ini parah banget sih, anak SD diboongin katanya pawai tapi taunya demo mendukung MBG
bahkan guru pun gak bisa menolak karna diintruksi dari Kepala Dinas Pendidikan
lokasi : batam
Kucing stray ini mukanya polos banget 😭💗
I hope every fur-baby is treated with kindness, no matter where they are. Semoga semua kucing liar kayak dia selalu dapat kasih sayang ya… 🥺
Innalillahi wa ilaihi rajiun. Parantos ngantunkeun arurang sadayana Kang Icuk Baros (Saep Copet) Dinten ieu di Rumah sakit Cibabat Cimahi tabuh 08.51 euy
Mugia Almarhum ditampi iman islam, sadaya kalepatan na dihapunten, sareng dicaangkeun di Alam Kuburna 🙏
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Melihat mahasiswa UGM meneriakkan “Revolusi!” di depan Budiman Sudjatmiko, saya langsung merinding….
Ada ironi sejarah di sana
Dulu, Budiman adalah aktivis yang turut meneriakkan perlawanan. Malam ini, teriakan itu justru diarahkan di depan mukanya persis
dan ya sejarah sedang berputar
Stay safe kawan2 UGM! Panjang umur perjuangan
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, kritik MBG, lalu terima ancaman penculikan, dikuntit orang tak dikenal, keluarganya diancam.
Sekarang dilaporkan ke polisi atas tuduhan hina presiden.
Yang melaporkan: Firdaus Oiwobo (gelarnya ga usah ditulis, pusing)
Orang yang sama yang:
a.naik ke atas meja di persidangan PN Jakarta Utara
b. dibekukan status advokatnya oleh Mahkamah Agung
c. dipecat dari Kongres Advokat Indonesia
Dengan lambang organisasi menampilkan granat, pisau, dan senapan.
Nama organisasinya: PEMBASMI.
Mahasiswa yang kritik kebijakan publik, dilaporkan hina presiden , oleh pengacara yang pernah dibekukan MA karena naik ke meja hakim.
Siapa sebetulnya yang perlu ditertibkan di sini?
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.