Banyak jawaban drtadi di tiktok ama beberapa twit:
“Kan yg naik pertamax, bukan pertalite”
Justru itu problemnya.
Akhirnya yg konsumsi pertamax bakal beralih ke pertalite. Karena slisihnya terlalu jauh.
Lanjut ke pertanyaan kedua
“Itu event dan cafe kenapa rame?”
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
4 tahun lalu gua kerja pegang project grabfood. Ada Tukang Ketoprak deket rumah gua, liat gua balik kerja pake lanyard grab pas gua lg beli balik kerja. Dia tanya “Masnya kerja di grab” Gua jawab ajah “Iya Pak” dia minta tolong daftarin grabfood biar rame Ketopraknya.
@andyapping Selama itu gue cari cs nih apk, mungkin aja bisa cancel karna kelalaian pihak agen tiket, parahnya selalu diarahkan ke chatbot. Dan sampai jam 16 pun nggak ada info kedatang nih bus. Akhirnya gue beli tiket pesawat dadakan, tiket busnya? Wassalam
@andyapping Infonya semendadak itu. Gue ga bayar tambahan refund dan kalau bayarpun tetap gabisa cancel, karena batas maksimal cancel H-4 jam atau 1 hari (gue lupa). Akhirnya gue sewa penginapan terdekat buat nunggu smp jam 16
🚨 BREAKING NEWS
Mualem 🗣️ : Saya menetapkan status transisi darurat ke pemulihan bencana Aceh selama 90 hari, terhitung sejak 29 Januari hingga 29 April 2026. Keputusan ini saya tetapkan pada Kamis malam (29/1/2026). #mualem#gubernuraceh
inilah kenapa di agama ada larangan menghardik orang yg sedang kesempitan rezeki ygy. di islam kita diminta untuk ngomong halus, jaga harga diri mereka, bantu semampunya. ini malah mempermalukan… shame
islam meninggikan mereka yang diuji, tapi orang yang tidak diuji malah merendahkan diri dengan akhlaknya sendiri.
semoga Allah berkahi usaha orang-orang yang sedang berjuang memenuhi nafkah
"Pada tahun 1998, teman seumuran saya dibunuh aparat. Pada tahun 2025, Affan, yang sebaya dengan anak saya, dibunuh aparat.
Dia tidak seberuntung para polisi muda, yang ayahnya, dan mungkin ibunya, punya sawah untuk dijual.
Ada otak di kepala. Bukankah para polisi itu bisa menggunakannya? Jika ada otak, apakah jadi polisi?
Tahukah kalian bahwa semua keputusan politik di negara ini adalah hasil pilihan kalian? Kalian bilang, "Kami rakyat kecil. Kami ini bisa apa?" Kalau kalian tidak berarti bagi mereka, tidak mungkin mereka akan datang mengemis suara kalian.
Anda, Pak Polisi, Ibu Polisi, mau sampai kapan kalian menggunakan kekerasan untuk menghadapi rakyat? Kami ini bukan musuhmu, Pak. Kami ini tangan kosong. Kami ini hanya menyuarakan suara kami.
Kami yang tertindas, kami yang bekerja hari ini, tanpa tahu besok apakah masih ada lapangan pekerjaan untuk kami. Kami yang setiap hari harus berpikir, "Budget apa lagi yang harus kami bayar?" Biaya UKT kuliah anak kami lagi yang akan naik. "Berapa lagi yang harus kami cari?"
Kalian kemana? Kalian membela anggota Dewan yang berjoget dengan pendapatan 100 juta per bulan. Tapi kalian memukuli kami yang di luar sini.
Kalian bisa bersikap manis pada para anggota Dewan, pada para pejabat. Tetapi mengapa kalian beringas terhadap rakyat?
Tolonglah, balikkan badan kalian, berjuanglah bersama kami rakyat. Apakah kami harus mengadu ke Damkar? Apakah kalian tidak malu ketika kalian sedikit demi sedikit kehilangan fungsinya?
Ketika kalian diperolok bahwa kalian hanya bisa merazia. Ketika ada pencurian, masyarakat meminta bantuan Damkar. Ketika ada kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat larinya ke Damkar. Apakah kalian tidak malu?
Kalian berseragam coklat untuk menegakkan keadilan. Untuk membantu kami yang tidak mengerti hukum!"
Ibu Nana
Warga Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah
30 Agustus 2025
Masih ada banget kok ada yang merasa sebel sama orang2 yang berisik mengkritisi pemerintah di medsos. I shared this on my IG, fully aware that a lot of friends will skip it and prefer padel related posts.
Share it if you feel like to. No artwork. No credit needed.
S.Pd saat melihat Mahasiswa FKIP PGSD ikutan :
Kualitas Calon Guru kita masih bukan kaleng-kaleng!!
Pemda saat saat melihat Mahasiswa FKIP PGSD ikutan :
Tandain, jangan sampai lamar ke sini, mana gold medalist ekonomi pula!!