Lagu penyemangat buat Timnas Indonesia 🇮🇩 di pertandingan Final 5 Oktober nanti.
Dari Marvin and friends from Uganda 🇺🇬
Yang nggak masuk namanya, jogetin aja 😆
Kerancuan / Kesesatan Logika Rocky Gerung tentang Konstitusi dan UUD 1945
Kritik terhadap cara berpikir Rocky Gerung dalam memahami konstitusi perlu ditegaskan !!!.
Rocky kerap terjebak atau sengaja ingin menjebak lawan bicara pada abstraksi filsafat yang mengabaikan wujud konkret dari hukum tata negara.
1. Halusinasi rocky soal "Anti-Kapitalisme" di Tengah Realita Pasal 33 Amandemen saat ini
Rocky mengklaim konstitusi Indonesia secara absolut bersifat “anti-kapitalisme” hanya dengan bersandar pada narasi sejarah 🤣 sejarah yang mana bos?
Namun, dalam hukum normatif, kekuatan UUD terletak pada teks Batang Tubuh.
Pasal 33 UUD 1945 hasil amandemen (khususnya Ayat 4 dan 5) secara eksplisit memasukkan prinsip “efisiensi berkeadilan” dan mekanisme pasar terintegrasi (Demokrasi Ekonomi)
Penambahan ayat-ayat ini dalam amandemen jelas membuka pintu bagi sistem ekonomi campuran yang mengadopsi elemen kapitalisme modern, seperti pasar bebas.
Menyebut konstitusi amandemen sebagai teks murni anti-kapitalisme adalah wujud PENGABAIAN terhadap isi pasal yang sah berlaku saat ini.
2. Bicara Konstitusi Tanpa Pasal: adalah KERANGKA BERPIKIR YANG CACAT
Membicarakan Undang-Undang Dasar dengan menepiskan pasal-pasal di dalamnya adalah lompatan logika yang menyesatkan. 🤣
Konstitusi BUKANLAH ESAI filsafat bebas, melainkan DOKUMEN HUKUM TERTINGGI yang mengikat negara lewat norma teknis (rule of law).
Ketika tokoh politik seperti Prabowo Subianto berkali-kali menyoroti pentingnya Pasal 33, beliau MERUJUK pada teks UUD 1945 Naskah ASLI, karena paham bahwa nilai ideologis harus berwujud pasal normatif.
Jika pasal dianggap sekadar "urusan teknokratis yang tidak penting" seperti yang diklaim Rocky, MAKA KONSTITUSI KEHILANGAN FUNGSI UTAMANYA SEBAGAI HUKUM POSITIF dan hanya menjadi JARGON KOSONG.
3. Kontradiksi Antara Pembukaan dan Batang Tubuh Hasil Amandemen
Jika Rocky menjadikan Pembukaan UUD 1945 sebagai benteng utopia bernegara, IA SEHARUSNYA MEMLNGAKUI adanya DISHARMONI mendasar ANTARA Pembukaan dan Batang Tubuh UUD hasil amandemen.
Pembukaan menuntut kedaulatan penuh dan anti-eksploitasi, sementara Batang Tubuh hasil Amandemen I–IV justru melahirkan pasal-pasal yang sangat kompromistis terhadap liberalisasi ekonomi dan politik.
Keterbelahan ini bukti nyata bahwa konstitusi yang berlaku sekarang TIDAK LAGI seirama dengan SPIRIT PEMBUKAAN UUD 1945.
4. Menutup Mata terhadap Cacat Struktur (Fenomena "Bab Kosong" dalam UUD45 Hasil AMANDEMEN)
Sikap Rocky yang meremehkan aspek teknis hukum membuatnya menutup mata terhadap CACAT STRUKTUR dalam konstitusi amandemen—salah satunya keberadaan BAB IV yang DIKOSONGKAN (pasca-penghapusan DPA).
Dalam ilmu penyusunan hukum (legal drafting), mengabaikan struktur hingga MEMBIARKAN ADANYA "BAB KOSONG" menunjukkan kecerobohan sistemik.
Jika aspek teknis seperti ini DIANGGAP TIDAK PENTING, maka Rocky secara tidak langsung membenarkan kejanggalan dan cacat formil dalam konstitusi negara.
Belum lagi Amandemen Kosntitusi ini juga TIDAK PERNAH TERDAFTAR DIDALAM "LEMBAR NEGARA" tahukah dia soal itu?
Kesimpulan
Konstitusi tidak bisa dibaca hanya dari satu sisi romantisme ideologis sambil mengabaikan pasal-pasalnya.
Cara pandang Rocky Gerung yang memisahkan Pembukaan dari kenyataan Batang Tubuh hanyalah retorika yang menghindar dari fakta hukum.
Semoga dia masih inget saat gue teriaki rocky ANTEK NEOKOLIM
:: WeKa ::
TODO EL MUNDO USA GOOGLE MAPS.
Pero nadie lo usa bien. La mayoría hace siempre lo mismo, escribe una dirección, pulsa “Cómo llegar” y ya. Pero Maps tiene funciones que pueden ahorrarte tiempo, gasolina, discusiones y algún susto.
Estas son 8 que deberías conocer:
PURBAYA KE SUAHASIL: KEMANA ARAHNYA?
1. SUAHASIL NAZARA.
Suahasil Nazara adalah ekonom teknokrat dan Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB UI yang pada 14 September 2026 dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya ia Kepala Badan Kebijakan Fiskal (2016–2019) lalu Wakil Menteri Keuangan hampir tujuh tahun. Latar belakangnya S1 UI, https://t.co/SJqvAk3ide. Cornell, Ph.D. University of Illinois. Pandangannya bersifat praktis-fiskal, bukan aliran ideologis murni.
Wikipedia
Inti pandangan ekonominya
Ia melihat kebijakan ekonomi sebagai upaya menyeimbangkan tiga tujuan sekaligus: pertumbuhan tinggi, stabilitas (harga & fiskal), dan kesejahteraan/inklusivitas. Menurutnya, keputusan rasional di tingkat individu tidak otomatis menghasilkan stabilitas makro, sehingga negara harus hadir lewat kebijakan fiskal. https://t.co/UFJQy1V8sc
APBN menurutnya punya tiga fungsi klasik yang harus dijalankan bersamaan: alokasi sumber daya, distribusi (ke kelompok dan daerah yang membutuhkan), serta stabilisasi agar gejolak global tidak langsung menimpa masyarakat. Kredibilitas anggaran dianggap syarat mutlak. https://t.co/cmIrTLzf3O
Keluar dari middle-income trap.
Ini tema yang berulang. Ia menekankan Indonesia berisiko stagnan jika tidak konsisten. Lima agenda yang ia sebut:
1. Meningkatkan produktivitas tenaga kerja (pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial).
2. Infrastruktur yang berorientasi akses layanan dasar.
3. Reformasi institusi (birokrasi, regulasi, iklim investasi).
4. Kebijakan makro yang adaptif.
5. Stabilitas politik dan keamanan.
https://t.co/wkMrrXFHH1
Pertumbuhan 5% dengan inflasi rendah (sekitar 2–3%) dianggap modal, tetapi untuk Indonesia Emas 2045 dibutuhkan akselerasi ke 6–8% lewat inovasi, hilirisasi, dan transformasi struktural.
Strategi fiskal “dua lengan”.
Pandangan yang lebih baru: lembaga fiskal Indonesia berkembang menjadi dua lengan yang bekerja bersamaan.
• Lengan APBN: perlindungan sosial, belanja kementerian, operasional pemerintah, kesejahteraan rakyat.
• Lengan Danantara (commercial arm): ekspansi kapasitas ekonomi, hilirisasi, proyek produktif.
Keduanya harus kredibel agar investor dan masyarakat percaya.
https://t.co/6p8cbH0XDI
Sumber pertumbuhan baru
Yang sering ia sebut:
• hilirisasi minerba (jangan jual bahan mentah),
• belanja produk dalam negeri,
• transisi hijau, penguatan UMKM (termasuk lewat fintech dan digitalisasi), serta
• pemanfaatan bonus demografi dan kelas menengah.
Ketidakpastian global dianggap “normal baru”, sehingga yang harus dijaga adalah fondasi domestik: inflasi terkendali, defisit aman, cadangan devisa, dan surplus dagang.
Pasca-Covid, ia melihat ketidakpastian geopolitik, rantai pasok, dan kebijakan negara besar (terutama AS) sebagai kondisi permanen. Responsnya bukan isolasi, melainkan memperkuat ketahanan domestik: inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, cadangan devisa memadai, dan sinergi Kemenkeu–BI–OJK–LPS–Danantara.
https://t.co/7LlqBt2s73
Karakter Pemikiran
Secara keseluruhan, pandangan Suahasil adalah ekonomi pembangunan yang berhati-hati: pertumbuhan penting, tetapi harus inklusif, berkelanjutan, dan didukung institusi yang kuat. Ia lebih menekankan kualitas belanja, produktivitas, dan kredibilitas kebijakan daripada stimulus agresif atau pelonggaran fiskal. Latar belakangnya sebagai akademisi (desentralisasi fiskal, kemiskinan, pengukuran kesejahteraan) terlihat dalam penekanannya pada indikator kesejahteraan, bukan hanya PDB.
Gaya berpikir.
Ia akademisi yang masuk birokrasi: menekankan data makro (PDB, inflasi, kemiskinan, Gini), desentralisasi fiskal, kualitas belanja (bukan hanya jumlah), dan kebijakan yang tepat sasaran. Bukan ekonom yang mendorong stimulus besar tanpa batas, juga bukan yang menolak peran negara. Posisinya lebih dekat ke pengelola fiskal yang ingin pertumbuhan tetap tinggi tanpa merusak kesehatan APBN.
@SammiSoh Yah blunder nih bocahnya prabowo. Ini soal kualitas orang2 yg handle program ini & juga sistem yg dibangun. Kok bawa2 ideologis? Jelas2 boss lo jadiin mbg ini kendaraan politik nyet. Lo liat nih bedanya mbg di china & indonesia. Itupun beberapa poin di indo gk semuanya jalan.
Video yg cukup panjang
Tp ketika mendengar bang Media berbicara meski panjang lebar...
Yg disampaikan berisi.. bukan berisik sj spt pr penjilat2 itu 😒
Lihat bagian akhir..
Klo imajinasi Prabowo hr ini kekuatan pusat hrs di Jakarta, kita jg hrs berani menghidupkan imajinasi yg lain, menghidupkan kembali imajinasi Bung Hatta saat itu ttg Federalisme.
Smoga pr kepala daerah bisa merenungkan apa yg disampaikan bung Media..
Btw, galfok sm gesture buzzer pemerintah.. nampak sekali dia ga trima tp ga bisa bantah ya 😏
Saw an indie dev’s new vibe coding setup — no keyboard, just a mic, headphones, and a foot pedal.
Turns out the most AI-savvy people on my team all have one new desk essential: a microphone.
Lots of folks here switched to “voice-first workstations”, so I tried it too.
It’s not just faster than typing. The best part? AI gets you even when you’re rambling, unpolished thoughts and all.
Now I just talk through half-baked ideas straight to AI, stream of consciousness.
Typing makes you edit out the messy thinking, only leaving “final” conclusions.
Talking lets your whole thought process unfold naturally.
That meandering, “pointless” chit-chat? That’s the richest context for AI.
I’ve been using @ComuAI_ to record chats and meetings. Beyond auto-recaps and action items, it catches details I missed in the moment — super useful.
Old way: Think it all through first, then ask AI.
New way: Think out loud. With smart audio, AI is always listening, always helping.
Voice might just be AI’s native interface.
📌INVENTARIS TELKOM MULAI DIKLAIM BGN?
🔹 Grup internal pegawai Telkom yang dipaksa pindah makin panas setelah BGN disebut mulai men-tag dan mengklaim barang inventaris milik Telkom.
🔹 AC, kulkas, microwave, meja hingga fasilitas lainnya mulai diberi tag dan dialihkan kepemilikannya.
🔹 Tim BGN disebut telah survei, memotret, dan mengecek setiap lantai Graha Merah Putih Telkom.
🔹 Bahkan fasilitas command center hingga meja kerja disebut bakal diklaim sebagai inventaris BGN tanpa mengeluarkan anggaran.
sekelompok warga menyegel minimarket dgn membawa spanduk bertuliskan
"peduli aset negara"
"kami masyarakat menuntut agar bangunan yg berdiri segera ditertibkan"
warga meminta minimarket tsb diubah menjadi KOPERASI MERAH PUTIH aka KOPDES
4 Level Menteri Gila
Level 1, Menteri Gila, udah tau gak bisa kerja tapi gak mau mundur
Level 2, Menteri Gila, udah tau gak bisa kerja, gak mau mundur tapi ngritik menteri lainnya
Level 3, Menteri Gila, gak bisa kerja, gak mau mundur, masih ngomong jabatan titipan Tuhan dan saya siap dicopot kapan saja
Level 4, Menteri Gila, udah tau bukan bidangnya tapi jabatan tetep diterima, setiap hari ngumpet di Goa sambil jilat-jilat foto bosnya
#Hensa