Kadang kalo chat-an sama orang yang banyak typo, seperti: keran --> kram, sunscreen --> saskrim, material --> matrial, I wonder why do I bother self-correcting my text every 2 mins to ensure no misunderstanding. I can understand this guy alright--apart from the saskrim one. 🤣
Nda tau ini pengalaman spiritual atau bukan, ada ceritaku yang ajarkan ka pentingnya shalat.
Kalo di Islam kan shalat itu untuk mencegah perbuatan keji dan munkar.
Nah, tadi itu saya ke Sportstesyen mau beli kacamata renang.
@rieskix Btw, coba deh ke Sportsteyen cabang manapun, pelayanannya selalu ramah dan helpful, jadi sepertinya memang bukan kebetulan saja bertemu dengan karyawan yang jujur.
@rieskix Hahaha iyaa. Tapi, sebenarnya cerita ini saya “buang” di Twitter dan tidak saya ceritakan ke temanku secara langsung karena kupikir nda adaji yang bakal baca—khawatir memicu riya’.
@almalikikky Dan ini skenario yang sangat mungkin terjadi. Syukurlah nda perlu ji. Hehehe
Ehh. Belum minal aidin kitaa.
Mohon maaf lahir batin, salah satu penulis favoritku dulu di Revius—sampai sekarang amazed karena sering kirim tulisan padahal nda pernah ada honornya 🥲
Terima kasih.
Selain lega, saya juga bangga pada diri sendiri (semoga tidak dianggap riya’ ji 🥲).
Bangga karena mau jujur, bangga karena mau bertanggung jawab.
Rasanya lebih baik saya rugi 200ribu, daripada rugi kehilangan conscience.