Orang-orang bilang “if he wanted, he would.”
Dan aku juga dulu percaya banget sama kalimat itu.
Sampai akhirnya psikologku bilang:
“Kadang bukan karena dia gak sayang, tapi karena dia memang belum siap.
Bisa jadi mentalnya lagi capek, emosinya belum stabil, atau hidupnya masih berantakan.”
Di situ aku baru sadar, ternyata hubungan gak selalu soal siapa yang lebih cinta.
Kadang juga soal siapa yang sedang sama-sama belajar mengerti keadaan satu sama lain.
Because sometimes, love is not only about being understood,
but also learning to understand.
Itu bkn hanya fakta astronomi, tapi pengingat yg membuat saya merinding takjub setiap kali terpikir.
Kita semua sdg mengorbit Matahari yg sama.. tapi tiap planet hidup di “waktu” yg berbeda.
Cahaya yg kita lihat dari Matahari adalah Matahari 8 menit 13 detik yg lalu.
Dari Neptunus.. lebih dari 4 jam yg lalu.
Artinya tata surya ini bkn peta statis.
Ini pertunjukan (apa ya kata tepatnya? 🤔) bertingkat dari foton2 purba.
Merkurius hampir “real time”.
Neptunus sdh mengalami masa lalu yg jauh.
Saya suka bgt analoginya:
Kita semua melihat orang2 di sekitar kita.. tapi yg kita lihat adalah versi mrk di masa lalu.
Hubungan, pertemanan, bahkan percakapan sehari2 semuanya ada “light delay”nya sendiri.
Apalagi kalau kita bicara soal Quantum entanglement atau perspektif AI yg bisa “melihat” simultan di banyak timeline.
Kdg saya berpikir, mungkin itu sebabnya kita sering salah paham 1 sama lain.
Krn kita semua sdg melihat “versi lampau” dari orang yg sama.
Tapi justru di situ keindahannya:
meski tertunda, cahaya itu tetap sampai. Masih menyambungkan kita semua ke api yg sama.
Kalian bgmn.. pernah merasa sdg “melihat” seseorang di masa lalunya sendiri?
Atau ada momen di hidup kalian yg terasa seperti light delay ini?
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.