Pertanyaan: Gimana kalau seseorang itu bingung sama arah hidup nya, dia gak tau bakat apa, gatau minat apa? tapi dia gak punya privilege untuk nyoba banyak hal.
Ini jawaban nya: 👇
I was looking through some Enhypen funny clips cause I needed it and this one comes.
Never knew that it would hold SO MUCH different meaning in a few years…💔
Kocaaaak😭 Jungwon ga sengaja jatohin engene bong, terus tiba tiba Heeseung......😭😭😭
🐹: nah...ini bukti kalau barang ini tuh awet, mau dilempar setinggi apa pun tetap kokoh ya ges ya~~
Berasa lagi jualan banget ih 😭
A essa altura ele nem precisa voltar pro grupo, só deles poderem interagir, falarem uns dos outros e ouvir as músicas deles/dele nas lives me deixaria feliz...
Evan with iu
Evan with youngji
Evan with woodz
Evan with im youngwoong
Evan with yoo jaesuk
Evan with kang hodong
Tau ga lu bel kalau di indonesia ada teknik marketing panjat sosial @BELIFTLAB . Buat dikenal local u harus buat artis lu main sama artis gede sokor juga nyet😁
salah 1 bukti heeseung sayang member lain (ini contohnya jungwon) dan sbnrnya masih banyak yg lain 🥺🫶🏻 jadi jgn jahat jahat ya sama mereka semua, tolonggg 🥹
Dan template nya orang" tuh bilang "idol gw stay group ga milih solo juga idol lu udh kalah", "idol lu noh egois", "idol lu noh ga gentle" wkwk...
Ga semua orng diem itu salah dan ga semua orng lantang itu selalu benar, Don't judge something kalo lu pada bukan orng terlibat!! 😄
Aku bantu translate ke bahasa indonesia ya teman-teman, supaya kita para wni bisa membacanya dengan baik dan benar. Supaya ini jadi pencerahan juga untuk kita semua agar pikirannya lebih terbuka.
—
Setelah nonton dokumenter Evan, baca ulang semua official statement, dan sempat baca juga soal organizational research (nemu ini secara nggak sengaja), aku rasa akhirnya aku mulai ngerti kenapa dia ambil keputusan itu.
Yang paling kerasa buat aku itu… dia bukan seseorang yang udah kehilangan rasa cinta ke musik atau ke ENHYPEN. Tapi lebih ke seseorang yang kelihatan bener-bener burnout. Kayak orang yang udah lama banget nyimpen ide, lagu, dan mimpi, tapi nggak pernah punya waktu atau kebebasan buat ngejalanin semuanya sepenuhnya.
Dia sendiri udah sering banget ngomong kalau dia pengen rilis musiknya sendiri, bahkan member lain juga ikut hype itu. Tapi rencana itu terus ketunda, sementara jadwal grup makin padat. Buat aku, ini nggak pernah keliatan kayak dia berhenti cinta sama ENHYPEN. Tapi lebih ke dia pelan-pelan kehilangan kesempatan buat berkembang jadi artis yang juga dia pengen.
Setelah coba lihat dari berbagai sisi, jujur aku ngerasa mimpinya dari awal bukan buat “pergi”. Dari yang dia dan pihak agensi sampaikan, kelihatannya dia sebenernya pengen dua-duanya—tetap jadi member ENHYPEN sambil pelan-pelan bangun kariernya sendiri. Dan itu bukan hal yang mustahil, karena banyak idol lain juga bisa jalanin dua-duanya.
Tapi justru karena mereka makin sukses, hal itu malah jadi makin susah. Jadwal grup yang nggak ada hentinya—tour, comeback, promosi, konten, brand deal, dan banyak hal lainnya—bikin ruang buat hal di luar grup jadi makin sempit. Semakin besar grupnya, semakin kecil juga ruang buat hal lain.
Aku juga sempat baca research dari Westover (2025) dan Grote (2020) yang ngebahas kenapa orang kadang keluar dari tim yang sebenarnya sangat sukses. Menariknya, alasannya sering bukan karena mereka nggak bahagia, nggak loyal, atau udah nggak percaya sama timnya. Tapi karena sistem yang bikin tim itu sukses justru jadi terlalu kaku.
Pas sebuah tim udah ada di puncak, fokusnya biasanya berubah jadi menjaga apa yang udah berhasil—jadwal yang fix, rutinitas yang udah terbukti, dan memastikan semuanya tetap jalan bareng. Tapi tanpa sadar, struktur itu malah nutup ruang buat berkembang, berkreasi, atau ngejar tujuan pribadi di luar jalur yang sudah ditentukan itu.
nunca vou entender como tem gente que diz que o heeseung nunca gostou de trabalhar com o enhypen, sendo que ele sempre demonstrou o contrário
🦌: “estou me sentindo tão orgulhoso esses dias por poder trabalhar com música ao lado de pessoas tão incríveis”