@lipongsjib Jangan ga, kuliah langsung S2 kalau memang incer pekerjaan yang butuh S2 kaya dosen. Kalau engga jangan malah abis umur nanti makin susah cari kerja. Mungkin kuliah S2 nanti kalau ingin memperdalam ilmu atau buat keperluan jabatan di kerjaan.
Keluhan seperti ini cukup banyak muncul dari orang tua dan guru.
Tapi apakah hilangnya ranking dan UN benar-benar menjadi penyebab anak kehilangan motivasi belajar?
Berbagai penelitian dalam bidang pendidikan justru menunjukkan fenomena yang agak kompleks.
Anak biasanya termotivasi oleh tiga hal:
1. Kompetensi -> merasa dirinya makin mampu.
2. Otonomi -> merasa punya kendali atas proses belajar.
3. Keterhubungan -> merasa dihargai dan menjadi bagian dari kelompok.
Ranking dan ujian nasional memang bisa menambah motivasi, tetapi melalui kompetisi eksternal. Masalahnya, efeknya tidak bisaa sama untuk semua anak.
Sebagian anak jadi lebih semangat.
Sebagian lagi justru merasa "saya memang bodoh" lalu menyerah.
Yang berada di peringkat bawah terus-menerus sering kehilangan kepercayaan diri.
Di sisi lain, menghapus ranking saja juga tidak akan otomatis membuat anak menjadi termotivasi.
Karena motivasi belajar tidak bisa hidup hanya dengan slogan "belajarlah untuk masa depan", namun, anak perlu:
-> target yang jelas,
-> tantangan yang pas,
-> umpan balik yang cepat dan mudah dimengerti serta ditindaklanjuti,
-> rasa kemajuan (sense of progress) yang terlihat.
Menariknya, game memang sangat jago melakukan itu semua. Di game ada level, ada progress bar, ada badge, ada leaderboard, ada misi harian, ada tantangan yang meningkat sedikit demi sedikit, dan pernak-pernik game lainnya.
Sekolah sering menghapus leaderboard, tetapi lupa menggantinya dengan sistem kemajuan yang sama menariknya.
Menurut saya, perkaranya bukan apakah kita perlu mengembalikan UN dan ranking, tapi
> "Bagaimana membuat siswa merasakan kemajuan, tantangan, dan pencapaian setiap hari seperti saat mereka bermain game?"
Anak-anak zaman sekarang bukan anti-kompetisi. Buktinya mereka rela begadang demi naik rank di mobile legend.
Mungkin mereka kurang bisa melihat progress dalam belajar.
Feynman Technique adalah metode belajar yang dipopulerkan oleh Richard Feynman, seorang fisikawan peraih Nobel yang terkenal karena kemampuannya menjelaskan konsep rumit dengan bahasa yang sangat sederhana.
Prinsip utamanya adalah:
"Kalau Anda tidak bisa menjelaskan sesuatu dengan sederhana, kemungkinan Anda belum benar-benar memahaminya".
Langkah 1: Pilih Konsep yang Akan Dipelajari
Langkah 2: Jelaskan Seolah Mengajar Anak Kecil
Langkah 3: Cari Bagian yang Membuat Anda Tersendat
Langkah 4: Kembali ke Sumber Belajar
Langkah 5: Sederhanakan Lagi
Tujuan utama persekolahan, dalam praktiknya, telah bergeser menjadi sarana pencapaian akademik dan perolehan gelar sebagai modal mencari kerja.
Kurikulum dirancang untuk menghasilkan lulusan yang “siap kerja” atau “siap melanjutkan ke jenjang berikutnya.”
Pendidikan, di sisi lain, bertujuan menciptakan manusia yang bijaksana, bertanggung jawab, dan mampu menjalani hidup dengan makna.
Pendidikan mengajarkan anak tidak hanya untuk mencari nafkah (to make a living), tetapi untuk menjalani kehidupan (to make a life)
Menurut saya, guru harus mengajarkan bagaimana berkomunikasi efektif. Salah satunya dengan merumuskan pendapat atau menguraikan informasi dengan concise.
Concise adalah menyampaikan sebanyak-banyaknya informasi dalam sedikit mungkin kalimat (cmiiw @sourvive@NikolaTieko).
Jika ada soal uraian, dan anak sudah memberi jawaban yang tepat dalam 1-2 kalimat, tidak perlu lah disuruh membuatnya menjadi 5 kalimat. Kecuali memang harus ada konteks tambahan atau informasi yang perlu disertakan.
Latihan ini untuk menghindari kebiasaan anak "mengarang indah".
Hot takes:
Pelayanan publik harusnya emang gak libur weekend. Hanya libur saat hari libur nasional + cuti bersama.
Melayani cuma saat weekdays mah beban buat ekonomi. Ada orang yang kerja feenya harian kalau cuti buat ngurus gini artinya pelayanan publik lagi ngerem ekonomi.
Gila-gilaaa gaisss, gw baru aja nemu hacks gokilll biar Claude kita itu kagak cepet kena limit, dan jujurr gw mindblown bangeet!! wkwkwk
Intinya ginii, kalau lu pake Claude yang cuman $20/bulan
lu ngerasa ga sihhh kaya cepeeeeeet banget abis limitnya??
Padahal berasa chattingan yaaa gitu-gitu doang
Tapi belum ada 2 jam, udah kena limit ajeee 😢
Nahhh ternyataa…
Ada donggg hacks biar Claude lu itu jauhhh lebih kuat & tahan lama wkwkwk
Jujurlyy, ada banyaaaak banget ternyata caranyaa
Tapiii disini gw bahas 2 dulu aja yakkk, ntar sisanya gw bahas di postingan lainn
Wokee kita mulai yaaa
Hack pertamaaa, pliss gaisss, “EDIT MESSAGE” lu!!
Kalau misalnya lu ga sreg sama hasilnya dari si Claude, jangan lu chat terus minta dia bikin ulang lagi dari awal!
Rugi banyak cuyyy!
Instead, lu edit pertanyaan lu dan lu minta misal
- jangan pake A
- harus ada X
- dlll
Jadii, nanti hasil awal yang puanjaaang banget yang lu ga sreg itu ga masuk ke Conversation History lu & menuh-menuhin context di percakapan ituu
Ini bikin lu hemat banyaaak banget token nantinya
Lanjutt, cara kedua yaaa
Pake fitur PROJECTS plisssss!!
Jadi misal ni yaaa, lu tu butuh analisis dokumen atau referensikan dokumen di chat lu
Nahh bisa jadi lu tu butuh diskusi yang panjaaang banget untuk satu percakapan.
Jadi mau ga mau, pas bahas topik lain lu harus buka chat baru, terus upload ulang filenya
Kenapaa? Krn tiap chat Claude itu ada limit panjang total pesan gituu di tiap percakapan
Nahh setiap lu upload ulang file di chat baru inii,
si Claude itu nanti jadi harus baca ulang lagii,
terus dia simpan lagi di konteks, dan akhirnya bengkak bangeeet
Bayangin lu upload file gede yang sama di 5 chat berbeda
wewww boros bener token usage lu pastinya
Nahh daripada gini, mending lu bikin Project baru
Terussss lu upload filenya sebagai Project Knowledge
Jadii si Claude itu cukup proses file lu sekali doang di awal
Laluuu, setiap chat baru di project lu cuman butuh baca dari project knowledge ituu
Hemat & efektif bangeet kann?
Nahh itu dulu dua hacks untuk hemat token usage di Claude yaaa
In this economy, langganan $20 harus kita mangpaatkeun semaksimal mungkin lah yaak
Dan kalau bisa hemat, kenapa harus boros?? Wkwkwk
Gimana menurut lu, setuju apa kagak?
Atau lu punya cara lain mungkinn?
Share dong di bawah 👇
Jika manajemen sekolah ingin menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang "legit", saran saya, susun KSP-nya bersama dengan:
-> kelompok kerja (misalnya gugus sekolah, MGMP, MKKS)
-> perwakilan dunia usaha dan dunia industri
-> kelompok kerja sekolah jenjang yang lebih rendah dan lebih tinggi
-> mengawali dengan mengumpulkan data mengenai body of knowledge mata pelajaran, demand pasar tenaga kerja (untuk SMK), dan seluruh pedoman yang diterbitkan kemendikdasmen serta pemerintah daerah/provinsi.
Jangan menyusun KSP sendirian, apalagi hanya wakakur seorang yang disuruh menyusun. Harus ada duduk bersama, supaya yang SMA tahu kondisi SMP seperti apa, yang SMP tahu tuntutan di SMA seperti apa, yang SD tahu harus bagaimana, yang SMK tahu tuntutan dunia industri seperti apa.
@Rujakkks262598@anhtiss Wkkw asli ngajar capek ngurus beginian. meriksa soal mah mana ada sampe 3 bulan sekolah dimana dia bagiin nilai 3 bulan abis UAS?
@anhtiss Typo *dimana mereka udah bayar ...
Mungkin secara akademik murid2 dia juga bagus2. Asumsi dia belum pernah ngajar di sekolah nanganin anak2 yang duduk diem ga kemana2 dan ga berisik aja syukur. Nanganin anak2 yang belajar perlu di motivasi dulu.
Kalau ketemu kecoak, jangan digeprek ya gaes. Itu bakterinya ke mana-mana. 👍
Sebaiknya disemprot anti-hama kayak gini, obat nyamuk, kalau ga ada bisa pake air sabun.
Kecoak bernafas dengan trakea, air sabun bisa bikin lubang nafas mereka tersumbat dan bikin mereka mati lemas.
Halo :) Ini aku ada kode program buat everyday tasks seperti convert PDF, resize PDF, split PDF, generate QR code, remove image backrgound, unit converter, dll (bisa lihat di referensi screenshots terlampir).
Kamu bisa unduh kode programnya di https://t.co/aYlX2H9jgd
dan jalanin secara lokal di komputer kamu, supaya data-data kamu nggak bocor ke mana-mana.