“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.”
Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
Gak gimana-gimana sih, tapi ya jika punya anak di usia let's say 35 tahun, masih bisa barengin tumbuh kembang anak gak ya? Masih sehat wal'afiat gak ya?
ARRGGGGG, ingin ku sudahi overthinkingku bersama temanku ini. Tapi realitanya memang menyakitkan😞
GWS buat kami berdua WKWKWK
Aku habis chatting-an sama teman perempuanku. Kami membahas karir pasca lulus S2 dan juga tentang pernikahan. Ada hal menarik yang kami bahas, menurutku. Yaitu "Kenapa sih menikah jadi pembahasan yang sensitive untuk terutama perempuan?"
Fokus di karir, kami sudah late 20s, pengennya menikah sebelum 30. Tapi, menikah butuh pasangan dan itu belum tampak hilalnya. Ingin fokus ke karir, tapi balik lagi "Kalau terlalu asyik sampai >30, gimana?"