🚨🎙️🗣️: Tielemans on Bruno Fernandes
"They say Bruno Fernandes only Performs against small teams. That's true, because there is no bigger team than Manchester United".
(@GrahamTelegraph)
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
🎙️Rio Ferdinand on Arsenal after losing the Champions League final:
🗣️“Let’s be honest, Arsenal fans need to stop acting like this season was some dynasty.
Yes, you won the Premier League after 22 years, congratulations… but when the pressure hit in Europe again, what happened? Same old story.
🗣️You cannot keep talking like kings of Europe, Arteta saying ‘we are champions already,’ then lose on penalties when it matters most.
At some point, Arsenal fans have to ask themselves a serious question: is this a winning mentality or just another classy version of bottling?
🗣️Because elite clubs don’t celebrate progress every year. They finish the job., that’s why I was laughing at Arteta when he said he’s the champion of Europe it’s a disgrace. ”
الكرة ضربت بساق لاعب باريس و ذهبت ركنية
لاعبينه ما طالبوا بلمسة يد و هو على الدكة يطالب و يستنجد بأي شيء بدون ادنى فكرة عن اللي صار من هالفرصة
هذا ديدنه اضافة إلى أسلوبه القبيح
ارتيتا هو السبب في كراهية العالم كله لفريقه و يستحق هالكراهية و الشماتة للأبد
Nopek, komika yg mencatat rekor tour 28kota seIndo dgn berbahasa Jawa. Bukan komika politik tapi sesekali nembak: pecah!
Penampilan di SUCI 12 Kompas TV, sabtu lalu, meninggalkan tanya “setakut itukah Media hari ini dgn Pemerintah?“
sampai komika post sendiri shownya yg dicut.😅
Januari 2020. MU lagi dalam kondisi yang susah dideskripsikan.
Lini tengah diisi Fred, McTominay, Matic, Andreas Pereira. Pogba. Dari nama-nama tadi, praktis hanya Pogba yang di level world-class. Matic sudah habis, McTominay terlau inkonsisten, Fred juga, Pereira apalagi. Kreatifitas tim hampir nol. Solskjaer butuh sesuatu, dan dia memutuskan untuk mendatangkan seorang gelandang dari Liga Portugal.
Reaksi publik? Skeptis. Wajar.
Datang dari Sporting CP, liga yang bukan benchmark kualitas Eropa. Badannya krempeng, bukan tipikal gelandang Premier League yang kekar dan bisa survive di intensitas liga Inggris. Belum pernah sekalipun proven di level ini.
Tapi dari menit pertama dia injak lapangan Old Trafford, ia langsung kasi instant impact ke dalam tim. Ia langsung keliatan beda mulai dari cara dia membaca permainan, cara dia bikin orang lain terlihat lebih baik, cara dia selalu ada di momen yang paling penting.
Enam musim berlalu. Manajer silih berganti. Tim naik turun, hancur, rebuild, hancur lagi. Sementara Bruno tetap ada. Week in, week out.
Dan musim ini, di tengah MU yang masih dalam transisi, dia diam-diam nulis namanya di buku sejarah Premier League.
21 assist dalam satu musim. Henry cetak 20 di 2002/03, setahun sebelum Arsenal Invincibles. De Bruyne cetak 20 di 2019/20 dengan mesin City yang hampir sempurna di belakangnya.
Bruno melakukannya dengan absen di 3 laga, dan dengan tim yang masih cari bentuk terbaik mereka. Dari gelandang Liga Portugal yang diragukan, jadi pemegang rekor assist terbanyak dalam satu musim sepanjang sejarah Premier League.
Enam tahun. Tujuh manajer. Satu nama yang selalu ada di tengah semua kekacauan itu. Bruno Miguel Borges Fernandes! 👏👑
#utdfocusid #mufc