@tempodotco kukira pemerintah ga ada uang buat ngurusin problem pendidikan khususnya guru, tapi liat berita ini, berarti pemerintah bisa banget mensejahterakan guru tapi emang ga mau aja dasarnya
Bantu pendidikan enggak, repotin guru iya, bantu dapur rumah tangga enggak, gak ngaruh belanja dapur rumah tangga tuh, harga telor malah naik.
Sehat, belum tentu, dapet keringan. Anak-anak tuh sekarang gampang sakit tenggorokan makanan begituan.
Apes. Sumpah mba kalis, MBG saat libur itu bener-bener gak masuk akal. Pendidikan itu ada kalendernya. Kalau libur berarti itu makanan bukan buat support pendidikan.
By Definition World Bank, School Meals, udah gak relate. Gak bantu literasi, nol besar buat pendidikan.
Dukungan gizi yang dimaksud dan dirapel buat 4 hari.
Padahal saya yakin semua ikhlas kalau selama libur MBG dihentikan dulu dan anggarannya untuk pemulihan provinsi2 yg terdampak bencana.
Tapi... Tidak ada hari libur untuk korupsi.
Ketika MBG dikirimkan langsung ke rumah siswa masing-masing, maka MBG sebagai daya dukung pendidikan menjadi hilang. Sebab tidak ada fungsi pendidikan disana. MBG disini seperti bansos, yaitu menjalankan fungsi kesejahteraan sosial.
Jika ini dipaksakan, maka sekolah akan dipaksa terlibat. Apalagi setelah SE soal PJ MBG. Guru yang sudah liburan harus balik kanan untuk memuluskan pengantaran MBG.
Sangat tidak setimpal.
hasilnya:
• ribuan anak-anak keracunan
• 13 orang meninggal karena 1312 (selama aug-sep)
• hampir 1000 orang dijadikan tersangka
• tni masuk posisi sipil
• banyak satwa endemik mati
• banjir bandang di sumatra, ratusan meninggal tapi nggak ditetapkan sbg bencana nasional
Jakarta kebanjiran, langsung jadi HEADLINE NASIONAL seolah” negara hampir lumpuh, presiden turun ke gang” kecil.
ini Tapanuli, Sibolga, Aceh porak poranda karna bencana sampai ada korban jiwa, gak ada di berita nasional. dibilang jawasentris, yg di jawa pasti ngamuk
Di Hari Guru ini, ingin mengingatkan kembali kalau sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa" itu cuma propaganda untuk menormalisasi negara beserta segenap yayasan pendidikan negeri dan swasta untuk menggaji guru dengan tidak layak ☺️