAN MUDA DAN FAIR memilih MD mereka based on rank. Cuma kan kondisinya nggak begitu.
@G_minton Federasi Jerman kayanya sekaeang lagi ngomporinΒ² Popov buat mendesak FFBAd ngirim mereka. Soalnya si Fabian Roth bakal qualified juga kalo Toma rangkap. π