"Jangan berbicara perihal gender padaku, aku anomaliโ" Ia bisa jadi apa saja; apapun yang ia inginkan. "Kamu bisa melakukannya lebih dulu, aku akan membantu mu." @atheirisch
menyusahkan kekasih hati dari Romeo yang satu ini. "Aku rasa aku siapโtapi bolehkah kita beli camilan dulu?" Rasa-rasanya ini akan jadi pekerjaan yang panjang dan ia takkan sanggup bilamana harus menahan lapar lama-lama. / @atheirisch
Kali ini, lagi-lagi ia tak berkesampatan untuk melaksakan misi bersama dengan Satoya; padahal hati sudah berharap kalau ia bisa berjalan berduaan dengan sang sahabat. Yang benar sahabat?
Harus ia tahan baik-baik keinginannya itu untuk memperlancar misi kali ini. Agar supaya tak
tempat di mana ia berdiri, lagi-lagi meninggalkan Saeran seorang diri. Entah apa masalahnya pada Saeran hingga dia seperti ini, namun kalau boleh jujur Inari tak bermaksud sama sekali untuk bersikap seperti ini. Sungguhan deh. Begitu ia merasa bahwa dirinya sudah berada di tempat
sebagai tempat memasang jebakan itu. Tak butuhkan waktu lama untuknya dapat memasang anomnet dengan cepat; mempelajari cara guna senjata-senjata ini dengan Satoya sangat membantunya untuk memahami cara kerja senjata milik BIDA itu.
kini tak bersama dengannya, Inari percayakan tugas ini pada orang lain.ย
โ@e_anid, aku bisa membantu memasang anomnetโโ ada jeda dalam kalimatnya. Menimbang-nimbang apakah bantuan itu cukup untuk diberikan pada sang pemuda? โAtau, apakah kamu membutuhkan bantuan lainnya?โ
Pandangnya ia jatuhkan bergantian pada mereka yang berada di hadapan, hingga suara mulai terdengar. โAku akan bantu Sae-kun untuk lumpuhkan muminya kalau begitu.โ Ia tak pandai berteka-teki, biasanya ia berikan bagian berpikir untuk Satoya. Namun mengingat ia