@oktavianidyvia7 Yakan woy, tp kalo dr sudut pandangku. Kesapu semua skandalnya karna akting dia emang sebagus itu dan berbakat. Padahal dr mulai skandal "cutek" itu gue dah ilfeel
Setelah nonton Thirty Nine, ada salah satu dialog yang menarik.
Grieving tuh ternyata nggak selalu terlihat seperti berlarut-larut dalam kesedihan atau mengurung diri.
Beberapa orang tetap bekerja, bercanda, bahkan tertawa seolah tidak terjadi apa-apa. Bukan karena mereka tidak berduka, melainkan karena hidup terus berjalan sementara mereka belajar membawa kehilangan itu bersamanya.
Mungkin karena itu kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa besar duka yang sedang dibawa seseorang. Tidak semua kesedihan tampak di permukaan. Kadang, ia bersembunyi di balik senyum, tawa, dan hari-hari yang terlihat biasa saja.
Bagaimana kalo baju KW yang kamu tertawakan itu adalah hadiah dari orang tuanya?.
Bagaimana kalo postingan yang kamu bilang norak adalah pencapaian terbaiknya?.
Bagaimana kalo sepatu yang dia pakek adalah
self reward yang dinantikan?.
Bagaimana kalo tempat makan yang diceritakan adalah hasil sabarnya yang cukup lama?.
Bagaimana Kalo motornya yang kamu bilang motor jamet adalah motor pertama dalam hidupnya?. bagaimana mungkin kita bisa menertawakan kebahagiaan orang lain?