Seluruh pengurus Partai Buruh se-DIY resmi mengundurkan diri secara serentak dan mencabut dukungan terhadap partai.
Keputusan yang diumumkan dalam deklarasi "Perpisahan Serikat Buruh dengan Partai Buruh" di Yogyakarta pada Minggu (5/7) itu disebut sebagai bentuk protes atas arah kebijakan elite pusat yang dinilai menyimpang dari cita-cita awal perjuangan buruh. Langkah ini diambil MPBI DIY bersama sejumlah serikat buruh di Yogyakarta.
🫡🫡🫡
Dahsyat memang Bang Dino Patti Djalal, langsung berangkat Menlu ke Teheran. 🤣🤣
Pemerintahan amatir ini memang bisa merusak segalanya kalau tidak dikritik dgn keras.
Amsiong tenan.
klarifikasi BAKOM pemerintah soal asisten raffi ahmad jadi komisaris BUMN:
- Latar belakang seseorang tidak bisa dinilai hanya dari satu dimensi
- bukan harus ahli teknis di bidang usaha
- etika dan sikap juga dinilai selain kompetensi
- Publik diminta bersabar,
- tunggu kinerja dulu sebelum menilai
- baru kerja 2 tahun kok minta seakan udah kerja 5 tahun
- Pemerintah sebagai pemegang saham berhak menunjuk perwakilan di komisaris
- Proses pengangkatan sudah sesuai prosedur & GCG yang berlaku
BREAKING NEWS
Korupsi Rp 5 Triliun terkait pasokan batubara untuk PLN
Ini yang menyebabkan terjadinya Black Out di sumatra dan jawa beberapa waktu terakhir
Poster ini diunggah akun Instagram Gerindra Jepara di tengah musim kampanye, 3 Desember 2023 atau 72 hari sebelum Pilpres.
Orang menuduh motif pelangi di poster ini adalah usaha Prabowo-Gibran mencari dukungan politik dari kelompok pemilih tertentu.
Tim Kampanye membantah, dan menyatakan “pelangi lebih dulu (ada) dari urusan LGBT”.
Tentu kita setuju. Anak-anak juga menyanyikan lagu “Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan”.
Ada yang keberatan?
Kita percaya pada Tim Kampanye Pra-Gib bahwa poster ini tak punya motif politik untuk mendapatkan suara pemilih tertentu.
Jadi ketika sekarang rezim Prabowo-Gibran menyatakan LGBT ancaman bagi negara, mestinya mereka tetap santai memakai dasi atau pin bermotif pelangi.
Yang dilakukan Prabowo dengan menyatakan LGBT sebagai ancaman negara adalah stempel-stempel yang sudah dipakai banyak penguasa sepanjang sejarah. Terutama mereka yang gagal memajukan kesejahteraan rakyatnya.
Hitler memainkan kebencian terhadap Yahudi. Soekarno menstempel pengkritiknya sebagai kaum kontra-revolusi. Soeharto dengan stigma komunis. Jokowi memakai cap radikalisme dan menyingkirkan pegawai KPK dengan stempel “Taliban”.
Semua diambil dari bahan bakar yang sama: Kebencian sosial terhadap minoritas.
Saat rezimnya yang korup mulai bangkrut, Soeharto mengkambinghitamkan asing dan Tionghoa. Lalu mereka jadi sasaran amuk massa. Bukan Soeharto dan kroninya.
Resep serupa dipakai rezim militer Fiji terhadap peranakan India atau junta Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Dan Donald Trump menjadikan imigran sebagai kambing hitam kemunduran ekonomi Amerika dan memudarnya pengaruh politik internasional mereka.
Pembantaian 253 guru ngaji dan kiyai NU pada 1998 di Jawa Timur juga diawali dengan daftar nama “Dukun Santet”. Investigasi menunjukkan, para pembunuh adalah orang-orang terlatih yang berkaitan dengan anasir militer untuk menghabisi basis pendukung Gus Dur.
Jauh sebelum Prabowo dan Trump, para raja dan kaisar yang gagal menyejahterakan rakyatnya, yang istananya dipenuhi skandal, dan rakyatnya kelaparan karena gagal panen, akan membuat daftar nama “Tukang Sihir” untuk diburu.
Dan kaum agamawan dengan suka cita menyiapkan tiang pembakarannya. ***
TEMAN-TEMAN LIHAT INI!!
Ada anak menteri ikut bapaknya dinas ke New York.
@.Dody Hanggodo hello pak 🙃
WNI tanya WNI...
Boleh sih begini?? Kunjungan kerja bawa anak istri??
Mau tanya juga, nama anaknya masuk list SK delegasi berarti ngikut pake duit negara gitu kah?? @.KemenPU
Beneran Nanya ini😌
Mumpung Kegiatan Masih 6-7 hari, masih bisa itu revisi😉
HIGH-LEVEL MEETTING ON THE MIDTERM REVIEW OF THE NEW URBAN AGENDA NEW YORK
(13-19 Juli 2026)
warga blak-blakan ga rela lagi bayar pajak ke pemerintah
"tahun ini saya ga bayar pajak. uangnya dialihkan iuran benerin jalan, saya belikan semen"
"nunggu dari pemerintah lama, udh rusak parah. inisiatif dari masyarakat, jadi bangun sendiri ajalah"
Brarti Bangun KDMP puluhan ribu itu ngk lewat proses Tender?
RAB nya gimna?
Evaluasi perencaan gak ada?
Kalo ngk sesuai spek, gimana?
Inimah bukan efisiensi,
ASAL-ASALAN !!!
Wallahi, we are really going finished
Jari tengah untuk so-called Badan Gizi Nasional yang jajarannya sama sekali gak ada yang ahli gizi, dan anggarannya hasil dari menggarong 20% pos anggaran pendidikan.
Jari tengah untuk kabinetmu! @prabowo
Dulu bpknya membunuh hakim agung yg mengusut korupsinya
Sekarang anaknya pamer kemewahan seolah tanpa dosa 😑
Era korupsi paling dahsyat selama 32 thn, warisan tak cuma soal kekuasaan
Juga soal jejak yg belum selesai dipertanggungjawabkan
Haruskah publik lupa sejarah 🤔
Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1️⃣ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2️⃣ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.