Satu juta. Angka itu bukan statistik. Itu adalah 1.057.482 tatapan kosong di tenda pengungsian, bau basah dari pakaian yang tak sempat diselamatkan, dan 961 kursi kosong di meja makan yang takkan pernah terisi lagi.
Kau tahu apa yang paling menjijikkan dari data 961 nyawa melayang dan hampir seribu orang hilang ini? Estimasi biaya pemulihan.
BNPB bilang, butuh Rp51,82 triliun untuk memulihkan Aceh, Sumbar, dan Sumut. Bayangkan. Kerugian yang disebabkan oleh kelalaian sistematis pembalakan liar, tata ruang abal-abal, dan penegakan hukum tumpul terhadap korporasi perusak kini harus ditanggung negara. Uang kita.
Pejabat datang, pasang wajah prihatin di depan kamera, bilang "Indonesia Mampu Atasi Musibah". Mereka memastikan APBN cukup (Kata Mensesneg 3 Des 2025). Tentu saja cukup! Anggaran untuk event pencitraan, studi banding, atau food security project yang tiba-tiba muncul, angkanya jauh lebih berani.
Lihat kontrasnya:
Biaya pemulihan: Rp51,82 Triliun.
Bantuan yang diserahkan Menag tahap awal: Rp155 Miliar (fakta, 2 Des 2025) – mayoritas dari donasi Baznas dan lembaga lain, bukan murni kucuran APBN Penuh.
Korban meninggal hampir 1.000 jiwa, tapi Pemerintah Pusat TIDAK MAU menetapkan status Bencana Nasional (fakta, dikritik ekonom karena membatasi ruang fiskal darurat - 1 Des 2025). Kenapa? Karena menetapkan Bencana Nasional berarti pejabat harus kerja, bukan pencitraan. Itu berarti membuka dompet sebesar-besarnya, bukan sekadar mengirim 3-4 pesawat Hercules berisi mi instan.
Sementara anak-anak di pengungsian merindukan satu piring nasi hangat, elite di Jakarta sibuk berdebat: Apakah lebih penting kerja lapangan atau administrasi? (fakta, alasan belum ditetapkan Bencana Nasional - 3 Des 2025).
Jutaan nyawa terancam. Ribuan hilang. Puluhan triliun rupiah ludes karena keserakahan yang dilegalkan. Dan kita, yang kehilangan saudara, hanya bisa melihat mereka beradu argumen di podium.
Kita menabur kemanusiaan, yang kita tuai hanya lip service dan angka kerugian yang membengkak.
Salut 👍
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menunda perkawinan putranya mengingat wilayahnya harus dipulihkan lebih dahulu, yang sedianya akan dilaksanakan 6-7 Desember 2025
Sy mau ngajuin pengaduan min, sy beli tiket jakarta - padang Rp 850.000 di agent miyor pulogebang untuk tanggal 27 Maret 2025, Harusnya sy dapet bus jawa platinum class. Tapi di H-3 dibilang bus jawa platinum class sedang perbaikan, sy bilang oke, ditunggu kabar baiknya. -cont-
Alhamdulillah...Roda berputar. Amerika sedang diambil alih oleh Umat Islam atau Allah serahkan Negara tsb kepada Orang yg hatinya berpihak kepada "Kebenaran".Kirim video ini kepada orang yg benci Islam dan umatnya, moga dia dapat hidayah‼️🤲🤲🌹🫶🏻💚
Tadi khatib mengatakan hal yang sangat membekas di hati saya:
Nanti di akhirat tak ada lagi Shalat, tak ada lagi Zakat, tak ada lagi Puasa dan Haji.
Akhirat adalah tempat menuai hasil. Saat inilah kita hidup di dunia Allāh berikan kesempatan untuk beribadah
Allāh...
Seandainya semua kawan saya hari ini, tetangga saya, mitra bisnis saya, teman almamater seperguruan tinggi, teman SD hingga SMA, bahkan saudara kandung saya sendiri “Makan Babi Panggang”, maka bagi saya Babi tetaplah HARAM untuk dimakan.
Tak ada kompromi untuk hal munkar..!!.