Kebahagiaan tak pernah singgah pada hati yang keruh oleh benci. Bersihkan ia dengan memaafkan, ringankan ia dengan melupakan, selamatkan ia dengan mengabaikan.
Ya’juj dan Ma’juj bukan dongeng.
Mereka adalah tanda besar kiamat yang pasti terjadi. Ketika mereka keluar, manusia tak memiliki daya. Tak ada benteng, tak ada senjata. Hanya iman dan perlindungan Allah ﷻ yang menyelamatkannya.
ALLAH ADA DI MANA MANA?
* Pertanyaan “Di mana Allah?” lalu dijawab dengan
* “Sesungguhnya Allah sangat dekat”
* perlu dijelaskan secara rinci dan lurus sesuai Al Qur'an dan Sunnah
* agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam akidah.
1️⃣ *Akidah Ahlus Sunnah:*
* Allah Maha Tinggi di atas ‘Arsy
* Ahlus Sunnah wal Jama’ah menetapkan bahwa Allah ﷻ berada di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya, sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupai makhluk.
📖 Dalil Al-Qur’an
﴿الرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى﴾
Artinya:
* “(Allah) Yang Maha Pengasih, beristiwa’ di atas ‘Arsy.”
(QS. Thaha: 5)
﴿أَأَمِنتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ﴾
Artinya:
* “Apakah kalian merasa aman terhadap Dzat yang di atas langit…?”
(QS. Al-Mulk: 16)
📖 Dalil Hadits
* Rasulullah ﷺ bertanya kepada seorang budak wanita:
«أَيْنَ اللَّهُ؟»
Ia menjawab: «فِي السَّمَاءِ»
Beliau bersabda: «أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ»
Artinya:
* Rasulullah ﷺ bertanya: “Di mana Allah?”
* Dia menjawab: “Di atas langit.”
* Beliau bersabda: “Merdekakan dia, karena ia seorang mukmin.”
(HR. Muslim no. 537)
➡️ Ini dalil sangat jelas bahwa pertanyaan “di mana Allah?” adalah pertanyaan yang benar, dan jawabannya adalah Allah di atas langit.
2️⃣ *Lalu Apa Makna “Allah Maha Dekat”?*
* Kedekatan Allah bukan berarti Allah menyatu, berada di mana-mana, atau turun zat-Nya ke makhluk.
* Ini adalah kedekatan ilmu, pengawasan, pertolongan, dan pengabulan doa.
📖 Dalil “Allah Maha Dekat”
﴿وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ﴾
Artinya:
* “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.”
(QS. Al-Baqarah: 186)
﴿وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ﴾
Artinya:
* “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(QS. Qaf: 16)
3️⃣ Penjelasan Ulama Ahlus Sunnah
🔹 Imam Ahmad رحمه الله
الله فوق السماء السابعة على عرشه، وعلمه في كل مكان
Artinya:
* “Allah di atas langit ketujuh, di atas ‘Arsy-Nya, dan ilmu-Nya ada di setiap tempat.”
🔹 Imam Ibn Katsir رحمه الله
Dalam tafsir QS. Al-Baqarah: 186:
أي قريب بعلمه من داعيه، سامع لدعائه
Artinya:
* “Maksud ‘dekat’ adalah Allah dekat dengan ilmu-Nya kepada orang yang berdoa, mendengar doa mereka.”
🔹 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله
قرب الله لا ينافي علوه، فهو قريب حقيقة، عالٍ حقيقة
Artinya:
* “Kedekatan Allah tidak menafikan ketinggian-Nya.
Allah dekat secara hakiki dan tinggi secara hakiki.”
🔹 Syaikh Ibn ‘Utsaimin رحمه الله
القرب قرب إجابة، وقرب علم، لا قرب مكان
Artinya:
* “Kedekatan Allah adalah kedekatan dalam mengabulkan dan dalam ilmu, bukan kedekatan tempat.”
4️⃣ *Kesimpulan Aqidah yang Lurus*
✔️ Allah tinggi di atas ‘Arsy-Nya
✔️ Allah tidak menyatu dengan makhluk
✔️ Allah dekat dengan ilmu, pendengaran, penglihatan, dan pertolongan-Nya
✔️ Mengatakan “Allah di mana-mana” adalah keliru dan menyelisihi manhaj salaf
📌 *Ringkasannya:*
* Allah di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya
* Namun Allah dekat dengan hamba-Nya dengan ilmu dan pengabulan doa
Wallahu a'lam
▶️ JANGAN TERTIPU! NIKMAT MELIMPAH ADALAH TAHAPAN AZAB ALLAH
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/MDvijQqIr9
Jangan langsung merasa aman ketika hidup terasa enak, badan sehat, rezeki lancar, dan hati senang. Bisa jadi itu bukan tanda Allah ridha, tapi justru peringatan yang sering tidak kita sadari.
Sejarah umat-umat terdahulu mengajarkan satu pelajaran penting. Kaum Luth, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, dan kaum-kaum yang dibinasakan Allah, justru merasakan kenikmatan sebelum azab itu datang. Mereka hidup dalam kemaksiatan, tertawa, bersenang-senang, dan lalai dari peringatan Allah. Allah ﷻ berfirman:
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
“Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (QS Al-An‘ām [6]: 44).
Itulah yang disebut istidraj, yaitu ketika Allah membiarkan seseorang larut dalam nikmat agar ia semakin lalai, lalu azab datang tanpa sempat menghindar. Dan ketetapan Allah ini tidak akan berubah. Allah ﷻ berfirman:
سُنَّةَ اللّٰهِ فِى الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۚوَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا
“(Hukuman itu) sebagai sunatullah yang berlaku terhadap orang-orang yang telah berlalu sebelum kamu. Engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunatullah.” (QS Al-Aḥzāb [33]: 62).
Maka jangan tertipu oleh nikmat yang melimpah. Jadikan nikmat sebagai jalan untuk semakin taat, bukan semakin jauh dari Allah. Karena keselamatan bukan diukur dari seberapa bahagia hidup di dunia, tapi seberapa dekat kita dengan Allah saat nikmat itu datang.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
Jangan terburu-buru saat duduk di antara dua sujud, karena di waktu ini kita bisa meminta ampunan dan permohonan untuk kebaikan dunia & akhirat.
Ada 2 versi doa yang bisa diamalkan. Yuk, hafalkan & save postingan ini sebagai pengingat!
Berdasarkan ringkasan dalil-dalil shahih, yang lebih afdhal adalah duduk iftirasy. Akan tetapi, baik duduk tawarruk maupun iftirasy, semuanya boleh dan tidak membatalkan shalat.