#perihalTomoSa : Sebuah personal hastagh yang isinya tentang apa-apa saja yg sedang dan akan kukerjakan. Yaa bisa disebut dengan Live update kecil kecilan. Supaya apa? supaya ngga suntuk ae sih. ga rutin2 amat, klo pengen aja.
Selama orang ga marah & turun ke jalan skala besar, gaakan berhenti yg begini-begini.
Di negara beneran, kalo eksekutif kurang ajar, legislatif bakal galak. Beneran mengawasi.
Sayangnya kita di negara bandit. Eksekutif, legislatif, yudisial sekongkol semua
Di Denmark, ada perpustakaan yang bukunya bisa ngomong balik.
Namanya Human Library.
Kamu datang, pilih "judul buku" dan judulnya bukan novel atau ensiklopedi.
Judulnya: Pengungsi. Penderita Skizofrenia. Mantan Narapidana. Tunawisma.
Kamu duduk bareng mereka. 30 menit. Boleh tanya apa aja.
Nggak ada yang dihakimi. Nggak ada topik tabu.
Konsep ini lahir tahun 2000 di festival musik Roskilde, Denmark dan sekarang sudah ada di lebih dari 80 negara.
Slogannya cuma tiga kata: "Unjudge Someone."
Yang paling sering "dipinjam"?
Orang dengan gangguan mental, skizofrenia, bipolar, anxiety, autisme.
Dan hampir semua pembaca pulang dengan satu kesimpulan yang sama:
"Ternyata dia nggak beda jauh dari saya."
Itulah yang bikin Human Library powerful. Bukan program. Bukan seminar. Cuma ngobrol.
@andre_gnc krisis validasi dari mana coba? tanya sama anak sejatah, gimana capeknya klo sebuah peristiwa masa lampau yang bernama sejarah itu malah di salah artikan—terlebih lagi miskonsepsinya bisa membuat orang punta pengertin dan kehendak yg jauh dari realitanya.
Indonesian will write this on protests but then support criminalization of queer people, keep silent when there's religious persecution and immediately becoming a neoliberal capitalist that deny Indonesian systemic neo colonialism. We're truly the worst people to speak on this.
perasaan acak kadut saat diriku membaca berita yg tengah berseliweran belakangan ini. Di bandung, hari ini aku bertatap muka dan bertutur sapa dgn Mang Zen Rs di pelagia sekaligus di kasih kuliah umum 4 sks. Senang sekaligus getir, bahwa pertemuan ini tetap dengan sikon yg sama.
sumpah merinding dengar kesaksian korban. Derita yang ia alami sampai tidak terbayang sejauh mana tingkat toleransinya. Sejauh mana tingkat kegilaan itu bisa ditakar yak.
“dalam hati cuman bisa ngomong biadab, anjing, bangsat”