Katanya ada yang namanya "Red String Theory"
dua orang yang terhubung oleh benang merah tak terlihat, dan suatu hari pasti dipertemukan.
Dulu aku nggak terlalu percaya.
Aku orang Banyuwangi.
Istriku orang Banjarnegara.
Bahkan dari kampus pun kami sudah berbeda arah.
Dia mahasiswi UNDIP Semarang.
Aku mahasiswa UNEJ Jember.
Jaraknya jauh.
Dunianya juga beda.
Dia aktif di BEM, ke sana ke mari, hidupnya penuh agenda.
Aku? Kuliah pulang, kuliah pulang.
Kalau libur, ya di kamar… main game seharian.
Nggak ada irisan.
Nggak ada alasan untuk saling kenal.
Sampai tahun 2018.
Waktu itu aku masih kerja di Kantor Akuntan Publik, dan diminta handle klien di Purbalingga.
Aku berangkat dari Yogyakarta, naik mobil sama teman, tanpa tahu daerah yang akan aku lewati.
Di tengah perjalanan… kami melewati sebuah kabupaten: Banjarnegara.
Dan tanpa aku sadari, di salah satu jalan yang kami lewati,
aku pernah melintas tepat di depan rumahnya.
Rumah seseorang yang saat itu… bahkan namanya pun aku belum tahu.
Waktu berjalan.
3 tahun kemudian, Maret 2021
aku kembali ke tempat itu.
Bukan sebagai auditor.
Tapi sebagai laki-laki yang datang untuk meminang seorang wanita.
Wanita yang rumahnya… pernah aku lewati dulu, tanpa aku sadari.
Kalau dipikir sekarang,
hidup ini aneh juga ya.
Kita bisa sejauh itu,
hidup di kota yang berbeda,
bahkan sempat berada di titik yang sama… tanpa saling tahu.
Mungkin memang ada hal-hal yang tidak perlu kita percepat.
Karena sejauh apa pun kita berjalan,
kalau memang sudah ditulis untuk bertemu…
kita akan dipertemukan juga, di waktu yang paling tepat.
Dan seringnya,
kita baru sadar setelah semuanya terjadi.
Happy 5th Anniversary Bojo..
She’s my red string theory.
Kalau kamu?
pernah nggak merasa…
sebenarnya kamu sudah sangat dekat dengan seseorang,
jauh sebelum kalian saling mengenal?
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tau batasan, ga semua hal perlu kita perhatikan, not everything deserve our energy. ada hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, dibalas, ataupun dibahas.
🍀 Semoga kita segera ketemu kata ikhlas yang kita idam-idamkan itu ya. Semoga kita juga bisa secepatnya berdamai dari sakit yang tidak pernah kita bayangkan kehadirannya. Semoga semua jiwa yang sedang terluka segera menemukan sembuhnya.
Wahai hati, tolonglah tutup rasa ingin tahuku terhadap hal2 yang apabila aku mengetahuinya boleh membuatkan hatiku sakit, sedih, tak tenteram bahkan membuatkanku memikirkannya berpanjang-panjangan.
Ada bacaan bagus yang aku lupa baca di mana, intinya:
Saat kamu terlalu hanyut pada kesedihan, bisa jadi di sanalah jalan setan menggoyahkan imanmu.
Seakan, semua usahamu berujung buntu. Pikiranmu sesak, berandai-andai kamu bisa mengubah waktu.
Kamu jadi “jahat” bukan karena kamu salah. Tapi karena kamu berhenti memberi mereka keuntungan gratis.
Orang tidak membenci batasan.
Mereka membenci kehilangan kontrol.