@pangeransiahaan Pas ikut ambil lisensi dulu, ada kata2 coach REP yang aku ingat, tim yang jarang pegang bola bisa jadi dia kontrol permainan, ketika tim yang menang possesion minim peluang dan bingung alirkan bola ke depan
Lucu juga, muncul analisa2 “situasi” yang jadi alasan pemecatan, dicuitkan beberapa akun dengan narasi bahkan kalimat yang sama. Buzzer lagi kah? Ada yang lagi sibuk cari pembenaran, mungkin kaget sama reaksi sebagian besar netizen, yang ternyata masih dukung penuh. 🤭
CRAZY RICH ASIA yang MENENGGELAMKAN VALENCIA
Peringatan, ini akan menjadi utas panjang (yang tidak selesai malam ini) yang membahas bagaimana Valencia, salah satu klub besar Spanyol, kini di ambang degradasi setelah 37 musim ada di LaLiga.
----------------------------------
Namanya Peter Lim Eng Hock, usianya 71, asli Tumasik alias Singapura. Pada 2023, ia ada di peringkat 23 dalam daftar 50 Orang Singapura Terkaya versi Forbes. Kekayaannya Rp29 T. Masih kalah jauh memang dibanding Bambang Hartono pemilik Grup Djarum (Rp330 T), tapi ya dengan kekayaan segitu kalian bisa beli cakue sampai perut begah selama 7 kali daur hidup.
Peter Lim ini anak juragan ikan. Dia memulai karir sebagai pialang saham, lalu naik kelas jadi investor. Pada 2010 ia berniat ikut tren beli klub bola, incaran awal adalah Liverpool FC. Gagal, lalu ganti incar Atletico Madrid. Gagal maning, pada 2014 barulah ia sukses membeli 70% saham Valencia.
Kencangkan sabuk pengaman, mari kita mulai petualangan bersama Peter Lim si Horang Super Kaya Asia.
Intine opiniku
Ketidaksukaan kita kepada pemilik klub, ya bisa kita tuangkan dalam hal
Seperti buat klub amatir sendiri, kayak FCUM tadi
Pro dan kontra biasa ya lur...
Dan uniknya di manchester ini muncul FCUM, klub semiprofesional hasil dari donasi fans yang kecewa kepada Glazer, mereka para fans tetep berlaku profesional karena sebuah klub yang sudah dipegang investor, dan memperkerjakan org banyak, juga butuh pendapatan utk menghidupi
Dari jaman dulu ketika klub disuruh utk profesional, klub2 yang notabene mantan perserikatan memang selalu ada pro dan kontra
sebelum 2007 masih pakai apbd, dan biasane kepala daerah jadi ketumnya
Ketika ada larangan memakai apbd mau ga mau klub harus membiayai sendiri
Jadi ketika klub yang dulu perserikatan, sekaranf sudah pro dan di bawah naungan PT, apalagi logo dan merk sudah didaftarkan (misalnya), ya mau ga mau begitulah
Macam glazer di emyu
@zenrs Kalau menurutku paspor Indonesia aja cukup sih, asal punya PR di negara awal misal belanda, setauku PR hak dan kewajiban ga beda jauh dengan yang punya paspor sendiri (permanent residen) ..cmiiw