Nah, pembahasan ini tuh menarik...
Jadi, intinya ayahnya ngeviralin tentang ujiannya, kok bisa salah pada jawaban murid???
yang dimaksud :
3 x 4 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12
Menurut gurunya, yang benar adalah 4 + 4 + 4 = 12
Meski 3 + 3 + 3 + 3 = 4 + 4 + 4 = 12, tapi hanya salah satu yang mewakili 3 x 4
Mari kita bahas...
Jadi, ini menyesuaikan pada konteks pada bahasa
3 x 4 akan dibaca sebagai tiga kali empat
Tiga merupakan subjek(pelaku)
sedangkan empat adalah objek(yang dioperasikan)
Menurut definisi perkalian, perkalian itu adalah penjumlahan dengan bilangan yang sama...
Artinya, a x b = b + b + b + ... (sebanyak a kali)
Jadi memang, untuk 3 x 4 yang dimaksud adalah 4 + 4 + 4. Gurunyalah yang memang benar.
Tapi, kenapa harus dibedakan, untuk apa?
Nah, contoh kasarannya kayak minum obat, anjurannya kan 3 (waktu) x 1 (tablet), meski memang sama-sama 3 obat dalam 1 hari, tapi yang dimaksud minum 1 tablet dalam 3 waktu yang berbeda, buka meminum 3 tablet dalam 1 waktu.
Sekilas ini terlihat tidak fatal, tapi dengan konteks tertentu jelas sangat fatal. Jadi, memahami konteks perkalian kadang memang diperlukan(kecuali memang mengabaikan konteks)
Konteks perkalian ini nanti ada hubunganya dengan pembagian/pemfaktoran, mengingat invers overasi perkalian itu adalah operai pembagian
(maksudnya invers a adalah 1/a)
@yappingfess Kalo aku ya ka ga mempan dikasi salep-salepan, jd kurendem air hangat agak panas sampe aku ga tahan baru kuangkat kalo sdh agak dingin masukin lagi. Atau aku taro diatas air atau apapu yg dimasak diatas kompor, biar kena panas2nya. RILL AMPUH WALLAHI LGSG SEMBUH DIAKU
@AmrullahAK Waktu munaqosah ada tmn jatuh trus bibirnya monyong, jd bahan ketawaan kalo ditanyain penguni ttg tajwid ini ga perlu monyong udah lgsg bener wkwk