Dia omon boros anggaran tapi dia sendiri bikin administrasi gemuk banget (sampai kita gak tahu jumlah menteri dia). Aku sempat killing time hitung sirkel pembantunya saja ada 376-472 orang (udah termasuk stafsus, asisten dll). Dia sendiri bikin sistem tidak efisien. 🥵
Guys ada beberapa momen di wawancara Najwa dengan Prabowo yang gw rasa perlu lebih banyak orang cermatin.
Bukan yang bagus-bagusnya. Tapi yang mengejutkan dan jujur tidak nyaman untuk didengar dari seorang presiden.
Pertama soal demonstrasi dan bom molotov.
Najwa kasih data ratusan mahasiswa dan aktivis ditangkap pasca demo. Penangkapan terbesar sejak reformasi. Dan aktor yang menyuruh tidak pernah terungkap.
Prabowo tidak jawab soal kenapa aktornya tidak pernah diusut.
Dia malah balik tanya ada yang ribut tidak soal bom molotov? Ada yang ribut tidak soal gedung DPR mau dibakar?
Najwa bilang banyak Pak yang protes.
Prabowo bilang enggak ada itu.
Dan mereka debat soal apakah ada yang protes atau tidak. Di depan kamera. Dengan nada yang semakin meninggi dari sisi Prabowo.
Presiden dan jurnalis berdebat soal fakta apakah ada pemberitaan atau tidak bukan soal substansi pertanyaannya.
Pertanyaan aslinya tidak pernah dijawab. Kenapa aktor intelektualnya tidak pernah ditangkap.
Kedua soal kritikan yang dianggap regime change.
Najwa tanya apakah semua kritikan terhadap pemerintah bermuara pada keinginan untuk regime change.
Prabowo bilang tidak semua tapi ada.
Lalu dia sebut Asia Tengah. Color revolution. Disinformasi dari negara-negara tertentu.
Dan kalimat ini yang menurut gw paling mengkhawatirkan.
'Kita ini bukan anak kecil. Kadang ada peristiwa yang dibuat seolah-olah. Itu namanya false flag operation.'
Ini diucapkan dalam konteks kasus Andri Yunus yang pelakunya sudah terbukti dan dikonfirmasi sendiri oleh Mabes TNI sebagai anggota Bais TNI.
Bukan spekulasi. Bukan rumor. Sudah dikonfirmasi institusi militer negara sendiri.
Tapi presiden membuka kemungkinan bahwa itu bisa jadi false flag.
Dan itu bukan pernyataan yang kecil. Karena kalau presiden sendiri meragukan fakta yang sudah dikonfirmasi institusinya sendiri bagaimana publik bisa percaya bahwa penyelidikannya akan tuntas.
Ketiga soal 'kalau tidak suka bisa turun ke jalan.'
Ini yang paling bikin gw diam sebentar.
Di tengah diskusi soal kekhawatiran ruang demokrasi yang menyempit Prabowo bilang kalimat ini.
'Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai.'
Konteksnya dia sedang bilang bahwa rakyat yang mendukung dia tahu kalau rusuh semua yang rugi.
Tapi framing-nya bisa dibaca dua arah.
Satu dia percaya diri karena merasa dukungan rakyat masih kuat.
Dua ada nada yang terasa seperti tantangan. Di saat yang bersamaan dengan konteks mahasiswa yang baru saja mengalami penangkapan massal terbesar sejak reformasi.
Ajakan untuk turun ke jalan dari seorang presiden — di tengah diskusi soal intimidasi terhadap pengkritik itu pilihan kata yang sangat tidak biasa.
Keempat soal 'saya korban juga.'
Ketika Najwa tanya soal ruang bersuara yang menyempit dan kasus-kasus intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis Prabowo bilang satu kalimat yang gw tidak bisa lewatkan begitu saja.
'Saya ini korban juga.'
Lalu langsung pivot ke harga pangan yang terkendali di Ramadan.
Gw tidak tahu maksudnya persis. Korban dalam konteks apa. Diserang secara politik? Difitnah?
Tapi menyebut diri sendiri sebagai korban di saat yang sama ketika aktivis HAM yang luka bakar 24 persen dan korneanya rusak sedang dirawat di rumah sakit itu pilihan framing yang sangat tidak tepat waktunya.
Gw tidak bilang semua yang Prabowo katakan malam itu salah. Ada yang bagus. Ada yang jujur. Ada yang berani.
Tapi ada beberapa momen yang seharusnya tidak keluar dari seorang presiden di forum publik.
Karena kata-kata presiden itu bukan sekadar pendapat pribadi. Itu sinyal. Dan sinyal yang salah efeknya jauh lebih luas dari kata-katanya sendiri.
Masih ada orang yang bilang orang ini gatau apa-apa karena informasinya dihalangi bawahannya? Liat ini aja udah jelas kok, emang orangnya ga peduli aja. Menolak realita, menolak kebenaran.
Orang kaya gini kok ya bisa jadi Presiden. Jadi intern aja ga akan lolos pasti sih ini
Baru saja menyaksikan rekaman pertanyaan Mba Nana kepada Presiden Prabowo perihal serangan air keras terhadap Andrie Yunus dan seputar intimidasi teror yang dialami oleh orang-orang yang kritis pada pemerintah.
Dan jawaban dari Presiden Prabowo?
Tegas jawabannya dalam menanggapi kasus Andrie Yunus, tapi….
…selalu ada tapi dari setiap jawaban yang harusnya berhenti di statemen yang tegas.
Tidak perlu ada dugaan-dugaan.
Kita butuh statemen yang tegas dan bulat dari Presiden.
Jujur, tidak nyaman mendengar tanya jawab ini.
Seperti anti-kritik.
Silakan lihat dan nilai sendiri.
Sekelas Mba Nana saja memberi fakta malah dibantah mentah-mentah, terus apa kabar itu orang-orang yang katanya berjuang dari dalam?
Kok serem sih… mbak Nana berkali-kali bilang banyak yang protes, dia keukeuh ngebantah. Ga ada gitu dia penasaran, nanya dulu minimal, “Siapa yang protes? Mana?” Malah come on come on doang ga mau tau. Nuduh orang ga objective tanpa tabayyun.
Bener-bener buta mata buta telinga.