ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
after break up, yang setia akan butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka dan merenung.
sedangkan yang narsistik, dengan cepat mencari pengganti hanya untuk mengisi kekosongan dan memuaskan egonya.