Tugas sebagai manusia berusaha sekeras-kerasnya, berdoa sesering-seringnya, sisanya tinggal ikhlaskan. Membaca jawaban Tuhan juga ga sesederhana itu. Allah menurut prasangka hamba-Nya. Jika kau berprasangka itu bukan jalanmu, pastinya kamu menghindari, begitu juga sebaliknya...
@yappingfess Walaupun keduanya tidak baik untuk ditolerir. 2 tingkat setelahnya masih oke, si Moralis yg merugikan diri sendiri tapi menguntungkan orang lain dan menguntungkan diri sendiri serta orang lain.
@yappingfess Beda pendapat dan beda pandangan politik itu normal, tapi mentoleransi kebodohan itu susah. Orang jahat, dia masih menguntungkan dirinya sendiri, kesadaran moralnya ada walaupun surut, tapi bodoh? Gak punya kesadaran apapun, merugikan diri sendiri dan orang lain. Bahaya.
@tanyakanrl Astronacci? Si otak-atik matuk? Statementnya dia di salah satu podcast aja nunjukin l ogika dia sangat kacau. Seorang prof melogikakan kritik aja fallacy puolll.
Seorang koruptor ngomongin moral seorang aktivis dalam berkata-kata. “Mau jadi apa bangsa ini…” katanya menanggapi cara bertutur Tyo.
Kelucuan yang tragis to the max…
Siapa yg akan kalah? Kamu yg gak kaya-kaya amat, alias kelas menengah. yg miskin? Bisa kok bertahan hidup di dunia kriminal dan penuh kerusuhan. Silahkan pilih.
Ada kok, opsi tanpa demo. Itupun kalau mau. Biarkan saja orang pintar diam dan menyelamatkan diri masing-masing. Gak ada yg khawatir, orang lebih pintar selalu punya cara lebih baik buat bertahan hidup. Sisanya, semakin krisis, survive mode, otomatis kriminal naik. Rusuh.
Dari sini, rasanya memang masuk akal jika menghentikan perang hanyalah dengan perang juga. Karena watak penguasa rakus gak akan berhenti hanya dengan kamu teriaki dari balik dinding sejuk, kursi empuk dan kedap suara.
Sekian 🙏
Kamu kalo manggil orang tapi gak didenger pasti nepuk pundaknya, kan? Kalo masih gak direspon jambak rambutnya, geplak bahkan. Iya. Demo harus seperti itu, semakin tidak didengar harus semakin punya impact. Puncaknya adalah melumpuhkan pusat-pusat ekonomi bahkan ricuh besar.
Dan tdk ada perubahan tnp martir, tnp korban. Tdk ada perubahan dari stempel "AKSI DAMAI". Tdk ada sejarahnya sama sekali. Kamu, aku, kalian, kita coba ingat deretan nama korban setiap aksi, demi siapa? Mereka yg rela menghibahkan nyawanya, demi siapa? Ada pejabatmu yg rela juga?
Selalu ketika momentum yg mencekik rakyat, buat rakyat tergugah dan tergerak, kaum2 kamerad di sini sibuk gontok-gontokan. Pas terjadi letusan "woh kaget" (pake backsound jkw), sambil eval, "kok letusan ini bukan karena kita yg organisir?" Iyalakh, tiap hari kerjaannya adu nyenye
Kubu Solo mulai bergerak loh.
1) Jokowi mau mulai safari keliling Indonesia buat menemui basis pendukungnya.
2) Jangan lupa Kaesang adalah ketua partai. PSI.
3) Kabarnya banyak kader partai lain yang "bedol desa" ke PSI. Nasdem muncul di berita, kadernya pindah ke PSI. Loyalis Jokowi di PDIP juga banyak pindah ke sana.
4) Meskipun di pusat mereka gak punya kursi DPR, di daerah, mereka banyak punya kursi DPRD. Banyak kadernya punya posisi.
5) Jokowi di salah satu pidatonya pas acara PSI bilang, akan mengorganisir sampai tingkat RT/RW.
6) Kapolri, jelas kubu mereka, baru dikasih perpanjangan usia pensiun, tujuannya apa hayo? Jangan lupa istilah "parcok" datang dari mana.
7) Gibran sepanjang jadi Wapres udah mengunjungi hampir semua provinsi. Tinggal dikit lagi.
8) Acaranya Gibran juga yang relate ke grassroot: bakti sosial, kerja bakti, bagi sembako, bantuan sosial.
9) Program unggulan Presiden mulai goyah: MBG kena kasus korupsi. KDMP pemborosan anggaran. BBM tiba-tiba naik. Lawatan ke luar negeri terus. Bisa dimainin isu-isu itu.
10) Pendengung alias buzzernya juga udah mulai pecah kongsi. Ada loyalis sini dan loyalis sana.
2029?
Kubu Solo mulai bergerak loh.
1) Jokowi mau mulai safari keliling Indonesia buat menemui basis pendukungnya.
2) Jangan lupa Kaesang adalah ketua partai. PSI.
3) Kabarnya banyak kader partai lain yang "bedol desa" ke PSI. Nasdem muncul di berita, kadernya pindah ke PSI. Loyalis Jokowi di PDIP juga banyak pindah ke sana.
4) Meskipun di pusat mereka gak punya kursi DPR, di daerah, mereka banyak punya kursi DPRD. Banyak kadernya punya posisi.
5) Jokowi di salah satu pidatonya pas acara PSI bilang, akan mengorganisir sampai tingkat RT/RW.
6) Kapolri, jelas kubu mereka, baru dikasih perpanjangan usia pensiun, tujuannya apa hayo? Jangan lupa istilah "parcok" datang dari mana.
7) Gibran sepanjang jadi Wapres udah mengunjungi hampir semua provinsi. Tinggal dikit lagi.
8) Acaranya Gibran juga yang relate ke grassroot: bakti sosial, kerja bakti, bagi sembako, bantuan sosial.
9) Program unggulan Presiden mulai goyah: MBG kena kasus korupsi. KDMP pemborosan anggaran. BBM tiba-tiba naik. Lawatan ke luar negeri terus. Bisa dimainin isu-isu itu.
10) Pendengung alias buzzernya juga udah mulai pecah kongsi. Ada loyalis sini dan loyalis sana.
2029?
“Trus solusimu apa?”
Ya solusinya cuma bisa kontrol keuangan masing2 sambil berharap ke government soal kebijakan fiskalnya.
Yg finansial terbatas dan menengah yg apes.
Mau ga mau harus ngirit, dan substitusi barang fungsi sama tapi lebih murah
Mau nambah job juga susah di era gini.
Queers dr dulu sebelum pd lahir yg gen skrgg masih hidup jg udh terang-terangan. Secara orientasi seksual saya juga jijik, tapi secara kemanusiaan biarkan mereka hidup, kalo ada yg agresif sampe KS ya pukul ditempat. Fair, kan? Masih aja fafifu, rupiahmu melemah, BBM naik njing!
Satu-satunya cara adalah kelas menengah masa yg paling banyak sekaligus yg paling banyak digerus kehidupannya juga diombang-ambingkeun ini ya sadar, bergerak bersama. Tapi jangan bodoh juga buat gampang percaya sama elitis-elitis palsu. Jangan ada skat, jangan titip nasib!
Mungkin! Hanya karena lingkungannya lebih bodoh, bukan berarti dia juga pintar. Orang bodoh lahir di lingkungan yg lebih bodoh dan memanfaatkan kebodohan bukanlah kepintaran. Karena di lingkungan yg lebih besar dia tetaplah yg terbodoh.
SANGAT TIDAK SEPENDAPAT!
1. Orang bodoh tidak mungkin bisa menjadi seorang Jenderal TNI.
2. Orang bodoh tidak mungkin bisa mendirikan partai politik.
3. Orang bodoh tidak mungkin menjadi seorang menteri.
4. Orang bodoh tidak mungkin bisa terpilih menjadi seorang Presiden.