koreksi tugas anak tuh menguras energi bangett karena harus memahami 30 tulisan anak. ada yang tulisannya bagus tapi bertele2, ada yang tulisanny masyaallah susah kebaca tapi bener jadi MASYAALLAH🥲 tapi pas udah beres ngoreksi tb2 ada satu anak say “makasih ibun” kaya aduh😭🫶🏻🫶🏻
ini datanya, Pak. Dan ini nyata.
Riset global (Darcy Lockman, "All the Rage"):
Di keluarga dual-income, dua-duanya kerja, istri masih menanggung 65-70% urusan domestik dan anak.
Indonesia bahkan lebih berat karena ekspektasi budaya.
Ibu menanggung: fisik + logistik + emosional.
Bapak menanggung: finansial + "bantu kalau diminta."
oke ini aku izin jawab deh biar ga makin keos. ini karena fm? ga juga.
tapi, fb jadi sebesar ini tuh karena dimaintain. dimaintainnya lewat apa? ngobrol, foto, dll yg akhirnya diwadahi sedemikian rupa jadi fm/sh. dari fm org punya motivasi lebih buat streaming, ngonten, req, dll
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
masyaallah hari ini grup kelas nyebar 3 undangan untuk minggu depan semua. wargi bandung, sumedang dan pangandaran. mantaappp
minggu ini dihari yang sama 2 undangan. luar biasaaaaaaa
Terharu menembus layar, momen seorang anak yang video call sang ayah yang sedang jual es krim keliling, memberitahu bahwa ia telah resmi menjadi sarjana. Dibalik toga dan gelar yang diraih ada perjuangan orang tua yang tidak pernah berhenti bekerja untuk masa depan sang anak.
semalem habis kulineran sama piann, yummyyy.
walaupun banyak tantangan dr muter balik sampe batal planning awal cobain nasgor graha tapi gapapaa ttp seru yapping sm manusia itu