Kalau Rezeki Memang Untuk Kita, Dia Akan Kembali
Pasar sedang sepi.
Tiba-tiba datang tiga orang ibu-ibu.
“Mas, ayam berapa?”
“42 ribu sekilo, Bu.”
“Waduh... mahal ya.”
“Iya, Bu. Harga memang sedang tinggi. Tapi daging kita segar lho. Ini baru saja dipotong, masih hangat.”
Sedikit usaha mempengaruhi. 🤭
Mereka kemudian bergeser dan terlihat sedang berunding.
Saya cuma bisa menunggu sambil dalam hati ikut berdoa:
“Ya Allah.
kalau memang ini rezeki lapak kami, mudahkanlah.”
Beberapa saat kemudian.
“Sebentar ya, Mas. Saya muter dulu.”
“Ya, Bu. Silakan.”
Mereka pergi.
Saya cuma bisa menghela napas.
Mungkin memang belum rezeki.
Tapi lucunya, sebagai manusia kita sering bilang sudah pasrah dan percaya bahwa rezeki sudah diatur.
Begitu ada pembeli batal...
pikiran malah ke mana-mana. 😂
“Kurang ramah tadi?”
“Jangan-jangan ada yang salah?”
“Tadi ngomong apa ya?”
Sampai sempat mikir,
“Tadi aku punya salah sama siapa?” 🤣
Padahal mungkin memang belum waktunya.
Jadi saya coba belajar lagi:
Ikhlas.
Tetap berusaha.
Dan tetap berbaik sangka kepada Allah.
Satu jam berlalu.
Pelan-pelan dagangan mulai berkurang.
Lalu...
Tiga ibu tadi datang lagi.
“Mas, nggak boleh kurang harganya? Kami mau ambil banyak.”
“Buat jualan, Bu?”
“Bukan. Ada selamatan 100 hari ibu kami.”
“Oh, begitu. Butuh berapa?”
“150 potong ukuran besar.”
“Berarti sekilo potong 8 ya, Bu?”
“Iya, Mas. Genapin 20 kilo sekalian.”
160 potong.
Saya hitung sebentar.
“Harganya bagaimana, Mas?”
Saya sebenarnya nggak bisa kasih potongan terlalu banyak. Akhirnya saya samakan dengan harga langganan yang biasa dipakai untuk jualan.
“Kalau begitu saya potong Rp3.000, Bu. Jadi 39 ribu.”
“Boleh, Mas. Tapi bagian paha saja ya.”
😭
Dalam hati:
“Ya Allah... kok masih ada ujian lagi?” 🤣
Saya jawab,
“Maaf, Bu. Kalau paha semua nanti saya malah sisa dada banyak. Ini juga sudah mau jam pulang dan saya masih harus motong lagi untuk pesanan ibu.”
“Kalau campur paha dan dada saya kerjakan. Kalau paha semua, terpaksa saya nggak bisa, Bu.”
Mereka berunding lagi.
Saya pun berdoa lagi. 🤭
“Ya Allah,
Engkau Yang Maha Pemurah.lembutkan hati mereka untukku.”
Beberapa saat kemudian...
“Baik, Mas. Nggak apa-apa. Kita jadi 20 kilo, campur, potong 160.”
Alhamdulillah. 😁
Ternyata yang tadi saya kira bukan rezeki.
bukan pergi.
Dia cuma muter dulu. 🤣
Kalau memang rezeki kita, insyaAllah tak akan ke mana.
Tugas kita cuma tetap berusaha, tetap sabar, dan jangan buru-buru berprasangka.
Ketika pasar sepi begini. selalu berkecamuk pikiran macam macam 😁 mungkin bukan saya saja tapi setiap pedagang juga. Bahwa kekhawatiran itu selalu ada. Dan hanya berserah obatnya.
Tapi sulit.
Mas Botok dan Teguh AMPB akhirnya menemui pimpinan DPRI RI untuk menyampaikan dua yuntutan yaitu mengesahkan RUU Perampasan Aset dan Hukum Mati Kotuptor
botok pati akhirnya masuk ruang rapat paripurna dpr :
- pake kaus dan topi hitam
- botok masuk bareng 13 warga pati lainnya
- duduk di balkon nyaksiin rapat
- dia cuma pake kaus dan topi hitam
- pas botok masuk, habiburokhman lagi bacain laporan perkembangan ruu perampasan aset
- habiburokhman bilang ruu ini dipastiin disahkan paling lambat desember 2026
- abis laporan dibacain
- botok dan rombongan langsung keluar dari ruang paripurna
- botok lanjut ketemu wakil ketua dpr dasco di ruangan lain
ferry irwandi temuin warga pati di depan dpr: dukung
- demo 27 agustus
- disambut botok dan massa ampb
- ferry minta driver ojol beliin logistik buat warga pati
- ferry bilang kedatangannya bentuk dukungan
- karena hubungan udah akrab sama pati
- ferry imbau massa jaga solidaritas dan ga terpisah sendiri sendiri
- ferry ga bisa ikut demo besok
- karena subuh mau terbang ke kalimantan bawa bantuan karhutla
mau ngasih sedikit cerita, jam makan siang tapi bukannya makan malah milih nganterin logistik buat temen-temen yang hari ini turun ke jalan.
berawal dari rekening donasi yang ditahan, tapi yang terjadi malah sebaliknya: makin banyak orang yang tergerak buat ngirim bantuan. kalau pemerintah kira akses ke satu rekening bisa menghentikan gerakan rakyat, kayaknya mereka lupa kalau solidaritas nggak tersimpan cuma di satu nomor rekening.
mungkin contohnya ya bantuan ini, berasal dari sisa gaji kami yang udah dipotong pajak, buat menjaga rakyat yang lagi memperjuangkan haknya di hadapan pemerintah. ironisnya, pajak kami juga dipakai buat melawan kami 🥲
padahal rakyat turun bukan buat melawan negara, karena negara adalah kita. rakyat turun buat ngingetin kalau kekuasaan itu cuma titipan dan nggak ada pemerintah yang boleh merasa selalu benar atau nggak boleh dibantah.
semoga hari ini semuanya bisa menyampaikan aspirasi dengan damai, saling jaga, dan pulang dengan selamat. karena negara adalah kita. kekuasaan cuma titipan. suara rakyat bukan ancaman. #wargajagawarga
Bantuan logistik seberlimpah ini?!? 😱
Sampai harus diletakkan di bbrp titik..
Ini tidak sekedar pendemo dipastikan aman urusan logistik.
Tp yg seharusnya jd perhatian serius adl, masy mulai sangat terganggu dg keadaan bangsa saat ini.
Mungkin banyak yg terpaksa diam krn tdk bisa ngapa2in.
Begitu ada yg mewakili mereka...
Support pun diberikan.
Makin diblokir makin mengalir 🔥💪🏻
Terimakasih u/ smua yg peduli.
Update Terkini !!!
Logistik dari Team Dapur Umum Jakarta Meluncur tapi terhambat jalan ditutup jadi tidak bisa langsung drop ke depan Gedung DPR RI
Kamis 27 Agustus 2026
“Kenapa gue gak ngelawak lagi? Karena tugas gue diambil sama pejabat.”
Kalimat itu terpampang di kaos konten kreator komedi Arun Alif saat menyambangi gedung DPR RI, Rabu (26/8).
Arun mengaku kini mengalihkan kontennya dari komedi ke isu politik. Alasannya? Ia merasa lawakannya kalah lucu dibanding sejumlah pejabat.
Datang dari Indramayu dengan rombongan sepeda motor dan biaya pribadi, Arun membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
Simak cerita lengkap Arun yang memilih turun langsung menyuarakan aspirasinya jelang aksi di DPR RI, Kamis (27/8).
bantuan logistik buat aksi massa pati di depan dpr:
- perempuan pekerja patungan lewat grup wa
- buat beli air makan sama obat
- bantuan diserahin ke pos ampb depan gedung dpr
- mereka ga bisa ikut turun ke jalan
- jadi bantu lewat donasi aja
- bantuan dari warga lain juga terus ngalir kayak makanan buah sampe obat