TERNYATA INI ALASAN BELIAU BIKIN KREASI MAKANAN DAN BUKAN CUMA BUAT KONTEN... ๐ฅน
tadi bu kimpul/bu black sheep sempat live bentar sebelum dibatasin tiktok, dan beliau cerita kenapa sering bikin makanan yang dianggap "aneh"
beliau cerita kalau punya tanah peninggalan ayahnya yang dulu banyak ditanami kimpul, mbote, kentang klesi, jagung, dll. sekarang tanaman-tanaman itu udah mulai jarang ditemui. petani mudanya juga makin sedikit
pas ke pasar pun beliau lihat yang jual tempe benguk, ongol-ongol, dan makanan tradisional lainnya kebanyakan udah orang tua. terus beliau kepikiran, "kalau bukan anak muda yang nerusin, nanti penjual dan makanannya siapa yang melanjutkan?" ๐๐
makanya beliau sengaja bikin makanan tradisional dikemas jadi makanan yang lebih familiar buat anak muda. harapannya bukan cuma viral, tapi bikin orang penasaran dan akhirnya mau nyobain bahan pangan lokal Indonesia
beliau juga bilang, bukan berarti makanan modern itu jelek. cuma menurut beliau, banyak pangan lokal kita yang gizinya juga bagus, bahkan ada yang bisa lebih baik, tapi mulai terlupakan....
Bule ini kasih tau kalau kemampuan warga di sebuah negara untuk bisa jalan2 keluar negeri adalah hasil dari keputusan politik.
Dia orang Belanda. Kasih contoh kalau dia mau ke Indonesia, dia tinggal terbang aja. Sementara orang Indo mau ke Belanda mesti buat visa dan bisa sebulan nunggu.
Contoh lain, meski bukan jalan2. Ada seorang supir taxi di Bali, tiap ditanya ttg resto apa yang enak, si supir sarankan ke resto bebek tertentu. Tapi, selama hidupnya, dia gak pernah makan disitu. Pertama kali dia makan, itu diajak sama turis yang naik taksinya.
Jadi kalau ada yang gak peduli sama politik, ya lu liat tuh. Lu bisa pergi keluar negeri dengan mudah/sulit bukan faktor duit doang, tapi faktor pemerintah lu jago atau katrok.
- Ada orang-orang yang nunggu jam 20.01 biar tarif LRT turun jadi Rp10.000.
- Ada orang-orang yang bela-belain naik Busway sebelum jam 07.00 pagi biar hemat Rp1.500.
- Ada Ojol yang motornya disita petugas saat nganter makanan demi ngejar setoran.
- Ada yang checkout pas tanggal kembar (7.7, 8.8, dst.) demi gratis ongkir dan cashback.
- Ada yang numpang Wi-Fi gratis buat hemat kuota internet.
- Ada yang sengaja transfer lewat bank atau QRIS tertentu biar bebas biaya admin.
- Ada yang memilih bayar pakai metode pembayaran tertentu demi dapat cashback atau poin.
- Ada kurir yang tetap narik meski hujan deras karena kalau berhenti, penghasilannya ikut berhenti.
- Ada orang yang nunda makan siang supaya uangnya cukup sampai akhir bulan.
- Ada orang yang membandingkan harga di beberapa minimarket cuma buat hemat beberapa ribu rupiah.
- Ada orang tua yang menahan beli kebutuhan sendiri supaya uang sekolah anak tetap aman.
- Ada pedagang kecil yang tetap buka sampai larut malam berharap ada pembeli terakhir.
- Ada pekerja yang lembur bukan karena ingin, tapi karena butuh tambahan penghasilan.
- Ada keluarga yang menghitung pengeluaran harian sampai ribuan rupiah supaya kebutuhan bulanannya cukup.
- Ada orang yang rela antre panjang demi dapat sembako atau barang yang lebih murah.
- Ada orang yang berburu promo belanja karena selisih puluhan ribu sangat berarti.
- Ada pekerja yang jalan kaki beberapa kilometer demi menghemat ongkos transportasi.
- Ada orang yang menunda ganti HP atau motor karena uangnya diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga.
- Ada yang bawa bekal dari rumah supaya uang makan bisa dihemat.
TAPI ADA JUGA ORANG YANG NUMPUK 74 KILOGRAM EMAS DIRUMAHNYA !!!
OH INDONESIAKU !!!
"Emang gue pikirin?" - Manusia ga punya akal pikiran, 74 Tahun, Divorced, gapunya titit
Mimpi apa lu semua, sampe punya presiden ngeluarin bunyi bunyian kaya gini pas pidato:
- ndasmu!
- anjingg!
- nyenyenyenye!
- emang gue pikirin!?
Kalau sampe 2029 bgst nyalon lagi dan 2 periode STRESS SEMUA ITU PENDUKUNGNYA PRABOWO!!! SAKIT JIWA ANJ!!!
Isi Perdebatan DPD vs Purbaya waktu rapat:
- BBM naik bisa tapi tidak mau turun padahal "perang sudah selesai, ayo turunkan lagi
- Dolar naik 2 tahun terus, "mabuk kita, Pak"
- Utang terus nambah "dikit-dikit utang lagi, ke China utang lagi"
- MBG harus dihentikan dulu
- dana MBG lebih baik untuk korban bencana Aceh & Sumatera
- Toko-toko dijual & dikontrakan dimana-mana
- ekonomi rakyat megap-megap
- tolong lebih keras untuk bersuara ke presiden pak pur,
kami kami ini sepertinya tidak dengar
- dari tahun lalu begitu banyak masukan kita berikan
- satu pun tidak ada realisasi di lapangan
- mau di bawa kemana kita ini sama prabowo?
Sikap Prabowo soal demo mahasiswa MBG & BBM:
- BBM subsidi (Pertalite) tidak dinaikkan, yang naik cuma Pertamax buat "yang punya Alphard"
- ojol yang pake pertamax cuma 15 % kok pada sewot
- MBG tidak dihentikan total cuma dihentikan sementara
- MBG ditegaskan tidak akan disetop karena "janji politik 5 tahun", meski sudah terbukti dikorupsi habis-habisan
- soal alat pelacak di mobil tiyo istana tidak tahu
- demo banyak ditunggangi antek antek asing
ini semua di sampaikan Qodari sebagai kepala badan komikasi pemerinthan prabowo
Bisa dibuat lebih tajam ke logika kebijakannya, bukan menyerang orang miskinnya:
Guys, gue kadang bingung sama logika sebagian pendukung program MBG.
Ketika ada anak yang bawa pulang makanan buat orang tuanya atau saudaranya di rumah, banyak yang bilang, โLihat, berarti program ini berhasil.โ
Loh, justru itu yang bikin pertanyaan muncul.
Kalau makanan jatah anak sampai harus dibawa pulang untuk dibagi ke keluarga, bukannya itu tanda ada masalah yang lebih besar?
Artinya bukan cuma anaknya yang butuh makan.
Tapi satu keluarga juga sedang kesulitan.
Kalau akar masalahnya ada di ekonomi keluarga, kenapa yang diperbaiki cuma piring makan anaknya?
Kenapa bukan orang tuanya yang dibantu mendapatkan pekerjaan yang layak?
Kenapa bukan pendapatan keluarganya yang diperkuat?
Karena kalau logikanya begini terus, setelah anak selesai makan hari ini, besok lapar lagi.
Setelah program selesai, keluarga itu tetap miskin.
Setelah anggaran habis, masalahnya tetap ada.
Solusi jangka panjangnya tetap pekerjaan, penghasilan yang layak, dan kesempatan ekonomi untuk orang tua.
Karena anak tidak seharusnya menjadi kurir makanan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Yang seharusnya diselamatkan adalah kondisi ekonomi keluarganya itu sendiri.
Dan satu hal lagi.
Kalau memang peduli soal akhirat, rasa iba, dan kemanusiaan, jangan cuma berhenti pada memberi makan satu kali.
Pikirkan juga bagaimana caranya supaya orang tua mereka bisa bekerja, bisa mandiri, dan bisa memberi makan anaknya sendiri tanpa bergantung pada bantuan selamanya.
Karena sedekah terbaik bukan hanya memberi ikan.
Tapi membantu orang agar bisa mencari ikannya sendiri.
Bisa dibuat lebih tajam ke logika kebijakannya, bukan menyerang orang miskinnya:
Guys, gue kadang bingung sama logika sebagian pendukung program MBG.
Ketika ada anak yang bawa pulang makanan buat orang tuanya atau saudaranya di rumah, banyak yang bilang, โLihat, berarti program ini berhasil.โ
Loh, justru itu yang bikin pertanyaan muncul.
Kalau makanan jatah anak sampai harus dibawa pulang untuk dibagi ke keluarga, bukannya itu tanda ada masalah yang lebih besar?
Artinya bukan cuma anaknya yang butuh makan.
Tapi satu keluarga juga sedang kesulitan.
Kalau akar masalahnya ada di ekonomi keluarga, kenapa yang diperbaiki cuma piring makan anaknya?
Kenapa bukan orang tuanya yang dibantu mendapatkan pekerjaan yang layak?
Kenapa bukan pendapatan keluarganya yang diperkuat?
Karena kalau logikanya begini terus, setelah anak selesai makan hari ini, besok lapar lagi.
Setelah program selesai, keluarga itu tetap miskin.
Setelah anggaran habis, masalahnya tetap ada.
Solusi jangka panjangnya tetap pekerjaan, penghasilan yang layak, dan kesempatan ekonomi untuk orang tua.
Karena anak tidak seharusnya menjadi kurir makanan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Yang seharusnya diselamatkan adalah kondisi ekonomi keluarganya itu sendiri.
Dan satu hal lagi.
Kalau memang peduli soal akhirat, rasa iba, dan kemanusiaan, jangan cuma berhenti pada memberi makan satu kali.
Pikirkan juga bagaimana caranya supaya orang tua mereka bisa bekerja, bisa mandiri, dan bisa memberi makan anaknya sendiri tanpa bergantung pada bantuan selamanya.
Karena sedekah terbaik bukan hanya memberi ikan.
Tapi membantu orang agar bisa mencari ikannya sendiri.
Dia ada benernya kok, pulang dari Paris Mei 2026 kemarin emang ada 4 kesepakatan komersial yang nilainya bisa sekitar 3,5 miliar USD atau sekitar Rp61,25 T.
Tapi yaa jadinya oversimplified, soalnya ini komitmen/deal bisnis bukan sekedar duit cash yang langsung masuk negara. Realisasi investasinya malah biasanya butuh waktu bertahun-tahun, dan seringnya ga 100% terealisasi (kayak MoU sebelum-sebelumnya).
Masalahnya, di dalam negeri kan katanya lagi ada efisiensi terus demo segala macem tapi dia malah buang-buang anggaran berlebihan, kan jadinya kontradiksi yaa wkkwk.
Terus kalo dimintain data segala macem sebut aja MBG tuhh, udah ribuan kasus keracunan, korupsi BGN yang baru, terus anggaran juga dipangkas Rp67 T karena katanya inefisien, belum lagi BBM naik, sembako mahal, dll.
Nahh ini, bayangin biaya satu trip aja yang Paris kemarin (hotel mewah + rombongan + pesawat) udah sampe miliaran rupiah. Total ~50+ trip, ya tembus ratusan miliar, sampe triliunan malah itu wkkwk.