Tidak bisakah pak Jokowi sedikit saja menghargai keluarga korban penculikan yang sampai saat ini masih menunggu kejelasan dimana mayat dan pusara sanak keluarganya? Ijin bertanya bapak presiden yang kami takuti: apakah bapak masih punya empati?
Apakah di dalam nurani para jenderal yang dulu memecat Prabowo tidak terbersit sedikitpun untuk mengingat kembali sejarah masa lalu bangsa yang getir itu? SBY, Wiranto, Agum Gumelar, hari ini memilih diam. Ijin bertanya wahai para jenderal yang kami takuti: kemewahan apa lagi yang dijanjikan kepada kalian?
Pak presiden dan para Jenderal yang kami takuti, semua manusia akan mati pada saatnya. Tidak bisakah anda semua sedikit mewariskan konsistensi atas apa yang pernah anda ucapkan untuk sekedar menghargai kebenaran?
Pak presiden dan para jenderal yang kami takuti, mohon ijin mengingatkan: ketika manusia sudah tak mampu untuk menghalangi semua brutalitas ini, semoga Kuasa Tuhan yang akan menghentikan kalian secara paksa..
"Innallaha la yuhibbul-mufsidin!"
10 tahun yg lalu pak @jokowi pernah janji jika jadi presiden akn tuntaskan kasus pelanggaran HAM.
Alhamdulillah besok akn ditepati dgn menghukum prabowo yg pernah diberhentikan tdk hormat dr TNI dgn dinaikkan pangkatnya.
Makin kagum sm Jokowi ❤️
Pernah Diberhentikan Tidak Hormat,
Prabowo Akan Disematkan Pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat oleh Jokowi Besok.
https://t.co/WxuAXi9vFy
Sy #DukungHakAngket unk membongkar kecurangan, agar kedepannya pemilu jadi lebih baik.
Tapi kalo sampai pemakzulan presiden Jokowi sy menolak, sy pendukung Jokowi sdh berjanji akan mengawal pak @jokowi hingga selesai dua periode.
Sdh bbrp kali ada gerakan mau lengserkan Jokowi, sy akan konsisten unk melawan.
Adian Napitupulu: Rakyat ini bingung, partai-partai bingung, ketemu kecurangan pemilu ngaduinnya kemana?
Ke MK? ada Pamannya
Ke Pemerintah? Ada Bapaknya
Hak Angket ✍️
Semangat untuk memperjuangkan suara rakyat yg merasa nyoblos 03 tapi kok bisa 02 yg di nyatakan menang.
Anomali suara Ganjar-Mahfud dan partai pengusung jomplang ini yang aneh.
Perjuangan masih panjang, kecurangan pemilu menciderai demokrasi Indonesia.
Bertemu Surya Paloh adalah pilihan terbaik Jokowi mengingat sikap dingin bu Mega
Semakin sedikit lawan di Parlemen, semakin mudah usaha untuk MENGUTAK ATIK Undang-Undang, mempersubur OLIGARKI, KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME
Jokowi juga mulai PRAGMATIS dengan dalih "merangkul" demi melancarkan kursi Gubernur untuk Menantu dan si Bungsu
Adakah rakyat yang peduli? Tentu tidak. Yang penting bansos lancar jaya
Soal "suka berlebihan" ataupun "benci berlebihan"...
Seringkali akhirnya akan "menurunkan" derajat etik dari seseorang yang seharusnya ada di posisi tertentu.
Menjaga "ketokohan" itu emang ga gampang.
Disitulah bedanya ama level "recehan"!