mikir, masyaallah seberapa hebatnya beliau dulu, g ada AI, dan auranya selalu positif, meskipun kdg pembawaan ngajarnya kdg bikin ngantuk, krn tdk lepas dari metode ceramah. tapi semngat beliau luar biasa...
memudahkan mahasiswa dalam tugas.
saya selalu kagum dg dosen yang sudah sepuh. beberapa dosen sepuh ada yg memberikan tugas seabrek, dan ada juga yg minor tapi beranak. Dan saya menemui di kuliah pasca sekarang, beliau itu santai dalam pengajarannya, tidak menyulitkan mahasiswanya, pembawaannya yg bikin mikir.
Untuk para perempuan:
Jangan terlalu sibuk mengejar validasi sampai lupa membangun diri sendiri. Cantik itu bonus, tapi value, cara berpikir, attitude, dan cara membawa diri itu yang bikin perempuan benar-benar berharga.
Upgrade diri pelan-pelan. Tambah wawasan, jaga emosional, belajar mandiri, punya prinsip, dan jangan takut berkembang. Perempuan yang kuat bukan berarti tidak pernah sedih, tapi dia tahu cara bangkit tanpa kehilangan dirinya sendiri.
Cuma mengingatkan lagi, kepribadian seseorang nggak bisa dinilai dari gaya berpakaian dan genre musik yang didengarkan. Merendahkan selera seseorang nggak membuktikan kamu berkelas, itu cuma membuktikan kamu berpikiran sempit