Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
โEMANG GUE PIKIRINโ dan disambut tepuk tangan yang meriah
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 โ harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Wajibbbb Di Spiralkan โผ๏ธ
Logikanya dimana nihhhhh...??
Pemilik rumah kok masih harus bayar PBB???
Padahal Rumah milik sendiri lohhhh.....
Kita iniiiii sudah *MERDEKA* apa belum sihhhh ??
Kecuali HGU perkebunan, tambang atau bangunan komersial hotel, hall dan pertokoan dimana aset tsb menghasilkan baru bisa dikenakan pajak......
Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Ada yang mau bilang beliau Diktator..? Tiran..?
Fine, faktanya, 1998 ia sukarela mundur, tak kerahkan Kopassus, Marinir, Brimob untuk ngotot amankan kekuasaannya.
Kalau mau, bisa saja kriminalisasi politisi yg mengkhianatinya atau berondong peluru ribuan demonstran yg minta dirinya lengser.
Mau bilang beliau Korup..?
Fine, tapi faktanya Indonesia dari Bangkrut jadi Bangkit. Dari Miskin jadi Kaya. Dari goblok dan buta huruf jadi berpendidikan dan melek aksara.
Mau bilang beliau antek asing..?
Fine, nyatanya beras ekspor, minyak malah jadi eksportir utama dunia dan anggota aktif OPEC tanpa perlu jadi jongos negara Teluk dan Barat.
Mau bilang pro Oligarki..?
Fine, nyatanya konglomerat yg berbisnis pun ada batasannya, tidak dibiarkan seenak dan sebebasnya merampok tanah negara dan tanah rakyat atas nama PSN.
Mau bilang beliau Rakus dan Tamak..?
Fine, tapi nyatanya nggak ada sunat anggaran pendidikan dan subsidi minyak cuma buat kasih makan rakyat, karena rakyat mampu cari makan sendiri.
Mau bilang beliau bikin rakyat kelaparan..?
Fine, faktanya dulu Kelompencapir masuk ke desa-desa bikin petani swasembada beras. Kok aneh setelah 28 tahun setelah beliau lengser malah KelomPinjol masuk desa dan bikin rakyat banyak yg bunuh diri akibat tak mampu beli beras..!!
Jadi siapa yg Badjinganโฆ.?
Front Persaudaraan Islam (FPI) diundang ke istana, Kamis, 5/3/2926.
Undangan kepada HRS namun beliau diwakilkan oleh Dr. Habib Hanif Alathas, Lc, MPd.
Tegas, meminta Peesiden segera keluar dari BoP.
โKami TIDAK PERCAYA AS-Israel!โ
Sc: suaradotcom
Epstein Files menyebut bahwa pandemi, covid dan vaksin hanyalah rekayasa Epstein dan Bill Gates?
โโ
Dulu kami sampe demo di Kemnkes, di BUMN, Marvest, DPR untuk meyakinkan ini semua.
Kalo perlu adu data adu journal.
Dari 2021 akhir kami bicara.
Sekarang baru pada kaget?
Sekarang baru pada percaya?
Percaya sama Epstein tapi gak percaya sesama rakyat?
Termasuk kami tolak genetical engineering pada nyamuk Aedes Aegypti menjadi nyamuk Wolbachia karena direkayasa oleh BG Foundation.
Kami juga pernah meminta Presiden agar keluar dari WHO Pandemic Treaty.
Kami juga meminta Presiden tolak BG dengan program vaksin TBC.
Eh malah nyambut BG dan mau jadikan rakyatnya kelinci percobaan vaksin.
Masih percaya segala covid, delta, omicron, dll yang virus itu hanya rekayasa?
Masih mau badan kita disuntikkan cairan berbahaya?
Bukan Konoha kalo gak aneh !
LOKER PALING ANEH DI 2026!
Upload berkas lamaran dan data pribadi auto kesebar ke publik. Dia yang bikin aturan perlindungan data, eh dia juga yang bocorin data sendiri.
Lawak banget. Ada yang berani submit?
Sc: abilsudarman
โ-
Gimana ini, min @kemkomdigi ???
Even journalists couldnโt hold back their tears.
CNN Indonesia reporter Irine Wardani broke down while covering the Sumatra disaster, which has claimed at least 1,030 lives. Reporting live from Aceh with cameraman Urip Handoyo. ๐ Aceh Tamiang, Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Rezim Prabowo dibully oleh warga dunia. Tapi pemimpinnya belum tentu tahu loh, krn ada yg protek & menyeleksi info buat beliaunya. Maka tak heran kalo reaksinya spt ini: "Saya kaget krn ternyata banyak yg berterimakasih kpd kita...bla bla bla.."๐
Helikopter Datang, Bantuan Tak Diturunkan: Warga Langsa Kecewa
Langsa โ 3 Desember 2025. Warga korban banjir di Langsa mengaku kecewa setelah sebuah helikopter bertanda BNPB datang ke lokasi pengungsian, namun tidak menurunkan bantuan apa pun.
Menurut keterangan warga di video, mereka telah menunggu hampir satu jam, bahkan diminta jongkok dan berbaris karena mengira bantuan akan dibagikan. Namun setelah sesi foto dan koordinasi dengan pejabat setempat, helikopter tersebut kembali terbang tanpa menurunkan logistik.
Rekaman warga ini menambah panjang kritik publik terhadap penanganan bencana yang dinilai tidak responsif dan lebih berorientasi pada pencitraan dibandingkan penyelamatan korban.