Formula bisnis yang udah dipake berulang kali dan masih works:
1. Liat apa yang lagi rame di China
2. Bawa ke Jakarta
3. Kalau laku, bawa ke Jogja
4. Kalau laku, bawa ke Surabaya dan Bandung
5. Kalau masih laku, bawa ke kota-kota kecil di Jawa Tengah
6. Kalau masih laku, bawa ke luar Jawa
China itu basically test market terbesar di dunia. 1,4 miliar orang. Kalau sesuatu works di sana, kemungkinan besar works juga di Asia Tenggara.
Tinggal adjust harga dan selera lokal.
SEMUA
I repeat,
SEMUA
zat yg kita konsumsi itu ada yg namanya LD50 (Lethal Dose, 50%) atau dosis dimana 50% populasi binatang percobaan yg kita kasih itu meninggal.
LD50 eugenol
- Mice (Oral): >1,500 mg/kg body weight (bw)
- Rats (Oral): >2,000 mg/kg bw (OECD Guideline 423)
Makanan yg umum kita konsumsi sehari2 saja kalo dikonsumsi dalam jumlah banyak jg bersifat lethal.
Contoh:
LD50 kafein adalah 150-200mg/kg berat badan. Jika berat badan manusia rata2 misalkan 70-80kg, maka dosis kafein sekitar 10 gr s/d 16 gr itu bisa mematikan.
1 gelas kopi (sekitar 230-240ml) mengandung kurang lebih 95 mg kafein yang berarti kalo kita minum 105 gelas kopi (24 liter kopi) sekaligus, maka kandungan kafeinnya cukup tinggi untuk mencapai LD50.
Kesimpulannya apa?
Lebih kritis dalam menyingkapi informasi seperti ini, jangan ditelan bulat2.
This is WRONG. Yes, they won the election but they didn't represent the majority of electorates (those who were eligible to vote). Only 81% of people participated in the election, which means only 46,98% (58 x 81/100) voted for them.
The majority 53% DID NOT VOTE for them.
@MasMasBiassaa Pengen tau harga malah disuruh dm, giliran harga ga cocok dibilang konsumen nanya2 doang, padahal kalo harga dicantumin dan dari awal ga cocok mah kita ga akan nanya
@AwVirals Malem itu emang bukan waktunya main untuk anak2, malem itu waktunya istirahat, belajar atau bersenda gurau di rumah sama keluarga
Bullying harus dihukum, dan sebagai orang tua kita juga harus introspeksi bagaimana kita bisa mencegah anak kita membully atau dibully
@ariefsujatmiko@DrEvaChaniago Lah iya maksudnya yg bisa dipaksa keadaan kan bukan cuma orang tua, anak juga bisa
Kalo sekarang kita menormalisasi anak dititip ke pembantu, maka jangan heran kalo di saat anak2 itu besar mereka akan menitipkan orang tuanya ke pembantu seperti cerita bu dokter di atas
@Komentarkita69@fajarnugros Betul, masalah kita buka kekurangan orang baik yg mau berderma. Tapi ya itu dia, harusnya ada pencatatan yg baik mengenai kondisi orang2 yang kekurangan.
@embriopertamax @bangZhack86 Betul, harusnya rt/rw yg bisa menolong orang ini, caranya dengan memprioritaskan untuk bansos, lapor ke baznas atau lazis terdekat, atau ajak warga yg dia tau berlebih hartanya untuk ikut membantu.
Tapi rt/rw ini juga harus terus dikasih contoh yg baik sama pejabat level atas.
@YakhupRamadhon@fajarnugros Nah itu masalahnya, gimana caranya orang2 yg uangnya banyak itu bisa kenal orang2 yg hidupnya rawan semacam yg ada di kutipan berita di atas. Itu lah sebetulnya peran pemerintah di sini.
Jadi masalahnya bukan orang2 kaya kurang berderma, penyalurannya yg harus diperbaiki