UPDATED thread of zionist + problematic authors.
there is a never ending list of people we shouldnโt be supporting so if you see someone iโve missed or have more information please feel free to comment!!
Aku 2 tahunan setelah jadi FG tuh dapat gaji sekitar 2 digit-an.
Ya enak-enak aja, masih bisa ngasih ortu, nyicil kendaraan, self reward, ngedate, jajan komputer. Plus masih sisa buat nabung.
Tapi ya tetep aja masih banyak hal yg ga bisa tercapai.
Ga bisa beli rumah tanpa hutang puluhan tahun.
Ga bisa nyekolahin anak di sekolah yg bagus.
Ga bisa punya banyak kebebasan dalam hidup krn selamanya akan dikejar beban finansial.
Dan yg paling kerasa, waktu kita tuh bukan punya kita sepenuhnya.
Kerja 8โ10 jam sehari, 5 hari seminggu (kadang lebih), itu udah "harga minimum" buat hidup nyaman dikit.
Jadi walaupun keliatannya "udah enak", sebenernya kita masih trading sebagian besar hidup kita buat stabilitas.
Dan itu baru level 2 digit.
Makanya kadang aku ngerasa, problemnya bukan di kita kurang bersyukur atau kurang effort.
Tapi emang sistemnya didesain biar sebagian besar orang cukup "hidup", tapi ga benar-benar "punya kendali".
Kalau mau keluar dari situ, jujur ajaโฆ harus cari celah buat "break the system".
Dan celahnya itu ga banyak.
Ada yg jadi influencer, bangun audience sendiri.
Ada yg kerja remote ke luar negeri, nge-leverage currency.
Ada yg bangun bisnis yg bisa scale tanpa kehadiran dia terus.
...dan ya, kita juga tau ada yg pilih jalan yg lebih "abu-abu".
Bukan berarti semuanya gampang, malah kebanyakan jauh lebih susah daripada jadi karyawan biasa.
Tapi keliatan banget polanya:
Kalo masih main di jalur "normal", ya hasilnya juga akan "normal".
Bukan jelek, tapi yaโฆ ada batasnya.
Dan mungkin itu juga kenapa aku sering banget sharing soal kerja remote.
Bukan krn itu satu-satunya jalan, tapi krn itu salah satu "celah" yg pernah aku rasain sendiri.
Ada rasa pertama kali ngerasa:
"Oh ternyata hidup ga harus selalu dikunci sama sistem yg sama."
Dan jujur, once you see itโฆ susah buat pura-pura ga tau dan kembali lagi.
Salah satu kesalahan yang mencolok dari Detective Conan selain banyak filler kasus yang udah gak penting lagi buat cerita, adalah setting waktu yang dibuat.
Gua pernah nulis soal ini. Untuk level Gosho yang tulisan kasus per kasus dibikin detail sampai menyebut ukuran sekian mm atau sekian cm untuk menjelaskan trik, kesalahan setting waktu yang gak jelas ini terbilang parah.
Kalo ada yang nanya: Conan itu timeline di tahun berapa?
Pasti gak ada yang bisa jawab.
Soalnya Conan melaju mengikuti perkembangan zaman.
Ada kasus pager, ada kasus fax, ada kasus internet.
Shinichi pertama kali telepon ke Ran pake telepon umum pas dia menghilang.
Terus Ran pertama kali dapat HP dari Shinichi setelah kasus Izumisano.
Terus coba disesuaikan lagi sama Gosho bahwa Shinichi pernah jatuhin HP Ran waktu mereka pergi ke Akuarium Raksasa (sebelum Shinichi mengecil).
Terus di kasus edisi terakhir, waktu Matsuda, Rei Furuya dkk ketemu Conan. Di situ mereka udah pake hape berkamera.
Padahal Rei Furuya dkk saat itu masih berusia 22 tahun dan Shinichi-Ran gak tahu umur berapa. Mungkin TK atau SD. (5-6 tahun).
Jelas ini kacau banget.
Hahaha.
Belum lagi soal waktu yang sudah berjalan sejak Shinichi mengecil hingga saat ini. Berapa lama waktu berjalan dan Conan serta Ran belum juga naik kelas.
Padahal ada beberapa pengulangan event seperti Tahun Baru dan lainnya.
Jadi ketika nanti Conan tamat, sejujurnya komik ini bakal ngebingungin untuk dibaca ulang.
Karena setting waktu yang ngebingungin.
Dan mereka yang bertahan membaca Conan, adalah orang-orang yang terlanjur basah menghabiskan waktu puluhan tahun mengikuti cerita ini, yang tak mungkin berhenti ketika cerita mendekati ujung karena masih terjebak rasa penasaran.
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
gais kalo kalian lagi reading slump, bisaa banget baca buku buku ilustrasi disini!!! bener bener meningkatkan mood bacaa karena secantikkk itu ilustrasinya dan ceritanya dari bermacam macam kisah negara. REKOMENDET ๐๐ฉท๐ซก๐ป๐๐ซ๐ค๏ธ๐
https://t.co/AOBiSJwsUi
Menurut saya Petani saat ini itu harus
1. Punya mindsetnya entrepreneur. Bukan sekadar berkerja di sawah, kebun, atau ladang.
Bukan hanya menjalankan rutinitas nyangkul, tanam, panen. Kalau ini saja bertani bisa bosan. Bertani harus seperti jg bisnis lainnya ada strategi, margin, dan growth.
2. Harus menentukan jalur karir yang mau dijalani (career path).
Misalnya: Hari ini jadi petani โ besok jadi supplier โ lanjut jadi brand owner.
Kalau stagnan di level โtanam-jualโ, ya merasa stuck.
3. Mulai cari akses ke market, bukan hanya produksi
Masalah terbesar petani bukan nanam, tapi jual. Jadi lihat2 peluang untuk scaleup ke direct to market, lanjut branding, dll.
3. Status sosial harus naik
Jangan dipersepsikan sebagai โpilihan terakhirโ. Perlu narasi baru, misalnya petani = the guardian of galaxy ๐.
4. Enaknya jadi petani itu fleksibilitas & bisa leverage (waktu + income)
Petani muda nggak anti kerja keras, tapi mereka cari leverage. Bertani sambil bangun aset? sambil punya side income?
Misalnya punya portfolio saham, emas, crypto, jualan produk digital, etc.
Hidup petani ๐
Dari video ini kita belajar.
Mba Dewi ini bukan sekadar โpindah profesiโ, tapi sedang membangun kemandirian pangan dari rumah sendiri.
Integrated farming seperti ini sebenarnya powerful banget. Gimana enggak:
- Limbah ternak jadi pupuk tanaman
- Sisa panen jadi pakan ternak
- Semua muter di satu ekosistem kecil
- Outputnya: pangan + efisiensi biaya + ketahanan hidup
Bukan cuma sekedar tanam tapi menciptakan sistem hidup mandiri.
Saya tahun konsep ini bukan hal baru, tapi kalau konsep seperti ini diadopsi oleh jutaan petani Indonesia?
- Apakah kita masih perlu impor pangan sebesar sekarang?
- Apakah krisis pangan masih jadi ancaman?
- Atau justru Indonesia jadi salah satu negara paling tahan terhadap krisis global seperti saat ini.
Ketahanan pangan itu bukan dimulai dari tanam jagung oleh polisi, gizi itu bukan oleh MBG tapi dari rumah dan lahan kecil yang mandiri.
Salam buat mba Dewi & kel.
๐
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
@Gungkrisna12 Betul sekali, karena salah satu cara paling efektif meredam kesadaran kelas adalah dengan meromantisasi kemiskinan, supaya orang berhenti menuntut hidup yang lebih layak dan mulai mengira kekurangan adalah sebuah takdir dan protes adalah bentuk rasa tidak terima kasih
Kalau mau jujur, sebetulnya yang terjadi sekarang ini dampak ekonominya sudah lebih parah dari krisis 97-98.
Dulu masyarakat terbiasa hidup dalam ilusi stabilitas, jadi ketika fondasinya runtuh, kepanikan langsung pecah karena orang-orang belum siap hidup dalam ketidakpastian yang mendadak.
Bandingkan dengan sekarang, dimana orang sudah terbiasa hidup tanpa fondasi yang kokoh.
Salah satu indikatornya adalah lebih dari 50% penduduk Indonesia bertahan di sektor nonformal, gig economy, dan penghasilan yang serba tidak pasti.
Itulah kenapa kita merasa seolah krisis hari ini keliatannya biasa-biasa saja.
kemarin baru baca kalau ternyata sikat gigi yang kita gunakan menjadi salah satu penyebab mikroplastik ada di tubuh.
aku mulai mikir untuk ganti sikat gigi plastik dengan siwak/miswak yang ternyata cukup mudah dibeli sekarang ini.
dan kabar baiknya, ternyata oakai miswak itu bisa dibarengin odol juga, jadi miswak pure ganti peran sikat gigi aja.
Sehubungan dengan info el nino, menurutku ini penting banget buat kita mau tanam apa?
Casenya bukan padi ya, krn kalau padi sawah di hamparan luas agak susah.
Kira2 ini varietas yang pas, menurut sy: ๐
Pernah lihat yang coret-coret di daun ini?
Pelakunya bukan anak kecil.
Bukan vandalisme.
Ini adalah diary perjalanan makhluk kecil yang hidup DI DALAM daun.
Ya. DI DALAM. Bukan di atas.
Ada yang tahu siapa pelakunya?