SETUJU.
1. Dia yg bikin planning hamil, melahirkan, menyusui dan MPASI.
2. Dia yg mandiin.
3. Dia yg nidurin.
4. Dia yg ngajak main.
Cari yg mau jadi Bapak bukan yg cuma mau punya anak biar serasa lengkap jadi suami. Cari yg mau kerja sama bareng-bareng besarin anak. Ga ada benar salah, namanya sama-sama baru pertama kali jd orang tua. Yg penting harus siap dgn segala resikonya.
Sekali anak lahir, ga mungkin bisa dimasukin dalam perut lg. Uda tanggung kita sebagai org tua 🙏🏻
Mungkin uangnya ada di tata kota:
1. Larang bikin rumah cluster baru di Jabodetabek.
2. Ganti dengan pengembangan area kumuh via Model Tokyo.
Di Indonesia ada demand raksasa buat:
- Memiliki rumah,
- Menyimpan uang di properti.
Hari ini keduanya jadi PIK. Ini bisa dialihkan.
Di skenario ini:
- Pembangunan rumah cluster baru dilarang.
- Agung Sedayu, Summarecon, Sinar Mas, Lippo, dll terpaksa bikin rumah di perkampungan tertinggal Jakarta sesuai arahan dan dengan difasilitasi suatu Pemda Jakarta yang progresif menurut Model Tokyo.
Pemerintah kecamatan menyurvei kampung kumuh di Tanah Abang dan Jatinegara, menyurvei pasar, mencari developer, menghitung profit dan cost, membuat perencanaan pengembangan kawasan, mengetok rumah warga untuk berkomunikasi.
Baru pertama kali mau Lari atau Jogging tapi bingung mulai dari mana, sini gw kasih tips nya!
Buat kalian yang bingung harus mulai dari mana, ini utas tips and trick buat pemula berdasarkan pengalaman gw pribadi.
Gw mulai lari hampir sepuluh 10 tahun yang lalu, dan jujur dulu bingung juga mau mulai dari mana. Akhirnya baru mulai ikut-ikutan lari pas diajakin temen kantor, sore-sore sehabis pulang kerja.
Gak usah pikirin gear atau aksesoris dulu, yang penting mulai dulu 👇
#MulaiAjaDulu
#RunningJourney
#RunningConnect
#Running
deep talk pas pacaran:
- saling berterima kasih karna sudah sama2 memperjuangkan sejauh ini
- ngomongin rencana masa depan
- ngomongin mimpi masing2
- ngomongin persiapan rencana pernikahan
- saling meyakinkan diri kita bisa menikah dan jalanin semua dari 0 bareng2
- ngomongin keuangan dan tabungan bersama
- ngomongin pemikiran2 random yg sama2 cm bisa diomongin sama pasangan enggak ke orang lain, karna kita sama2 enggak suka nge-judge
- lagi deeptalk tiba2 suka kemana2 enggak penting ngomongin film, makanan, hobi, update temen2 😆
- paling konyol lagi deeptalk terus tiba2 ribut gara2 random topik saya minta dia temenin nonton film raditya dika dia enggak mau awokwkwk
deep talk setelah nikah:
- saling berterimakasih atas perjuangan masing2
- ngomongin anak2 dan dunianya
- ngomongin luka masa lalu (inner child) kami kadang suka ke trigger ngeliat anak, karna masa kecil kami tidak semudah dia, tapi kita saling memvalidasi dan menjadikan inner child itu rasa syukur buat anak
- ngomongin hubungan pribadi berdua (tanpa bawa2 anak)
- ngomongin keresahan masing2
- ngomongin keuangan
- ngomongin love language masing2
- ngomongin bisnis masing2
- ngomongin segs
- ngomongin rencana2 kedepan dan liburan
- ngomongin agama
- ngomongin update/cerita keluarga masing2
- dan msh suka tiba2 ngobrol topik enggak penting jg 😆
kalau kata raditya dika kecantikan dan ketampanan semua akan memudar, pada akhirnya yg tersisa di hubungan itu ya ngobrol. makanya penting punya pasangan 1 frekeuensi, bisa cerita tanpa di judge dan sama2 nyaman
kamu kalau deeptalk sama pasangan ngomongin apa???
setuju bgt perihal circle ini. kalau kata ko @fellexandro kita butuh “circle of trust” buat dapetin feedback biar bisa growth. bangun networking dengan orang2 baru bisa ngasih insight yg kadang sampe bikin mikir, “loh ada ya ternyata hal kek gitu?” yg ngasih ide buat ngelakuin hal-hal baru. dan sekarang lagi nyoba mengkotak-kotakkan circle biar tau mana yg bisa ditarik jadi inner circle, beruntung lagi kalo bisa masuk circle of trust.
Kadang2, pas pulang kerja, aku merasa bosan aja gitu; Biasa aku doomscrolling, YouTube shorts. Sekarang aku malah merasa bersalah... Buang2 waktu saja, gitu rasanya. Takut juga, nanti kemampuan fokus berkurang; Takut nonton propaganda. Aku mikir: Gimana kalau ke cafe? Ah bosan juga. Cafe mulu, pas duduk pun napain? Baca, scrolling... Sama aja akhirnya; Mau ke mall kah? Tapi mall pun isinya begitu2 je, cuma toko2; Penat rasanya keliling. Beli barangkah?
Gimana kalau cari barang di mana2 begitu? Tokopedia? Ah rasanya boros gitu; Konsumerisme. Masalah aku ngobatin bosan dengan belanja? Tak sehat... Dulu pun sudah sering begitu, masa sekarang mau begitu lagi? Alhasil cuma baring2 aja, mikir. Biasanya jalan kaki, tapi jalan kaki pun bosan. Kata orang: Berdamailah dengan bosan! Tapi aku, aku tak mau. Waktu rehat cuma sedikit, masa aku habiskan dengan bosan? Tak lama malam tiba, lalu besok tiba... Kerja lagi. Kalau waktu habis kerja cuma buat melamun, apalah artinya hidup? Cuma kerja lalu melamun kah?
Lo nggak bisa ngalahin orang yang lagi having fun.
Bukan karena dia paling jago.
Bukan karena dia paling pintar.
Tapi karena dia nggak kehabisan energi buat hal-hal receh: takut salah, mikirin omongan orang, sibuk bandingin diri.
They wake up curious, not pressured. kerja mungkin lama tapi bukan karena dipaksa. kalau jatuh bisa bangkit cepet, karena dia gak anggep identitasnya terluka. toh ini cuma permainan.
Fun is a cheat code.
Bikin effort kerasa ringan.
Bikin konsistensi kejadian tanpa dipaksa.
Bikin progress compounds.
Kalau lo sering ngerasa capek, belum tentu yang salah adalah disiplin atau skill.
You might just be playing the wrong game.
@Ihyfinnn Due to lingering unresolved family conflicts and unaccountability from the elders. Once the matriarch passes away, that’s the final nail and everyone goes their separate ways 💔