Ya memang harus begitu. Karena:
1. Kita ga dikasi pilihan lain buat langganan listrik, hanya PLN.
2. Kalo mati lampu, PLN tinggal minta maaf, gratis. Itupun kalo mau minta maaf.
3. Kalo kita yang telat bayar, gabisa cuma minta maaf, tetap didenda bahkan dicabut.
MENGAPA WILAYAH PERKOTAAN DAN KAWASAN INDUSTRI LEBIH SERING TERJADI ANGIN PUTING BELIUNG??
Nah ini mimin jelaskan ya gaes, Secara sederhana, kenapa wilayah perkotaan padat dan kawasan pabrik lebih sering terkena angin puting beliung bisa diibaratkan seperti "oven raksasa" yang bertemu dengan "pengaduk udara". Berikut adalah penjelasannya dalam bahasa bayi...☺️
1. Efek "Oven Raksasa" (Kota yang Sangat Panas)
Di kota dan kawasan industri, banyak sekali jalan aspal, beton, dan atap pabrik. Benda-benda ini menyerap panas matahari di siang hari dan menyimpannya. Akibatnya, kota menjadi jauh lebih panas (gerah) dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya. Udara yang sangat panas ini sifatnya ringan sehingga akan terbang naik ke atas langit dengan sangat cepat. Udara yang naik dengan cepat inilah bahan baku utama terbentuknya awan badai raksasa.
2. Polusi sebagai "Pupuk" Awan Badai
Kawasan pabrik dan jalanan kota menghasilkan banyak sekali asap, knalpot, dan debu. Di langit, uap air butuh tempat menempel untuk bisa berubah menjadi titik-titik air awan. Nah, asap dan polusi tebal inilah yang menjadi tempat menempelnya uap air. Semakin kotor udaranya, semakin subur dan cepat awan badai hitam (awan Cumulonimbus) itu tumbuh membesar.
3. Gedung Tinggi Membuat Angin "Terjebak dan Berputar"
Bayangkan aliran air deras di sungai yang menabrak banyak batu besar; airnya pasti akan berputar-putar. Begitu juga angin. Saat angin kencang meniup kota dan menabrak gedung-gedung bertingkat atau pabrik besar, anginnya pecah dan berbelok-belok. Tabrakan ini menciptakan pusaran-pusaran angin kecil di dekat permukaan tanah. Ketika pusaran kecil ini tersedot ke atas oleh udara panas yang terbang ke awan (di poin 1), pusarannya ikut berdiri tegak dan membesar menjadi puting beliung.
4. Tambahan "Panas Mesin"
Selain panas dari matahari, kawasan kota dan pabrik juga terus-terusan membuang panas dari mesin-mesin industri, knalpot jutaan kendaraan, dan udara buangan AC. Tambahan "panas buatan" ini membuat udara di bawah awan selalu dalam keadaan mendidih dan tidak stabil, sehingga badai angin punya energi yang tidak ada habisnya untuk terus berputar.
Intinya gini gaes, Suhu yang luar biasa panas ditambah polusi pabrik mempercepat pertumbuhan awan badai, sementara deretan gedung-gedung tinggi memutar angin di bawahnya hingga akhirnya membentuk belalai puting beliung.