GPT-5.6 Sol is now 70% off in Devin Desktop and Devin CLI, through October 3.
On FrontierCode 1.1, Sol achieves top-tier results. With this promo, it's one of the most cost-effective frontier models you can run in Devin.
Grok saya wajibkan buat handoff dan subplan jika dalam implementasi ada detail tambahan. Handoff ditulis langsung di bawah setiap part plan. Setelah quota kembali, Sol akan mereview semuanya.
Siasat menghadapi kuota GPT habis: buat plan di Chatgpt web pakai model terbesar & reasoning terkuat (Sol Pro), kasih ke Grok di repo utk diterjemahkan ke plan teknis, kembalikan ke GPT web utk direview & buat multiwave plan dgn Readme sbg router, kembalikan ke grok utk eksekusi.
@Kappaemme1926 I want 2x quota promotion like in the past. It should temporary solve this codex limit problem without worrying about when @thsottiaux will press the reset button again
@aptabeenhere Kalau tujuannya untuk menangkal abuser, kombinasi ip dan user/session bahkan tidak cukup. Perlu tambahan behaviour based. Lihat log cloudflare, abuser bahkan bisa kirim ribuan ip sekaligus.
Kecerdasan tinggi yang layak pada model AI besar namun hanya dapat dicapai dengan reasoning max tidak praktikal dalam penyelesaian tugas nyata harian. Karena user harus bertarung dengan waktu dan konsumsi token yang tinggi. Idealnya reasoning low dan medium saja cukup.
OpenAI's GPT-5.6 Sol is now half off on OpenRouter!
This also applies to batch API, flex, and priority (fast) tiers, giving you as low as $1.25 in and $7.50 out on the flex tier.
Discount applies automatically, just use openai/gpt-5.6-sol.
https://t.co/qi6sygRYaV
Ketiga gempa 15 Agustus berasal dari sistem tektonik yang berbeda dan saling berjauhan, sehingga tidak saling memicu; kejadiannya yang hampir bersamaan murni kebetulan. Rujuk info gempa pada ahlinya, seperti pak Daryono ini. 👇
FENOMENA EARTHQUAKE CLUSTERING: MENGAPA TIGA GEMPA 15 AGUSTUS TIDAK SALING BERKAITAN
-Dr. Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI)
Rangkaian tiga gempa bumi signifikan yg melanda kawasan Nusantara pada 15 Agustus 2026 terjadi dlm kurun waktu yg relatif sangat singkat, yakni hanya 18 jam 26 menit 57 detik.
Diawali oleh guncangan kuat M7,7 di Flores pada pukul 04:58:21 WIB, rentetan aktivitas seismik ini disusul oleh gempa M6,4 di Sumatra Utara pada 17:54:51 WIB, dan ditutup oleh gempa M5,9 di Parigi Moutong pada 23:25:18 WIB.
Kedekatan temporal ini kerap memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan efek domino antar-gempa, namun dari kacamata fisika bumi, fenomena ini dikenal sebagai earthquake clustering, sebuah kebetulan statistik di mana bbrp kejadian gempa independen terjadi berdekatan dlm kurun waktu tertentu tanpa adanya ikatan kausalitas langsung.
Secara sederhana, earthquake clustering adalah fenomena ketika bbrp gempa tjd berdekatan dlm kurun waktu atau wilayah tertentu, shg secara kasat mata terlihat seperti sebuah "kelompok" atau gelombang kejadian. Namun, dari sudut pandang seismologi modern, pemusatan kejadian ini sebagian besar merupakan implikasi dari proses fisik yang spesifik.
Secara statistik acak, gempa independen yg berasal dari segmen tektonik berbeda dapat melepaskan energijya dalam jendela waktu yg berdekatan murni krn kebetulan. Setiap sumber gempa memiliki siklus pengumpulan energi (stress accumulation) dan masa pelepasan energi (recurrence interval) masing-masing. Ketika dua atau lebih segmen yg berjauhan kebetulan mencapai titik jenuh (failure threshold) pada waktu yg hampir bersamaan, kejadian gempa akan tampak seperti mengelompok, padahal TIDAK ADA keterikatan fisik atau mekanisme saling picu di antara mereka.
Dalam konteks episenter yg saling berjauhan hingga ratusan atau puluhan ribu kilometer, earthquake clustering yg terlihat di media atau katalog gempa hampir dipastikan merupakan kebetulan temporal, karena medan tegangan statik dari satu gempa tdk mampu menjangkau zona tektonik independen lainnya.
Secara tektonik dan mekanika batuan, ketiga gempa (Flores, Sumut, dan Sulteng) ini berakar dari sistem penunjaman dan struktur yg sepenuhnya terpisah, serta beroperasi dengan mekanisme deformasi yg berbeda.
Gempa Flores (M7,7) merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 15 km yg dipicu oleh aktivitas sesar aktif naik Flores (Flores back-arc thrust). Sebaliknya, gempa Sumatra Utara (M6,7; kedalaman 172,5 km) dan gempa Parigi Moutong (M5,7; kedalaman 72,5 km) keduanya dipicu oleh intraslab deformation, yakni Deformasi internal pada slab lempeng tektonik yg menunjam ke dalam lapisan astenosfer, bukan akibat pergeseran patahan di kerak dangkal.
Dalam seismologi, interaksi antar-gempa umumnya ditinjau melalui transfer tegangan (stress transfer). Konsep transfer tegangan statik (static stress trigger) dipastikan tidak bekerja pada kasus ini karena radius perubahan medan Coulomb failure stress akibat gempa Flores sangat terbatas dan menurun drastis seiring bertambahnya jarak, sehingga tdk mampu menjangkau zona Sumatra Utara maupun Sulawesi Tengah yg berjarak ratusan hingga ribuan kilometer.
Sementara itu, hipotesis transfer tegangan dinamik (dynamic stress trigger) melalui rambatan gelombang seismik permukaan (surface waves) memang diakui secara teoritis dapat merentang jauh, namun hingga saat ini belum ada konsensus maupun bukti empiris yg valid dlm ilmu pengetahuan yang membuktikan bhw perambatan gelombang tersebut mampu memicu rupture besar pada zona subduksi terpisah secara serta-merta.
Setiap zona tektonik di Indonesia beroperasi sebagai "otoritas lokal" yg mandiri dengan rezim tektoniknya masing-masing. Masing-masing segmen sumber gempa memiliki laju akumulasi medan tegangan (stress accumulation rate) dan periode ulang (recurrence interval) yang independen.
Batuan pada segmen Flores, Sumatra Utara, dan Parigi Moutong mengumpulkan strain mekanis secara terpisah hingga mencapai ambang batas batas elastisitasnya (failure threshold), lalu melepaskan energi kinetik tersebut pada waktunya sendiri-sendiri.
Kejadian ketiga gempa besar ini dalam satu hari yg sama murni merupakan kebetulan waktu (temporal coincidence) dari proses siklus seismik yg telah berjalan puluhan hingga ratusan tahun di masing-masing segmen tektonik.***
@rezoundous He is very popular mascot for OpenAi with that reset button and OpenAi get mouth to mouth promotional gain from it. As long as they have enough compute, this is a good deal for them and the users.
MEMAHAMMI SESAR NAIK FLORES
(Sebuah Thread)
GEMPA kuat dengan magnitudo Mw 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04:58:23 WIB. Berdasarkan analisis awal, pusat gempa berkedalaman dangkal sekitar 15 kilometer, yang menyebabkan guncangan terasa sangat kuat.