@menuembegejelek sampai yang seperti ini dikomenin π€£π€£ kecuali emang akun parodi sih...
fokus aja yuk sama yang substansial2 aja. jangan bikin bias gerakan.
@tfsurabaya hahaha enak iki komen e ono datane. liya2ne ngegas pol.
aku dewe pingin e nak ndi2 iso numpak transum min. lak aku terutama menurunkan tingkat polusi. bumi makin rusak.
cuma realita seng tak hadapi yo kadant sesuai itunganmu, yo kadang gak min. untung e motorku musuh e pom min
@koganenohikari Alhamdulillah ndan, jika bisa lebih murah naik transum. ada benarnya juga. misal tujuan satu dan jarak jauh dan kebetulan ada halte. misal saya mau ke Pakuwon dari Unair. itu benar2 murah jatuhnya. tp jika buat kerja yang punya banyak tujuan, tak hitung2 lebih mahal naik transum.
@an_exraii@tfsurabaya Loalah bos. bus Surabaya 6rb ya, gak ngerti lak mundak maneh ya. saiki bensin 6rb, iku wes iso nak beberapa tujuan. iku lak wong siji. lha lak wong 2? numpak Surabaya bus nambah duit. lak motoran, nambah beban, konsumsi nambah bbm yo gak akeh menurutku. gambange ngunu lah bos.
Dr Gia pernah bilang, sepengalamannya jadi dokter, kehilangan adalah tontonan sehari-hari. Kalau istri ditinggal suami, namanya janda. Sebaliknya duda. Kalau anak ditinggal orang tua, bisa yatim, bisa piatu.
"trus, " kata dokter Gia, "kalau orang tua kehilangan anaknya disebutnya apa? " Gak ada yang bisa jawab.
Dr Gia melanjutkan, kalau orang tua yang kehilangan anaknya, itu tidak ada kata-kata penggantinya. Tidak ada kata yang bisa mewakili rasa kehilangan anak.
Kemudian saya berfikir, apa rasanya jadi orang tua di Palestina?
Tapi ada yang lebih mengerikan. Sewaktu Israel memblokade semua bantuan ke Gaza, kemudian orang-orang Palestina berjejer siang-siang terik menunggu bantuan, sambil ditembaki seperti Squid Game, tapi nyata.
Salah satu orang tua Palestina, yang kurus kelaparan, menyatakan dia bersyukur anaknya sudah tewas beberapa waktu lalu.
Daripada harus jadi orang tua yang menyaksikan anak-anaknya menderita kelaparan dan mati perlahan, seperti keadannya sekarang. Itu lebih menyakitkan, karena harus menghabiskan hidup sebagai orang tua tidak bisa berbuat apa-apa bagi anaknya.