Mindfulness sebenarnya baik saja, tp memang bisa jadi toxic positivity.
Mindfulness bisa membantu kita mengelola kecemasan dan tetap jernih. Masalah muncul ketika ajakan untuk tenang, bersyukur, menjaga energi, dan berpikir positif justru menggantikan pertanyaan mengapa ini terjadi dan siapa yang bertanggung jawab? Saat berita kebakaran, udara beracun, bencana, keracunan MBG, dan kegagalan pelayanan publik memenuhi ruang informasi, masyarakat memang perlu menjaga kesehatan mental. Tetapi bagi keluarga yang anaknya keracunan, warga yang menghirup PM2.5, atau mereka yang kehilangan rumah dan pekerjaan, masalahnya bukan sekadar mindset. Mereka membutuhkan perlindungan, informasi, layanan, kompensasi, dan pertanggungjawaban.
Di sinilah mindfulness bisa berubah menjadi alat depolitisasi. Penderitaan yang semestinya melahirkan pertanyaan tentang kebijakan justru diperlakukan sebagai persoalan emosi individu. Padahal kemarahan tidak selalu sesuatu yang harus disembuhkan; kadang ia adalah respons moral terhadap ketidakadilan. Yang penting adalah mengubahnya menjadi data, pertanyaan, solidaritas, advokasi, dan tuntutan perubahan. Jangan panik bukan berarti jangan mempertanyakan.
Jangan bermeditasi agar mampu berdamai dengan ketidakadilan; bermeditasilah agar cukup tenang untuk memperjuangkannya.
Sekian sesi demotivasi malam ini. Jadilah sebaik-baiknya medioker. Ingat. Loe itu biasa aja. Ga hebat-hebat banget. Apalagi menjadi special one. Jauh, bro.
@bisulelang @crushmyself_ @Supir_Tembak @txtdrberseragam Pangkat strip satu merah itu di tni yang paling rendah, prajurit dua. Kalo ada dua, prajurit satu. Kalo tiga, prajurit kepala. Abis itu baru deh naik ke kopral, seperti huruf v warna merah.
Kami turut menayangkan ulang artikel penting dari @projectm_org karena kita tak boleh tunduk pada tekanan dalam pengungkapan kebenaran #PercumaLaporPolisi https://t.co/00S28mmxQ8
Kami menerbitkan kembali laporan mendalam @projectm_org mengenai tragedi keluarga di Luwu Timur, Sulsel. Institusi kepolisian harus secepatnya memperbaiki mekanisme penanganan kekerasan seksual dan berpihak kepada kepentingan korban.
https://t.co/LnqBkIRW7n
Polisi menghentikan penyelidikan perkosaan tiga anak oleh ayah mereka sendiri, mengabaikan segala cerita dan bukti. #PercumaLaporPolisi
Tulisan ini pertama kali diterbitkan oleh @projectm_org. Tirto memuat ulang sebagai bentuk solidaritas.
https://t.co/s58dGBCfjq
https://t.co/ZEdgB8P171 mendapatkan izin dari redaksi @Projectm_org, untuk menerbitkan ulang liputan pemerkosaan anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan ini. Situs Project Multatuli mengalami serangan siber setelah mengungkap kasus tersebut. #TempoNasional https://t.co/RxAYztL6rl
YUK VIRALKAN!! Kami menayangkan ulang artikel @projectm_org ini agar kita bersama bisa mendesak aparat menyelesaikan kasus dengan prinsip keadilan untuk korban.
https://t.co/7xBLjrrK2C
VICE menerbitkan ulang artikel penting @projectm_org ini agar aparat serius mencegah terulangnya tragedi kekerasan seksual seperti dialami keluarga di Luwu Timur, Sulsel berikut. https://t.co/nx1dOOK66u