@anhtiss Wah sama banget kak, abis ambil course ini langsung kepikiran.. "Ini mulainya darimana ya?" Saking banyaknya PR untuk pemerintah dan ortu/pendidik di Indo. Terus mengiri sama negara yang udah sangat concern dengan ECD ini 😭
Belakangan iman rasanya lagi turun, eh tiba2 lewat di youtube video Dr. Haifaa Younis soal 10 hari pertama Dzul Hijjah.
Beliau bilang, 10 hari ini ibarat angin sepoi sepoi yg Allah kasih. Kita mau keluar rumah buat ngerasain atau stay di dalem aja? Aku lgsg buru2 cek kalender!
Seperti ortu Don yg ga dijelaskan secara jelas kenapa. Kemudian istri Pak Kades yg tiba2 dimasukkan ke dalam cerita. Juga ortu Meri.
Kaya, kenapa banyak sekali cerita yg masuk dan tiba-tiba ada dua dunia? 😅
Ekspektasi awal dari film ini tentang bagaimana membangun kepercayaan diri Don yg dipanggil Jumbo.
Yg ternyata seribet itu karena harus melalui berbagai hal mistis(?) dan dendam orang dewasa.
Banyak sekali bagian cerita yg ga jelas dan selesai.
Minggu ini, jutaan orang di berbagai belahan dunia menjalani protes.
Di Korea, pemakzulan Presiden Yoon.
Di Serbia, dugaan korupsi pemerintahan Presiden Vucic.
Di Amerika, penangkapan demonstran pro-Palestina dari Columbia University dan budget cut riset sains + medis di institusi pendidikan.
Di Argentina, insiden penembakan polisi dan budget cut pendidikan.
Di Georgia, keputusan pemerintah menangguhkan negosiasi untuk bergabung dengan Uni Eropa dan hasil pemilu.
Di Perancis, budget cut institusi pendidikan.
Pas liat tweet ini jadi penasaran karena baru kali ini liat aplikasi Al Qur'an yg sekomprehensif ini. Karena penasaran cobalah download @qaraaindonesia
Assalamualaikum semua, saya ceo dari aplikasi belajar Quran Qara'a yang saat ini sudah bantu belajar Quran lebih dari 1juta orang.. nah saya mau kasi 2000 akses premium gratis Qara'a buat member komunitas ini untuk mendampingi ramadhan. Apakah ada yang mau?
Adanya artis dalam pilkada menunjukkan bhw politik itu 'mahal' 🥲
Gmn mau dpetin kepala daerah yg kompeten kalo biaya kampanye nya aja harus nanggung sendiri?
Pilkada kali ini jadi gambaran, kalo pemerintah harusnya ikut andil dalam 'membiayai' para calon agar demokrasi trjaga