Tiba, hari terakhir di oktober, jumat.
Hari baik, hari lahirnya Mamah, hamdalah.
Di waktu yang sama, akhir oktober 2 tahun yang akan datang, 2 tahun dari sekarang, manifesting itu pasti akan ada hasil. Mengaminkan kata perunggu, selama murni niatan, pasti ada jalan, pasti.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Coba search “Hazard Chelsea Mourinho” di YouTube. Abis itu scroll ke video-video Shorts, dan lo akan nemuin banyak testimoni soal gimana Hazard di Chelsea, langsung dr mantan rekan setimnya dulu.
Ada cerita dari Danny Drinkwater & Jorginho yang kagum banget sama bakatnya. Ada juga cerita dari Todd Kane, pemain jebolan akademi Chelsea yg bilang Hazard pernah makan 2 burger di malem H-1 pertandingan, dan besoknya nyetak hattrick buat Chelsea.
Tapi, semua punya cerita yg sama: Hazard itu pemain yg bakat alaminya one in a trillion, tapi gak serius pas latihan, bahkan males. Tali sepatunya sering gak diiket, 5 menit sebelum pertandingan bisa masih nyantai FaceTime anak-anaknya, dan gak minat belajar soal taktik. Dia cuma mau main, nyerang lawan, abistu ya udah.
Paling menarik buat gue ceritanya John Terry (JT) soal dinamika Hazard & Mourinho. Mind you, JT adalah kapten yg mimpin Chelsea juara 5 titel Premier League, dan dia bicara jujur soal ini.
Kata JT, Mou pernah ngomong ke skuat Chelsea: “Eden ini lebih jago dari kalian semua. Dia bakalan menangin kita [Chelsea] pertandingan, jadi kalian mesti bantu dia.”
Ketimbang minta Hazard nyetel sama taktik dia, Mou nyuruh 10 pemain lain buat nyetel ke Hazard. Cover posisi kalo dia lg roaming, bek sayap wajib lari ekstra kalo dia ga mau track back. Intinya 1 anomali bareng 10 pemain yg mau kerja keras & do the dirty work.
Ada alasan kenapa waktu itu Juan Mata dijual Mou ke Manchester United. Sebagus-bagusnya Mata, dia tetep diminta buat pressing, track back, lari ke sana ke mari. Hazard? Gak perlu segitunya. Hazard itu pengecualian.
Mou pernah bilang: “orang yang cinta sepak bola di negara ini [Inggris] mestinya jatuh cinta sama Eden Hazard.”
Tapi, Mou juga pernah bilang: “Eden yang kita liat di atas lapangan itu bukan refleksi dari hasil latihan, tapi refleksi dari bakatnya.”
Sekarang banyangin Eden Hazard versi lebih profesional itu damage-nya sesakit apa. The best player of all time that never was.
cuma mau bilang;
lebaran kali ini, jangan lupa memaafkan diri sendiri untuk setiap kegagalan, ekspektasi dan janji yang diingkari. seenggaknya kamu mencoba melakukan yang terbaik. intinya, Tuhan dan kamu tau itu, meskipun orang lain ngga memandang demikian.
suatu hari nanti, segalanya akan jauh lebih baik.
so for now, laugh at your mistakes, smile through the tears, and keep reminding yourself that everything really does happen for a reason.
trust me, at the end of the day you’ll be fine, you’ll be loved, and you’ll be happy.