Klarifikasi Keluarga Novia soal Adiknya Meninggal waktu mengikuti latihan militer SPPI Kopdes :
- Novia berangkat dalam kondisi sehat
- tidak ada keluhan apapun sebelum latihan
- Keluarga sendiri yang antar ke tempat pelatihan
- tidak ada tanda-tanda sakit
- tidak pernah ada riwayat TBC
- Dihubungi dokter pendamping
- dikabari kondisi Novia tidak baik, lemas, sesak napas
- Keluarga belum sempat sampai
- Novia sudah meninggal
- Kemenhan bilang Novia punya TBC
- tapi keluarga tidak tahu sebelumnya ada riwayat TBC
- tidak di keluarga kita yang TBC
UI baru saja mengumukan acara konfrensi rebuplik di batalkan karna ada tekanan dari pihak tertentu :
- Izin dicabut mendadak pukul 11 malam hingga 1 dini hari
- padahal sudah dapat konfirmasi sejak 19 Juni
- Bukan keinginan internal kampus
- tidak narasumber dari pihak jubir prabowo
- panitia yakin ada tekanan eksternal yang memaksa UI batalkan izin
- UI dalam posisi sulit sebagai institusi negeri mereka tidak bisa menolak tekanan dari luar
- Pemerintah/pihak tertentu diduga takut pada gagasan yang terorganisir
- bukan takut kekerasan tapi takut kesadaran kolektif
- Ruang diskusi dan gagasan dianggap ancaman
- karena selama ini ruang publik diisi perdebatan ide bukan kepentingan tertentu
- Izin dicabut bukan karena salah prosedur
- tapi karena ada yang tidak mau gagasan-gagasan kritis berkumpul dan terorganisir
pantes prabowo keras kepala
BEM UI demo cuma ada 5 tuntutan
jubirnya laporan ada 20 tuntutan
dan salah satunya menutup sekolah rakyat, gilaa ini fitnah atau laporan palsu
🚨 Dinasti Komisaris & Jabatan Tinggi Lainnya dari Jalur Balas Budi Prabowo - Gibran di BUMN, BUMD lainnya 🚨
1. Dirut Pertamina: Simon Aloysius Mantiri
Petinggi Gerindra — dekat dgn Prabowo
2. Dewan Komisaris: Mochamad Iriawan
Mantan Dewan Penasihat tim kampanye Prabowo-Gibran
3. Wakil Komisaris Pertamina: Todotua Pasaribu
WakSek TKN Prabowo-Gibran
4. Komisaris Independen Pertamina:Condro Kirono
Pensiunan polisi dan mantan wakil ketua tim kampanye prabowo-gibran
Sebenarnya banyak yg gini. Kalian tau Taufik Hidayat? Dia juga komisaris PLN, apa hubungannya? Gaada, dia politisi Gerindra. Btw dia juga rangkap jadi Wamen Olahraga.
Fun fact nya, ada 30-an Wamen yang juga rangkap jabatan jadi Komisaris BUMN, kue yang sangat enak. Ulik ga nih?
masih inget gue bapak Suderajat yang jualan es gabus, tiba-tiba disamperin 4-5 orang aparat mau beli es gabusnya lalu dibejek-bejek, dilempar ke mukanya, ditendang, ditonjok pake cincin gede, dijejelin es gabusnya “biar kamu aja yang modar ya”, disuruh minum air comberan, dipaksa ngaku itu es gabus dari busa, sampe trauma gak jualan lagi takut dikeroyok, beliau dhuafa, punya 5 anak cuman 2 yang sekolah, pedih hati gue. terus ngeliat penangkapan Taufik Hidayat, masih mulus, aparatnya haha hihi sambil selfie bareng, sedangkan korban ngomong aja kesulitan. oalah ternyata “sudah kenal” gatau sih gue ni orang bakal bisa “diapa-apain” oleh napi lain apa nggak yaa, bisa aja ditempatkan dalam sel khusus, tolong banget dikawal dan dikulitin yang terkait juga
𝗞𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲𝗱𝗲 @kangdede78: 𝗕𝘂𝘇𝘇𝗲𝗿 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘀𝗮𝗿𝗶𝘀, 𝗖𝗩 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗣𝗮𝗹𝘀𝘂, 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗔𝗺𝗮𝗻 𝟱 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻
Gimana caranya seseorang bisa jadi Komisaris Independen BUMN selama 5 tahun penuh, padahal 𝗶𝗷𝗮𝘇𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮, perusahaan tempat kerjanya diduga tidak ada, dan keahliannya 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗰𝘂𝗶𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗧𝘄𝗶𝘁𝘁𝗲𝗿?
Nama lengkapnya Kristia Budiyarto. Dikenal publik sebagai Kang Dede, pemilik akun @kangdede78. Bukan ahli pelayaran. Bukan praktisi transportasi laut. Kualifikasi utamanya: koordinator tim media sosial pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019, aktif meramaikan tagar dukungan dan 𝗺𝗲𝗻𝗴-𝗰𝗼𝘂𝗻𝘁𝗲𝗿 𝘀𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗺𝗮𝘆𝗮.
Selesai Pilpres Jokowi menang. Kang Dede dapat hadiah.
Pada 2 November 2020, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuknya sebagai Komisaris Independen PT Pelni melalui SK-354/MBU/11/2020. PT Pelni, perusahaan pelayaran nasional yang mengangkut jutaan penumpang ke seluruh pelosok Indonesia. Tidak ada seleksi terbuka. Tidak ada uji kompetensi. Buzzer menang Pilpres, dapat kursi BUMN.
Sampai sini mungkin masih terasa normal untuk standar perpolitikan kita. Tapi tunggu dulu.
Januari 2025, Tempo melakukan investigasi terhadap profil resmi Kang Dede di laman PT Pelni. Di sana tertulis ia lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Tempo lalu mengecek ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi dan menghubungi pihak kampus langsung.
Hasilnya mengejutkan.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin mengonfirmasi bahwa 𝗞𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲𝗱𝗲 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗮𝗹𝘂𝗺𝗻𝗶. Bukan drop out. Bukan pindah jurusan. Tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa sama sekali. Unhas bahkan menambahkan bahwa universitas mereka tidak memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi, sehingga 𝗳𝗮𝗸𝘂𝗹𝘁𝗮𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗰𝗮𝗻𝘁𝘂𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗽𝗿𝗼𝗳𝗶𝗹 𝗿𝗲𝘀𝗺𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗮𝗱𝗮.
Riwayat kerjanya pun bermasalah. PT Planet Tecno yang ia cantumkan sebagai tempat kerja 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗱𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗱𝗮𝘁𝗮𝗯𝗮𝘀𝗲 𝗗𝗶𝘁𝗷𝗲𝗻 𝗔𝗛𝗨 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗻𝗸𝘂𝗺 𝗛𝗔𝗠, maupun di mesin pencari internet.
Tempo menghubungi Kang Dede via WhatsApp. Pesan terkirim. Tidak dibalas. Telepon tidak diangkat.
PT Pelni juga tidak mau berkomentar. Manajemen hanya berkata mereka percaya Kementerian BUMN menempatkan orang-orang terbaiknya. Percaya. Tanpa verifikasi. Selama 5 tahun penuh.
Lalu apa yang terjadi setelahnya? Apakah ia dicopot karena skandal ini?
Tidak.
Kang Dede baru dicopot pada November 2025, setelah Erick Thohir tidak lagi menjabat Menteri BUMN. Bukan karena CV diduga palsu. Bukan karena tekanan publik. Tapi karena 𝗽𝗲𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗸𝘂𝗿𝘀𝗶.
Dan respons Kang Dede setelah dicopot? Santai saja. Ia bilang masa jabatan komisaris memang 5 tahun, tergantung RUPS mau diperpanjang atau tidak, dan ia bersyukur bisa selesai 5 tahun penuh sesuai SK penugasan.
Selesai dengan senyum. Tidak ada investigasi lanjutan. Tidak ada sanksi. Tidak ada pertanggungjawaban.
Ini bukan sekadar soal satu orang dengan CV diduga fiktif. Ini soal sistem yang tidak punya mekanisme verifikasi dasar. Sistem yang menunjuk komisaris BUMN berdasarkan kesetiaan politik, bukan kompetensi. Sistem yang baru bergerak bukan karena ada pelanggaran, tapi karena ada pergantian patron.
Kang Dede sudah pergi. Tapi sistem yang melahirkannya 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻.
pengen marah sekaligus sedih bgt anjirlah
kita tau ibunya (bu Ijah) berusaha untuk tersenyum depan kamera sambil ngitung duitnya tapi hatinya pasti tersayat-sayat 🥺
bayangin aja perjuangannya NGAJAR 40 TAHUN pas pensiun cuman dihargai 414 RIBU 🥲
🚨 Kalian tau ga? Muhyiddin, salah satu dosen dari Universitas Esa Unggul jd Dewan Komite Audit di PT Pertamina Retail.
Ketika Ginka Febriyanti (Komisaris Pertamina Retail) S2 di Esa Unggul, hampir di DO krn ketauan edit nilai/absen 🤯 Ginka mohon2 sama beliau.
Hadiahnya? Jadi Dewan Komite Audit deh di Pertamina Retail 💕 #IndonesiaGelap
meanwhile kemarin salah satu sekretaris pribadi prabowo abis priwed di prambanan sewa 3 hari pake kembang api gede bgt dan ganggu masyarakat, penasaran dikit gmn izinnya😅 btw bgus min, gw suka nih yg taat peraturan gini