Karya Pramoedya Ananta Toer setidaknya sdh diterjemahkan ke 40 bahasa, tersebar di berbagai penjuru dunia. Satu ini adalah bagian dari upaya awalnya, diterjemahkan langsung oleh pemerintah Indonesia untuk memperkenalkan sastra indo ke kancah global di era 60an.
Selamat membaca!
i think the whole “wasting time” perspective only applies if you treat dating as a transactional relationship where you expect a “return on investment”. if you truly cared for them, even if the talking stage fails, you’d never view it as a waste of time.
Bayangin, tanganmu diborgol, kakimu diiket, terus kamu diceburin ke waduk. Ngga ada yang liat seberapa tersiksanya kamu waktu air mulai penuhin paru paru. Ngga ada yang liat seberapa putus asanya kamu waktu matamu masih bisa natap matahari dan langit biru, tapi kamu sadar, kamu ngga bisa ngapa ngapain. Alm Bapak Sumarna, security Waduk Jatiluhur yang meninggal. Dia meninggal karena berupaya membubarkan kerumunan anak muda tapi dia dilakban dan diceburkan ke waduk. Jasadnya baru ditemukan jam 11.00 Katanya para pelaku masih SMP
semoga seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. @prabowo@ListyoSigitP@DivHumas_Polri@DediMulyadi71 bantu di followup bang budi @BudiBukanIntel
Seru juga yaa film The Odyssey. Suka banget kata-katanya yang,
“The most we want is what the most we can’t have, and what the most we can’t have is what we already had and lost”.
semenjak kuliah dan menjajakkan kaki di surabaya, aku menerapkan #prinsip se-friendly, se-care, even se-flirty apapun laki-laki, as long as dia engga directly mengkomunikasikan intention atau perasaannya, aku hanya akan menginterpretasikan niatnya sebagai TEMAN yang BAIK 🫰🏼