Fun fact-nya, uang koin kelapa sawit dan melati ini emang pernah lebih "bernilai" daripada "nilai" yang tertera. Bahkan sempet dijadiin bahan gagang cincin batu akik.
Iya, dulu uang ini banyak banget pengepulnya sampai sengaja dileburin.
Alasannya simpel, karena waktu itu hasil lebur nya jauh lebih mahal. Bahan koin ini tuh aluminium bronze, yang sering orang kira emas. Warnanya kuning mengkilap, awet, dan gampang dibentuk. Nah, nilai material logamnya kalau dijual kiloan itu ternyata jauh lebih mahal dari nominal aslinya yang cuma gopek atau seribu perak.
Makanya, ada aja sindikat yang niat ngumpulin koin ini berkarung-karung sampai berton-ton. Mereka nampung dari masyarakat, masukin ke tungku bersuhu tinggi, dan dilebur jadi batangan logam. Habis itu dijual deh ke pabrik atau pengrajin kuningan.
Terus waktu tren batu akik lagi gila-gilanya, koin ini juga banyak yang berakhir jadi gagang cincin karena efek 'kuning emas' itu.
Tapi ya gitu, ngelebur uang rupiah itu tindakan ilegal. Polisi beberapa kali ngegerebek tempat peleburan koin skala besar, kayak kasus yang sempat heboh di Tangerang. Kalau ketahuan, ancamannya ngeri, penjara 5 tahun dan denda 1 miliar.
Jadi, koin ini sempat langka bukan karena kandungan emasnya, tapi karena habis dileburin massal demi jadi bahan kiloan yang lebih bernilai.
Giveaway Alert!
Bantu SobaTri nemuin jalan yang tepat buat ke Gunung Fuji, yuk! ๐ฟ
Kalau udah nemu, langsung ikutan:
1. Jawab pertanyaan di kolom reply.
2. Ceritain momen seru kamu pakai CounTri Roam
Giveaway Alert!
Bantu SobaTri nemuin jalan yang tepat buat ke Gunung Fuji, yuk! ๐ฟ
Kalau udah nemu, langsung ikutan:
1. Jawab pertanyaan di kolom reply.
2. Ceritain momen seru kamu pakai CounTri Roam