@BetaEpsilonPhi@googleindonesia Tp ga bisa gitu juga sih.. Kl utk usaha resto atau jasa kirim/homecare kan ga perlu ke tempatnya. Lgpula google udah nyediain form reportnya kan thd review2 yg fake.
@cscvnh@BetaEpsilonPhi Tanda baca ribet????????!!!!!!! Gilak, sia2 banget lo sekolah dr SD smpe SMA. Dlm percakapan lgsg jg lo ga mau kan dibentak2???!!!!
@kememkeu@PNS_Ababil@kpertiwi29@KPK_RI Loh, yg make barang pribadi jg blm tentu rela loh.. Tp terpaksa, demi nyelesein kerjaan, ntar kl ga selesai, ga kerja yg ada dihujat masa kan.
@aoi_ookami11@alvin_saleh@dinopattidjalal Dan utk skrg, ditambah dgn penguasaan media besar. Kita emang berisik di sosmed, tp soal "kebijakan ngawur" ini ga sampe ke pelosok atau ke generasi lama yg percayanya cm sm berita TV. Kl begini, bkn ga mungkin 2 periode
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
@beaglestude Buat yg ydah lulus dan nilainya kecil, ga usah berkecil hati ya.. Kalian pantas kok mendapatkannya. Kalian sdh berjuang buat dptin itu, tp jgn sombong, doain temen2nya spy bisa lulus jg lwt jalur lainnya & sm2 sukses kedepannya.
@beaglestude Sebenernya kl udah tersistem komputer gini, pasti ada pembobotannya yg bikin lulus/enggaknya. Ga cm sekedar nilai rata2 aja. Dan hasil lulus/enggaknya jg bkn diputuskan oleh panitia, smuanya pasti sdh by sistem dgn faktor2 penentu kelulusannya setiap jurusan & univ beda2
Disclaimer. Gw tidak pro kriminalisasi Nadiem. Harus dipisahkan antara kebijakannya dengan kasusnya.
Kebijakannya bermasalah dan destruktif terutama soal kesejahteraan dosen
Adapun soal kasus chromebook, gw menentang nadiem dikriminalisasi. Gw serahkan semuanya ke putusan pengadilan. Yg penting, kasus itu pokoknya harus diadili dengan benar sesuai asas hukum pidana dan asas hukum acara.
Tekbro ini apa ga tahu??
Nadiem pernah melakukan kesalahan fatal terhadap para dosen.
Tahu ga soal apa? TUKIN
GAGAL DIBAYAR OLEH Mendikbudristek era Nadiem (2019-2024) karena KELALAIAN.
Ini bukan tuduhan, ini kaTa Ombudsman.
Menurut Ombudsman, Kemendikbudristek terbukti:
1. Gagal mengusulkan kelas jabatan ASN, termasuk dosen ASN, kepada Menpan-RB.
Akibatnya fatal: Tukin DOSEN belum punya dasar hukumnya
2. Tidak mengajukan Rancangan Perpres tentang Tukin Dosen dan tidak mengajukan kebutuhan anggaran kepada Kementerian Keuangan.
Akibatnya, Tukin TIDAK TERBAYARKAN.
3. Kemendikbudristek menyimpangi prosedur dengan menerbitkan Keputusan Mendikbudristek No. 447/P/2024 tetapi TANPA melalui persetujuan Kementerian Keuangan terkait alokasi anggaran.
Simpelnya, NADIEM GAGAL melakukan kewajiban administratif untuk membayar tukin para dosen.
Ya jangan heran dosen dan tendik marah-marah dan jadi personal ke Nadiem..
Source Gambar: https://t.co/EfY1HUtMDV
@Mitsurugi__ryu@AE86kouki@txtdarionlshop Bagian anggaran dmn? BGN? Kynya hampir semuanya terdampak & ngerem pengeluaran deh.. Kecuali pengeluaran rutin yg ga bisa dihindarin
@shinesminds@roymustanggggg@itstime4changed Gmn ga diluar nalar, di suatu KL kena pemotongan 100M buat program2nya, smpe operasionalnya aja keganggu, tp di sisi lain buat embege, duit segitu cm recehan yg dipake beli printilan2 ga jelas
@vernandaaokt@Arcaynn@Maeliani07 Dek,tau toxic positivity ga? Kl ga tau, ya kamu ini contohnya. Seakan-akan positif pdhl toxic. Hanya dgn bilang Syifa ttp cantik, kamu mewajarkan kritik ga perlu itu. Trus kl orgnya ga secantik Syifa gmn? Itu hari dmn dy lg berbahagia loh, enjoy the happiness aja bisa ga sih.