Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.
2002 piala dunia pertama, mamak beli jersey pertama Hasansas Turki
2006 zidane tanduk materazzi
2010 piala dunia terbaik, hampir semua match ku tonton
2014 sakit hati, selangkah lagi messi juara
2018 kok bisa kroasia final
2022 nangis di final, messi juara
ngomongin Piala Dunia,
kesannya utk kalian apa sih?
1998 - yg saya tau Prancis juara n Zidane jago *masih bocil 7 tahun persis anak saya skg
2002 - ASIA SUPREMACY, tp lebih ke jam tayang yg bersahabat sih *jangan lupakan set piece Ronaldinho ke gawang David Seaman
2006 - Italia juara, semakin ngefans sama Totti *Zidane nanduk Materazzi
2010 - nonton di kosan, waktu itu mahasiswa tingkat 2 *tuiting from Vuvuzuela
2014 - kerja di detik, jdi infografis designer, dr seneng bola sampe benci, abis kerja itu sampe tiga bulan saya enek sama bola
2018 - ??? Apa ya yg seruuu, oiye Kylian muda, datang sbg debutan, berakhir jdi juara
2022 - its Messi time!
CERITAIN JG DONG PIALA DUNIA VERSI KALIAN!
Inspired by https://t.co/OjIvlQbDhO, but for football.
Draft a Premier League XI from random clubs and seasons. Build your team. Simulate the season.
Can you go 38-0?
https://t.co/znFjgOW4Wj
#football#soccer#fifa#premierleague
Gw awalnya kaget lihat fakta ini:
Burnley FC yang baru degradasi dari Premier League dapat sekitar £50 juta. Sementara Barcelona sebagai juara La Liga hanya dapat sekitar £46 juta bonus juara.
Kelihatannya aneh. Tim yang turun divisi malah dapat lebih besar dari tim juara.
Tapi konteksnya berbeda.
Premier League punya nilai hak siar TV terbesar di dunia, totalnya lebih dari £4,5 miliar per musim.
Karena itu, klub yang degradasi dapat parachute payment atau uang parasut. Tujuannya supaya kondisi finansial klub tidak langsung ambruk setelah turun ke Championship. Burnley terima sekitar £50 juta dari skema itu.
Sedangkan angka £46 juta untuk Barcelona hanyalah bonus posisi juara La Liga, bukan total pemasukan mereka dari liga.
Secara keseluruhan, Barcelona tetap menerima sekitar €150–160 juta dari distribusi hak siar La Liga dalam satu musim. Sebagai perbandingan, juara Premier League bisa memperoleh sekitar £170–195 juta hanya dari distribusi hak siar liga.
Ya, "Kolam Uang" EPL memang jauh lebih gila.
gue yakin mereka juga dalem hati pengen punya pemain yang kek gini ke Barca. sayang sekali bung filosofi tim kalian galacticos, banyak beli pemain luar bukan homegrown kaya Barca.
kalo tanya kenapa pemain homegrown segitu bencinya? well go learn history.
football needs hate, deal with it and take it like a good boy😉😉😉
@kebeletpipissss@JackLuka14@BarcaaInside Statement 1: pressure fans besar
Replymu: iya pressure besar krn harga mahal
Counterku: gak krn harga doang, emang presure fans sebesar itu
Kalo dirunut gini bisa nangkap?